[16] Hari Pertama

1.7K 297 17
                                        

Hari ini adalah hari pertama Vantae bekerja part time di cafe Jinan. Sebelum memulai pekerjaannya Vantae sudah diberi sedikit arahan oleh Jinan, si pemilik cafe itu.

Pengalaman baru yang perlu sedikit beradaptasi. "Kuliah masuk jam berapa?" Tanya Jinan.

"Jam dua. Kenapa bang?"

"Kalo gitu pagi ini sampek jam satu aja. Jadi lo kerja cuma lima jam"

"Siap bang" Jinan pun tersenyum tipis dan menepuk bahu Vantae, sebelum ia masuk keruangannya. Sedangkan Vantae, ia kembali pada kerjaannya. Mengelap meja sebelum ada pelanggan yang datang.

Bekerja ditempat Jinan sebenarnya ada enaknya juga. Karena jarak antara kampus dan cafe Jinan tidak terlalu jauh, jadi saat ia pergi ke kampus pun tidak akan terburu-buru.

Tapi ada yang membuat Vantae merasa tidak enak, karena cafe itu tidak terlalu jauh dari kampusnya jadi akan ada beberapa mahasiswa/mahasiswi yang akan nongkrong dicafe tersebut.

Tapi untungnya Vantae tipikal orang yang kadang bodo amat. Jadi terserah apa yang akan dikatakan orang tersebut.

"Kak Vantae?"

Dan benar, baru saja dibicarakan sudah ada yang menyapanya membuat Vantae langsung menoleh dan tersenyum tipis. "Kakak kerja disini?" Lanjut sang wanita.

"Iya. Ayo silahkan duduk"

Vantae langsung menarik kedua kursi untuk diduduki kedua wanita tersebut. Sedangkan wanita-wanita itu rasanya senang dan ingin menjerit karena diperlakukan sangat manis oleh kakak tingkat favoritenya itu.

Lalu Vantae berjalan kearah kasir untuk mengambil buku menu. Ya maklum cafe itu baru saja buka jadi kedua wanita itu adalah pelanggan pertama.

Saking senangnya kedua wanita itu mengabadikan apa yang dilakukan oleh Vantae. Bahkan ia memotret Vantae berkali-kali membuat Vantae sedikit tidak enak. "Itu fotonya dibuat koleksi pribadi aja ya" ucap Vantae.

Lagi-lagi kedua wanita itu rasanya benar-benar ingin menjerit. "Kak Vantae kenapa kerja disini? Kuliahnya gimana?" Tanya salah satu dari wanita itu.

"Part time aja— ini silahkan dipilih menunya"

"Kak Vantae ini pacarnya Rosé, kan?"

Pertanyaan itu meluncur dengan gamblangnya dari salah satu wanita tersebut. Jujur, seandainya ia bukanlah karyawan, mungkin ia tidak akan menanggapi pertanyaan itu. "Iya. Kalian jangan bilang dia ya kalau saya kerja di cafe ini— oh ya, bonusnya kalian bisa ambil foto saya sepuas mungkin"

Refeleks kedua gadis itu langsung saling memandang, dan bahkan mereka mengambil foto berselfi dengan Vantae. Untungnya cafe itu masih sepi karena masih pagi.

♒♒♒

From:  My Rosie💜
Sayang, udah makan?
Aku tunggu dikantin yaa
[08.45]


Kak?
[12.20]

Udah mau jam 5
Kemana aja?
[16.45]

Sibuk banget ya
Saking sibuknya gak ngasih kabar
[18.30]

Vantae mengambil ponselnya ternyata disana banyak pesan dari sang kekasih. Dari pagi lelaki itu memang tidak mengabari Rosé sama sekali. Bukannya sengaja, tapi lelaki itu memang cukup sibuk karena kerja part timenya dan dilanjutkan dengan kuliahnya.

Ia tahu kekasihnya ini pasti akan marah. Ia kemudian memasukkan ponselnya kembali membiarkan pesan itu hanya bermode Read. Dengan cepat ia menuju parkiran motor dan mengegas motornya untuk menuju rumah sang kekasih. Tak lupa ia juga membawa buah tangan agar sang kekasih tidak terlalu marah.

Dan hanya perlu waktu beberapa menit Vantae pun sampai dirumah Rosé. Ia memberanikan diri untuk memencet bel rumah Rosé, pintu rumah pun akhirnya terbuka menampilkan sosok gadis berambut panjang itu.

"Udah sok sibuknya?"

Pertanyaan pertama yang dilontarkan Rosé pada Vantae. Lelaki itu tau gadisnya sedang bermode marah. Namun lelaki itu hanya menunjukkan senyuman lebarnya tanpa rasa bersalah.

"Udah"

Vantae pun melangkah kan kakinya mendekati Rosé. "Coba mana muka ngambeknya" ucapnya sambil merunduk mensejajarkan dengan Rosé berniat untuk menggodanya.

Rosé langsung mendorong wajah Vanytae. Lain halnya dengan Vantae yang terkekeh lalu menangkup pipi Rosé, dan mencium bibirnya sekilas.

"Ada urusan penting tadi. Jangan marah ya"

"Urusan apa? Sampek gak bisa balas chat aku? Aku nungguin lama dikantin, untung ada Jane yang nemenin aku" jawab Rosé cepat. Memang benar, ia menunggu Vantae dikantin dengan Jane. Bahkan mereka berdua rela untuk tidak ikut satu mata kuliahnya.

"Pulangnya?" Tanya Vantae.

"Sendiri lah"

"Pesen taksi online biasanya itu kan?"

"Gak"

"Jangan bilang kamu naek bus umum?"

Rosé diam dan hanya berani mengangguk pelan. Vantae memang sangat khawatir jika Rosé pulang dengan bus umum. Ia hanya takut gadisnya itu diganggu oleh orang yang tak dikenal.

"Aku bilang kan jangan, bloon" ucap Vantae lalu menyentiAl pelan dahi Rosé. Memebuat sang empunya meringis kesakitan. "Kan biasanya kamu juga pesen taksi online"

"Biarin. Aku lagi kesel"

"Yaudah biar gak kesel sini peluk" lelaki itu langsung merentangkan tangannya. Sedangkan Rosé ia menghentakkan kakinya gemas pertanda ia masih kesal.

Namun sekesal-kesalnya Rosé pada Vantae, ia tidak akan menolak jika dipeluk Vantae. Ia pun langsung mendekat kearah lelaki itu dan memeluknya erat.

Dengan pelan Vantae mengelus rambut Rosé yang tergerai, dan diciumnya pucuk kepala Rosé dengan tulus. "Minta maaf dulu" ucap Rosé dengan nada manja.

"Iya iya.. maaf ya aku udah bikin kamu nunggu, gak bales chat kamu, gak jemput, dan bikin kamu kesel"

Reflekas Rosé langsung mendongak kearah Vantae, lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang lelaki itu. "Nah gitu dong, sadar sama kesalahannya"

"Hehe kan aku selalu peka sama kesalahanku sayang. Cuma kamu aja yang kadang sok begok pura-pura tanya kesalahan apa— aku tipe boyfriend material banget kan?"

"Iyaa iyaa, terserah kamu deh"

Vantae pun memeluk Rosé dengan erat, mengecup pucuk kepala Rosé beberapa kali. Benarkan, kekasih ini tidak akan bisa marah padanya. Padahal Vantae masih belum menyodorkan buah tangannya pada Rosé. "Kak?" Hingga panggilan Rosé menyadarkan lelaki itu dari lamunannya.

Rosé mendongakkan kepalanya dengan wajah yang menggemaskan, begitupun dengan Vantae yang sedikit menunduk namun tetap memeluk sang kekasih. "Ya"

"Besok anterin aku ya"

"Kemana?"

"Mau beli alat makeup. Kakak besok masuk pagi kan? Jadi pulangnya aja"
























'Sial! Mana besok sift siang....

How About Us? [✔]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang