[25] 'Kruukkkk...

1.6K 257 24
                                        

"Udah sembuh total napa masih murung, tong"

Sesosok lelaki yang diketahui adalah sohib sehidup semati Vantae, menyapanya dan menghampirinya lalu menaruh botol minuman disamping Vantae dan ikut duduk disampingnya.

Dua minggu berlalu, dan Vantae memang sudah sembuh total. Ia sudah bisa melakukan kegiatan seperti biasanya. Namun tidak dengan pekerjaannya menjadi waitersnya. Ia mengundurkan diri, karena suruhan sang papa. Beliau tidak mau sang anak kelelahan karena kerja part time katanya.

Dan Vantae hanya menurut.

Ya, semenjak kecelakaan itu semuanya berubah. Papa Vantae sekarang lebih perhatian dan dia tidak akan memaksa sesuatu yang tidak diinginkan oleh Vantae sendiri. Kebahagian anak kesayangannya itu sangat penting.

Dan posisi sekarang, keduanya— Vantae dan Jimin— tengah berada di lapangan basket. Rasanya sudah lama mereka tidak duduk berdua setelah kecelakaan itu.

"Emang gue keliatan murung?"

"Iya"

"Ya, mungkin efek ngebasket lah"

Jimin hanya mengangguk lalu meneguk cola yang sudah ada dipegangannya. "Tapi gue sedih juga sih, motor kesayangan gue hancur" lanjut Vantae.

"Mampus"

"Bangsat ya kau"

"Eh, tapi bukannya lo udah dapet gantinya?" Jimin menoleh kearah Vantae sepenuhnya. Dan Vantae hanya melirik Jimin sambil memutar-mutar bola basketnya.

"Gak asik, gak bisa dipeluk Rosé"

"Lha?"

Vantae menoleh ke arah Jimin dan terkekeh melihat kebingungan sang sohib. Ia meneguk minumnya terlebih dahulu. "Kan kalo pakek motor pas bonceng, Rosé bakal meluk gue dari belakang. Kalo mobil? Ya gak bisa lah"

"Goblok, bisa lah. Tinggal berenti, terus peluk sepuas lo"

"Bangsat emang"

"Hahhaa tapi ya, cewek-cewek kampus semakin menggila liat lo bawa mobil. Padahal mereka tau kalo lo udah punya pacar"

"Bodo"

Setelah kejadian kecelakaan itu, motor Vantae benar-benar rusak parah. Dan sebagai gantinya, sang papa memberinya mobil keluaran terbaru untuk Vantae.

Sebenarnya memakai mobil juga ada untungnya, ia tidak akan kepanasan atau kehujanan. Tapi menurutnya, memakai motor itu lebih asik, apalagi dipeluk sang pacar dari belakang saat dibonceng.

"Lo masih betah jomblo jim?" Celetuk Vantae tiba-tiba.

Bukannya meledek atau apa, Vantae memang murni bertanya. Ia penasaran mengapa sohibnya masih menjomblo. Padahal ia tau, mendapatkan seorang pacar bagi seorang Jiminarta Andrean Lim itu sangatlah mudah.

"Masih" jawab Jimin seadanya.

"Alasannya?"

"Emang jomblo harus pakek alasan?"

"Ya, ya, ya terserah. Lagi pula lo mau model cewe kayak apa aja, pasti lo bisa dapetin tanpa susah payah"

"Ngomongin diri sendiri?"

Vantae tertawa kecil mendengarnya, lalu meneguk minumannya kembali. Dan detik berikutnya ponsel Vantae berbunyi pertanda ada panggilan masuk.


📞 My Rosie💜 Calling...

"Halo? Ada apa sayang?"

"..."

"Lagi di lapangan basket"

"..."

"Biasa, sama si bantet— aw"

How About Us? [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang