[1] First Meet

6.7K 661 31
                                        

•Chaptet 1•
Happy Reading

"Namanya Roséanne Alleta Sanjaya"

"Jurusan?"

"Sastra Inggris"

Pria itu langsung mematikan ponselnya setelah menunjukkan foto si gadis yang membuatnya penasaran di acara Birthday Party sang sepupu. Memang, ia sempat mencuri-curi fotonya saat berada di acara tersebut.

Sebenarnya bukan hanya saat itu saja, ia juga sering berpapasan digerbang kampus.

Pria itu sedikit menaikkan senyumnya. Dan berterimakasihlah pada sang Sohib yang telah memberikan secuil informasi padanya.

"Menurut lo, dia udah punya gebetan?"

Sang sohib menggedikkan pundaknya, memilih menghembuskan asap rokoknya sebelum menjawab pertanyaan pria itu. "Entah. Tapi kayaknya susah dideketin,"

Lagi-lagi pria itu memanggutkan kepalanya, seakan-akan masih mencerna ucapan sang sohib. Sedangkan sang sohib menatap heran si pria itu. "Jangan bilang lo-"

"Iya, gue mau deketin dia"

Vantae Kimona, atau bisa kita panggil Vantae atau Kim mahasiswa semester menengah jurusan photography, dengan gamblangnya ingin mendekati gadis yang selama ini membuatnya penasaran pada sang sohib - Jiminarta Andrean Lim.

Jimin sebenarnya sedikit tidak percaya dengan penuturan Vantae. Bagaimana tidak? Selama mereka bersahabat, Jimin tak pernah mendengar Vantae bertanya tentang perempuan.

Padahal Vantae termasuk lelaki yang sangat populer dikampusnya. Lelaki berpostur tinggi, berambut cokelat gelap, wajah tampan dengan rahangnya yang tegas.

Mungkin bisa dibilang lelaki yang sempurna, terlebih ia juga adalah kapten tim basket dikampusnya. Gak heran banyak yang suka kan? Tapi sayang, Vantae tidak tertarik sama sekali.

Pria itu meneguk cola nya sebelum beranjak pergi. "Mau kemana lo?"

"Mulung"

"Si bangsat"

"Ya mau nyari pujaan hati gue lah"

"Anjir, Ngegas"

♒♒♒

Vantae terus menelusuri gedung Sastra Inggris itu. Sebenarnya agak jauh dari tempat ia dan Jimin nongkrong tadi. Tapi demi sang pujaan hati yang membuatnya penasaran pun tak apa.

Matanya menyapu bersih wanita-wanita yang berada di jurusan itu. Ia hanya tersenyum tipis kala sang wanita dijurusan itu berteriak histeris memanggil namanya.

Sebenarnya wanita jurusan Sastra Inggris sangtlah cantik. Tapi sayang, hanya satu yang membuatnya sangat penasaran.

Hingga akhirnya kedua mata elang itu bermuara pada gadis pujaannya. "I got her" Gadis cantik bermata indah, senyumnya yang meneduhkan.

Ia tidak sendiri, melainkan dengan teman wanitanya. Vantae pun memperhatikan gerak gerik sang gadis, hingga sang gadis beranjak pergi.

Vantae tersenyum kala melihat pujaan hatinya - Rosé, berada di halte sendirian. Sepertinya gadis itu tengah menunggu jemputan atau angkutan.

Tidak berpikir panjang, Vantae langsung bergegas menuju halte sebelum sang gadis pergi.

Tepat beberapa meter berdiri disamping Rosé, sepertinya Rosé tak peduli dengan keberadaan Vantae. Buktinya ia hanya menatap lurus jalanan dan sesekali mengecek arlojinya.

"Ehm-"

Rosé menoleh. Dan benar, ia baru sadar jika ia tak sendiri dihalte itu. Ia menatap lelaki itu sinis. Bukan apa, ia hanya berjaga-jaga takut lelaki didepannya ini berbuat jahat. Apalagi lelaki ini memakai pakaian serba hitam.

"Gak usah takut, gue gak gigit kali"

Rosé hanya tersenyum kikuk, lalu pandangannya beralih lagi pada jalanan. Ia berharap jemputannya cepat datang.

"Nunggu taksi?" Rosé hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Biasanya kalo sore begini emang agak susah"

"Udah pesen, bentar lagi nyampek"

'Suaranya alus banget bangsat'

"Oh gitu" jawab Vantae.

Sedangkan Rosé tidak memberi tanggapan apapun. Ia diam masih memfokuskan pandangannya pada jalanan. Sungguh ia sangat risih dengan lelaki disampingnya ini.

"Lo, anak sastra inggris?" Tanya Vantae basa-basi.

"Iya"

"Keren,"

"Apanya?"

Vantae tak menjawab, ia memilih hanya menatap jalanan.
Aneh, pikir Rosé. Gadis itu mengerinyitkan dahinya bingung. Tapi sebentar, sepertinya Rosé sangat familiar dengan wajah lelaki ini.

"Kenapa natap gue kayak gitu?" Ucap Vantae, membuat Rosé sedikit salah tingkah karena ketahuan memperhatikan lelaki disampingnya.

"Ah, nggak"

"Gue udah bilang, gue gak gigit kok. Oh ya-kenalin nama gue Vantae Kimona" ucapnya santai, sambil mengulurkan tangannya. Tapi sayang, Rosé tak membalas ulurannya.

Sebenarnya malu, ini baru pertama kali ada wanita yang tidak mau menerima uluran tangannya. Rosé hanya menatap Vantae, membuat lelaki itu sedikit salah tingkah.

Hingga mobil taksi yang dipesan Rosé pun datang. "Eit, sebentar. Lo belum nyebutin nama lo siapa" Tahan Vantae.

"Rosé, - Duluan."

Gadis itu langsung masuk ke taksi yang dipesan, dan meninggalkan Vantae yang tengah menatapnya. Ia tersenyum tipis, setidaknya kali ini ia bisa berbicara dengan pujaan hatinya. Meski kebanyakan dia yang berbicara.

Vantae pun terus tersenyum, menghela nafasnya. "Pertemuan pertama. Cantik dan perfect, meski cuek"

♒♒♒






Kenalin, Jiminarta Andrean Lim

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenalin, Jiminarta Andrean Lim. Sohib terbaiknya Vantae. Sering sekali menjadi pendengar setia dari celotehan Vantae yang tidak jelas. Oh ya, dia jomblo. Ada yang mau kenalan?



Gimana Chapter 1 nya? Semoga suka ya..

Dan maaf kalo ada kata-kata kasarnya.

Luv youuu💜

How About Us? [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang