Yudha pun bangkit dari tempat duduknya. Berusaha sekuat tenaga untuk menahan malu nya. Yudha pun beranjak pergi meninggalkan perpustakaan.
Dari mulai pintu keluar hingga pintu masuk ke kelas, yudha selalu di liatin. Kabar yudha yg dilabrak oleh keyra dan dinda sudah menyebar ke seluruh sekolah. Dari kelas 10 hingga kelas 12 semua siswa sudah tau kabar yudha yg barusan dilabrak oleh keyra dan dinda.
Tetapi yudha tetap saja diam. Yudha pun tetap melanjutkan perjalanan menuju kelasnya meskipun harus tetap menahan malu yang begitu besar.
Akhirnya setelah melewati jalan yang begitu panjang, akhirnya yudha pun sampai di kelasnya. Memang yudha seorang siswa yang kurang aktif di kelasnya. Ya bisa di bilang dia itu pendiam sih.
Pelajaran sekolah di kelasnya pun lanjut. Akhirnya setelah berjam-jam berada di dalam kelas, bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua siswa bergegas berhamburan pergi pulang ke rumah mereka masing-masing.
Keyra and dinda prov
"Key, yuk lah kita nongkrong dulu. Lo ajakin tu reno. Gue bakal ngajakin raka" ajak dinda
" ehmm, iya din. Lo jadian sama raka?" Tanya keyra
Dinda pun lanjut jalan tanpa menjawab pertanyaan keyra. Keyra terus saja memanggil dan memaksa dinda untuk menjawab pertanyaan yang barusan di tanyakanya
" ehh bangsat. Jawab dong din" desak keyra
"Ihhh kepoin banget sih key. Udah lah lo ikut gue aja. Gak usah banyak omong" jawab dinda
Keyra pun hanya mengejek dinda dengan menjulurkan lidahnya
" blee... suka suka gue dong"
Dinda pun menjawab dengan segala amarah yang siap meledak meletup dan mengangkat salah satu tanganya dengan tujuan memberi aba-aba untuk diam " cukup keyra"
Keyra pun terdiam. Dia pun menundukan kepalanya dan air matanya mulai menetes. Keyra pun beranjak pergi meninggalkan dinda yg masih berdiri.
"Gue cabut luan ya din" pamit keyra sambil menyeka air matanya.
Dinda pun menyadari bahwa dia sudah melakukan kesalahan besar. Keyra paling anti dengan kalimat " cukup keyra". Dinda lupa dengan dua kalimat yg menyakitkan itu.
Dinda pun langsung mengejar keyra dan dia segera menenangkan keyra. Dengan cepat dinda dapat mengejar keyra. Dia pun menghampirinya.
" key, dengerin dulu. Gue gak bermaksud ngomong itu. Gue minta maaf. Lo jangan pulang sendiri ya. Sini gue anter ya"
"......"
Keyra pun tak menjawab sepatah kata pun penjelasan dari dinda.
Keyra masih saja terus berjalan menuju parkiran.
" keyra" tarik dinda
" dengerin gua key" paksa dinda
"....."
lagi-lagi keyra masih saja diam. Tetapi air matanya masih saja terus mengalir. Sampai-sampai napasnya menjadi sesak karena tangisanya.
" yaudah key, kayaknya lo butuh waktu buat sendiri. Yaudah yuk gue anterin" pinta dinda
"......." keyra masih saja diam
"Key... sadar...ini gue dinda. Key ayo sadar dong. Gue anterin ya"
" gak" jawab keyra dengan pelan. Keyra pun terus berjalan menjauhi sahabatnya itu.
Dinda sudah tak bisa lagi menahan keyra. Keyra masih saja berjalan tanpa melihat tujuanya. Dinda pun segera berlari mencari reno ke seluruh sekolah.
KAMU SEDANG MEMBACA
~Dasar Penikung~ (END)
Fiksi RemajaIni cerita pertama aku, dimana aku belum ngerti aturan-aturan penulisan. Jadi mohon maklumi jika banyak kesalahan yang ada di cerita ini :) ............................. " lo mau nikung cowok gue? Silahkan !!!. Gue mah...
