17. dasar !!!

121 3 0
                                        


Reno dan keyra mulai masuk ke kelas, murid-murid yang di kelas keyra mulai melihat kejadian itu tetapi mereka semua menunjukan ekspresi biasa aja. Berbeda dengan rindi!


Ya kini rindi mulai menatap sinis keyra dan reno. Dia terbakar api cemburu melihat orang yang di sukainya bersama cewek lain.


Dalam batin rindi mulai mendumel
" huh, gua ga rela liat ni cewek deketin reno. Meskipun keyra pacar reno tapi tetep aja "


Dinda yang melihat ekspresi rindi mulai sangat puas. Dinda pun membuka mulutnya


" napa lo rin? Kepanasan ya? Makanya lo sadar diri. Ngaca lo itu siapa. ! Lo itu ga cocok ada diantara keyra sama reno. Sempet aja lo nyusup diantara orang tu bedua gua bakal bikin lo malu. Paham!!!! "



ucap dinda sambil mengancam rindi. Tapi melihat dari ekpresi rindi, rindi sama sekali tidak tergentar dengan ancaman dari dinda.


Mungkin hatinya dan urat malunya udah terlalu keras kali karena terlalu terobsesi sama reno hahah..


Dinda pun beranjak dari tempat duduknya dan segera menangkap keyra yang masih lemas. Dinda pun lantas merasa curiga dengan keadaan keyra sekarang, dinda pun bertanya pada reno.



" kenapa sama keyra, ren? Lo apain dia? Lo nyakitin dia lagi ? " tanya dinda.


Rindi pun mendengarkan pertanyaan dari dinda mulai mencari kesempatan untuk membuat keadaan menjadi panas.


" reno gadak kok nyakitin keyra. Tadi itu keyra ga sengaja ngeliat reno meluk aku, terus keyra jugak ngeliat reno tadi nyium kening aku, jugak ngeliat reno ngapus air mata aku, dan juga dia udah ngambil poto reno yang jatuh ke pelukan ku,     dan - "



Rindi menjawab dengan penuh keyakinan, ekspresi dinda mulai datar dan sekuat tenaga menahan amarahnya, disusul keyra yang matanya kini mulai berlinang yang menunjukan tanda-tanda bahwa air matanya siap untuk jatuh dan reno yang mendengar pengakuan dari rindi barusan membelalakan matanya.



Reno tak percaya kenapa rindi seperti ini , kenapa dia mengatakan kejadian itu pada dinda, otomatis itu akan mengundang amarah dinda.



Dinda sudah tak bisa menahan lagi amarahnya, dan kini dinda mulai angkat bicara



" udah rindi?? Udah ceritanya ? Gua heran sama lo ya.
Giliran lo ngomong di depan sama reno lo itu nampak sopan banget giliran ngomong sama gua gak di hadapan reno omongan lo jadi kasar.
Oooo gua tau lo mau cari mukak kan sama reno.
Dasar cewek mukak dua. Tolong di sumbangin dong sama gua mukaknya, sayang lo mu bazir mukaknya tu. " ucap dinda dengan agak kasar



Dinda pun melanjutkan omongan kasarnya

" udah ceritanya? Gitu lo bangga cuman kejadian kayak gitu sama reno? Lo sadar diri dong , ga laku ya sampe mau deketin cowok orang. Dasar cewek murahan !!"


Rindi pun terdiam mendengar perkataan dinda. Sebenarnya di dalem hati rindi, rindi itu terus-terusan ngemaki dinda tapi dia tak mau meluapkanya karena ada reno.


Rindi tak mau sampai reno merubah pikiranya yang menyatakan bahwa rindi itu gadis yang sangat lembut.



Memang dasar cewek yang bermuka dua ya hahah...


Dinda segera memeluk erat keyra yang sedari tadi sudah menangis sampe senggukan.



Keyra mulai angkat bicara " ren, kalok lo udah gak ada urusan lagi lo bisa pigi dari kelas ini. Gua mohon lo pergi dari sini, mua ngeliatnya. Sekalian ni bawak rindi pigi dari sini biar bahagia dia. "

Setelah mengucapkan kalimat itu tubuh keyra bergetar karena sakit hatinya sudah tertoreh lagi mulai menarik lengan dinda dan pergi keluar kelas.


" din, cabut bentar yuk. Dada gua nyesek banget ni. "


" emm, ok. Ayok kita ajak bar-bar club. Mereka kan jago banget kalok soal cabut. "


" hem, yaudah ayok, biasa kalok pagi gini mereka pasti di taman belakang. Skuy lah din" ajak keyra dengan keadaan otaknya yang lagi kacau



Mereka berdua pun berjalan menyusuri setiap ruangan dan akhirnya mereka sampai jugak di taman belakang.


Oiya bar-bar club itu sejenis nama anggota ya. Bar-bar club itu salah satu club di sekolah keyra yang mana muridnya itu tukang cabut.


Maka dari itu mereka memutuskan untuk meminta bantuan pada bar-bar club. Batin keyra terus merutuki nasibnya sendiri


Gua capek....

Gua lelah...

Gua benci...

Otak gua dah ga sanggup...

Seperti itu lah keadaan hati keyra dengan menampilkan wajah ceria namun hatinya terasa hancur lebur.

~Dasar Penikung~ (END) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang