"Jarang ketemu kok makin ganteng aja? Tante jadi pengen punya anak ganteng deh"
Itu adalah ucapan Mama Rosé pada Vantae yang kini tengah duduk disofa dengan antengnya. Mereka semakin akrab satu sama lain, meski terkadang Vantae masih sedikit sungkan.
Vantae pun kini memasang wajah yang sangat sejuk bahkan auranya sekarang terlihat bahagia. Gimana gak bahagia, barusan saja sudah mendapat pujian dari calon mama mertua.
Percayalah, dipuji oleh calon mertua itu bahagianya luar biasa menurut Vantae. Meskipun lelaki itu bukan tipikal orang yang haus akan pujian.
"Maaf tan jarang nemuin. Van—"
"Iya gak apa, tante tau kok. Yang penting gantengku ini sehat— ayoo sambil dimakan kuenya"
Vantae tersenyum nyaris sangat manis. Dan ia pun mengambil kue yang ada dimeja. "Hehe iya tante"
"Gimana kuliahnya? Lancarkan ?"
"Alhamdulilah lancar, tante"
"Udah tau mau gimana setelah lulus kuliah?"
Vantae mengangguk sambil mengunyah kue yang sudah ada dimulutnya itu. "Iya tante. Vantae sudah punya semacam gambaran sendiri kayak gimana kedepannya nanti"
"Duh, gantengku ini. Apapun itu tante akan selalu dukung kamu. Ngomong-ngomong udah sampai tahap mana kuliahnya?"
"Sebentar lagi tan, mau proses menuju akhir"
Mama Rosé tersenyum. Bukannya kepo, tapi beliau hanya ingin tau dan memastikan bagaimana rencana calon menantunya ini untuk kedepannya.
"Tae" panggil mama Rosé yang membuat Vantae menoleh kearahnya. "Nanti sama Rosé harus sampai proses akhir juga ya"
Vantae yang tengah mengunyah kuenya pun hampir saja tersedak. Sedikit salah tingkah dengan ucapan mama Rosé. Ia pun tersenyum kearahnya. Apakah mama Rosé sedang mengkode pada Vantae?
♒♒♒
"Ini cokelatnya"
Vantae mengulurkan tangannya yang memegang satu batang cokelat berukuran sedang. Dan diterima oleh Rosé dengan senang hati.
Posisinya sekarang mereka sudah berada disalah satu kedai icecream. Kedai yang cukup ramai padahal ini sudah sore. Dan untungnya mereka menemukan satu tempat yang kosong.
"Thankyou, gantengku"
Vantae mengerinyitkan dahi setelah mendengar ucapan dari Rosé yang terdengar manis menurutnya. Tapi ia hanya menanggapi dengan anggukan kecil dan tersenyum.
Melihat Rosé seperti ini, sungguh membuatnya juga bahagia. Dan ia kembali mengingat obrolan dengan mama Rosé, membuatnya tersenyum sendiri. "Kenapa senyum-senyum sih, kak?"
"Gak apa. Kamu masih belum kenyang? Dari tadi pagi ngemil terus loh"
"Belom"
"Jangan marah ke aku kalo beratmu nambah"
"Ck, mematahkan semangat aku aja"
Rosé langsung menaruh cokelatnya dengan memasang wajah yang cemburut. Padahal Vantae hanya bercanda. Ia tau, walaupun kekasihnya itu suka makan tapi itu tidak mempengaruhi berat badannya sama sekali.
"Hahaha dilanjut aja makannya, sayang"
"Kalo aku beneran tambah gendut gimana dong kak?"
KAMU SEDANG MEMBACA
How About Us? [✔]
De Todo[C O M P L E T E D] Vantae Kimona seorang pemuda yang notabenya sangat susah jatuh cinta, namun tiba-tiba menyukai seorang gadis cantik yang bermata indah. Bahkan sahabatnya pun terheran saat mendengar pengakuan Vantae yang menyukai seorang gadis. B...
![How About Us? [✔]](https://img.wattpad.com/cover/215595597-64-k311479.jpg)