"Kayaknya aku suka deh"
Diseruputnya sebuah jus mangga kesukaannya setelah mengucapkan hal yang mengejutkan itu. Roséanne Alleta Sanjaya, dengan sangat jujurnya mengatakan hal itu pada Jane.
Bagaimana dengan Jane? Jujur, ia sedikit kaget mendengar pengakuan sang sahabat. Jadi memang benar, tidak ada yang bisa menolak ketampanan seorang Vantae Kimona, sekalipun itu orang yang secuek Rosé.
"Nah, kan.. siapa sih yang bakal nolak ketampanan seorang kak Vantae"
"Tau ah jan. Herannya, dia itu bisa ngebuat aku senyum-senyum sendiri cuman karena ucapan anehnya"
"Itu namanya jatuh cinta"
Rosé mengedikkan bahunya, lalu memilih meminum jus favoritenya. Fikirannya tiba-tiba terbayang tentang Vantae. Aneh juga memang, padahal pertama bertemu rasanya Rosé sangat risih sekali.
"Ck, malah bengong nih anak"
"Apasih Jane....."
"Lo udah jatuh cinta sama si Kapten basket itu Rosé- jadi kalau dia nembak, langsung terima aja. Gue akan jadi pendukung lo yang pertama"
"Kok semangat banget sih jan?"
"Ya gimana gak semangat coba, sahabat satu-satunya gue ini dideketin sama kapten basket! Jarang-jarang loh dia yang deketin duluan. Yang ada para ciwi-ciwi duluan- ieuhh"
Rosé terkekeh geli mendengar penuturan sang sahabat yang sangat bersemangat ini. "Kalau memang kalian jadian, pasti bakal jadi tranding topik deh- eh bentar, gue punya nama fandom nih bukan kalian"
Si pendengar itu mengerinyitkan dahinya bingung. Kenapa jane sekarang yang aneh. Rosé belum jadian, malah sudah dibuatkan nama fandom. "Vansé, gimana? - oh nggak, Taerosé- duh apa yaa, bingung gue"
"Apa sih jane.. aku belum jadian. Lagi pula iya kalo beneran suka. Kalo nggak?"
"Hmm iyya sih. Tapi ya Rosé, ini penting. Kalo lo beneran jadian, bantu gue deketin sama Jimin yaaa, hehe"
"Lo suka sama Jimin?" Pertanyaan itu bukan berasal dari Rosé, melainkan seseorang yang tak sengaja mendengarnya yang niatan awalnya menghampiri pujaan hatinya. Orang itu dalah Vantae.
Kini Vantae sudah duduk disamping Rosé dan berhadapan dengan Jane. Jujur, baru kali ini Jane melihat wajah Vantae sangat dekat. Tampan, satu kata yang mewakili saat ini.
Sungguh, ini adalah kenikmatan yang haqiqi. Satu meja dengan lelaki paling tampan dikampus, bahkan berhadapan seperti ini. Jane bingung, kenapa sahabatnya itu masih bisa bernafas setelah beberapa kali diajak jalan berdua.
"Suka Jimin?" Lagi-lagi pertanyaan itu terlontar dari mulut Vantae. Membuat Jane dan Rosé sedikit gugup.
"Si-siapa? Gu-gue?"
"Iya. Masak Rosé?"
"Nggak kok, nggak. Becanda doang tadi"
Ah, Jane rasanya ingin menghilang saja. Kenapa Vantae harus mendengar semua obrolannya dengan Rosé. Sedangkan Vantae sendiri memilih bodo amat, karena itu bukan urusannya. Ia memilih menoleh kearah samping nya. "Udah sore, ayo pulang"
"Aku mau pulang sam-"
"Eh Rosé-gue duluan yaa. Udah dijemput nih" potong Jane dan langsung berlari meninggalkan keduanya.
Memang sangatlah pengertian si Jane ini.
"Temenmu? Kok aneh ya"
"Jangan gitu, kakak juga aneh"
♒♒♒
Seperti biasa, malam ini Vantae tengah bersama Jimin. Tapi tidak dicafe, melainkan kosan sempit yang ditinggali Vantae. Mungkin karena krisis ekonomi, mereka memilih berdiam diri di kosan itu.
"Diem-diem bae. Ngopi woy! Ngopi"
Vantae yang sedari tadi hanya diam, tiba-tiba tertawa keras mendengar suara Jimin.
"Tai, jim"
"Gak mau tai, mau kopi"
Dengan langkah malas Vantae menuju dapur. Jangan salah, meski kosan ini terbilang sempit, tapi masih ada dapur kecil untuk memasak.
Dibawanya Dua cangkir kopi dan diletakkan didepan Jimin yang sedang duduk. "Gimana nih, ada perkembangan?"
"Berkembang pesat"
"Gak sia-sia ya lo ngalus setiap hari"
"Sorry bukan kang ngalus. Tapi kang Vantae"
"Haha lucu"
Jimin pun mengambil secangkir kopi buatan Vantae. Cukup enak menurutnya. Sedangkan Vantae, lelaki ini fikirannya kembali pada sosok gadis yang telah mencuri hatinya.
"Oh iya, temennya Rosé ada yang suka sama lo"
"Siapa?"
"Kalo gak salah sih namanya Jane. Orangnya cukup modis dan cantik. Tapi tetep cantikan kembang gue"
"Alah, Tai. Eh tapi gue kagak tau sapa dia"
"Ia juga sih. Tiap gue samperin Rosé, lo gak pernah liat. Biasanya dia sama cewek gue"
"Sapa cewek lo? Gak usah ngaku-ngaku deh"
"C-a-l-o-n cewe gue. Puas?"
"Buruan tembak, keduluan orang baru tau rasa lo. Lagi pula, gue males ngeladenin curhatan lo terus"
"Dasar sohib gak guna"
♒♒♒
KAMU SEDANG MEMBACA
How About Us? [✔]
Aléatoire[C O M P L E T E D] Vantae Kimona seorang pemuda yang notabenya sangat susah jatuh cinta, namun tiba-tiba menyukai seorang gadis cantik yang bermata indah. Bahkan sahabatnya pun terheran saat mendengar pengakuan Vantae yang menyukai seorang gadis. B...
![How About Us? [✔]](https://img.wattpad.com/cover/215595597-64-k311479.jpg)