Double up nih 💜
.
.
.
♒♒♒
Jim Bantet :
Kalo udah bahagia
Suka lupa sama temen
Yaa, yaa Begitulah
Me :
Hahaha Sorry,
Cafe biasanya
Jim Bantet:
Hahhaa oke
Sekitar dua puluh menit Vantae sampai dicafe. Kakinya melangkah masuk lalu mengedarkan pandangannya mencari sosok manusia yang katanya sudah sampai dicafe itu.
"Sorry lama"
"Gak sama pacar lo?"
"Lah, nanti lo malah jadi kambing congek dong"
Mereka pun tertawa bersama, lalu Vantae mendudukkan bokongnya dikursi yang berhadapan dengan Jimin, dan memesan makanan. "Jim, cariin gue kerjaan lah"
"Buat apa?"
"Buat gue"
"Iya tau, tapi lo buat apa? Bukannya lo serba berkecukupan?"
Jimin benar, bukankah selama ini sohibnya ini berkecukupan karena papanya yang kaya? Tapi kenapa dia masih ingin bekerja? Apakah ada sesuatu yang membuat sohibnya ingin mencari kerja?
"Tapi senggaknya gue mau meringankan beban nyokap gue. Kasian dia kerja sendiri. Bokap gue- ya lo tau sendiri dia udah punya keluarga sendiri"
"Tapi kan bokap lo juga harus bertanggung jawab biayain lo"
Vantae berdecak kesal, kenapa Jimin banyak sekali bertanya. Apakah ia harus menceritakan hal ini pada Jimin? Vantae mengurungkan niatnya, sepertinya tidak untuk sekarang.
"Iya, tapi gak sepenuhnya. Istri bokap gue selalu marah kalo dia ngasih duit ke gue" Entahlah, alasan itu tiba-tiba keluar dari bibir manis Vantae.
"Oh, kenapa lo gak nyoba kerja dicafenya bang Jinan?"
"Bang Jinan pacarnya Sooya?"
"Iya lah"
"Gak, bisa diledek gue sama si Sooya"
"Yaelah, emang kenapa kalo diledek. Katanya lo mau bantu nyokap lo, gimana sih"
"Iya juga sih, gue pikir-pikir lagi deh"
Vantae menyeruput minumannya yang baru saja datang. Ia sedikit mempertimbangkan apa yang diucapkan Jimin tadi. Tapi bukan hanya itu saja, Vantae memikirkan apakah Rosé akan memperbolehkan Vantae kuliah sambil bekerja?
Ah, bicara tentang Rosé lelaki itu kembali teringat saat pertama kali memcium sekilas bibirnya, manis. "Jim, lo tau?" Tanyanya tiba-tiba.
"Gak"
"Mau tau gak?"
"Ya apa?"
"Tiap hari gue makin sayang sama si mawar"
Jimin masih diam belum menanggapi, ia memilih menghisap rokok yang sudah diapit dikedua tangannya. "Ini asbak nganggur, mau gue lempar ke lo?"
KAMU SEDANG MEMBACA
How About Us? [✔]
Random[C O M P L E T E D] Vantae Kimona seorang pemuda yang notabenya sangat susah jatuh cinta, namun tiba-tiba menyukai seorang gadis cantik yang bermata indah. Bahkan sahabatnya pun terheran saat mendengar pengakuan Vantae yang menyukai seorang gadis. B...
![How About Us? [✔]](https://img.wattpad.com/cover/215595597-64-k311479.jpg)