Bab 10| Buah Persik Sialan

999 156 0
                                        


Bab 10

Buah Persik Sialan.










Satu langkah lagi aku bisa meraih kenop pintu, masuk dan membantingnya keras itu rencanaku pada awalnya tapi tahu-tahu saja tanganku dicekal oleh seseorang.

Ya. Siapa lagi kalau bukan Naresh.

Pangeran itu menarikku lembut sampai aku berdiri di hadapannya. Aku ingin berucap sebelum tanpa kata dia menarikku ke dalam pelukannya.

Aku kaget.

Tanganya yang besar mengusap belakang rambutku. Sial! Aku kehilangan kendali atas tubuhku saat tangan keparat ini membalas pelukannya. Sialan. Padahal aku kan masih marah padanya.

"Maaf." Katanya lembut.

Aku diam menunggu kata selanjutnya.

"Kau benar, seharusnya aku yang menjagamu tapi tugas ini tidak bisa dialihkan. Aku harus berangkat. Besok."

Dengan pelan aku memberikan gestur ingin melepas pelukan itu tapi Naresh lagi lagi menahannya.

"Dengarkan aku, aku tidak akan lama. Setelah selesai aku pasti langsung kembali." Janjinya tegas. Dia melepas pelukannya dan menatapku lama.

Aku berdeham dan mengalihkan tatapanku pada air mancur di depan yang sama sekali tidak menarik dari pada cowok di depanku ini sebenarnya.

"Tiga hari. Tidak lebih," cicitku lebih berani.

Dia tersenyum, gila! Kalau saja bukan sedang mood bete padanya aku pasti langsung tersipu.

"Tiga hari, tidak lebih." Ulangnya meniru ucapanku.

Dengan sekonyong-konyong dia mendaratkan ciuman singkat di dahiku membuatku beku dan ingin berteriak sekeras-kerasnya.

Beginikah Naresh yang sesungguhnya? Pria mesum yang bertindak sesuka hati?!

Aku terpaku menatapnya kaget sedangkan Naresh hanya mengangkat satu alisnya bingung menatapku yang berubah menjadi patung pancoran minus gaya menunjuk itu tentunya.

"Ekspresimu mengingatkanku saat pertama kali aku menciummu. Tapi itu kan dulu, Sera. Kita bahkan sudah pernah melakukan lebih dari ini." Katanya santai seolah aku cewek aneh yang tidak pernah mendapatkan perlakuan manis seperti ini.

APA YANG SUDAH NARESH LAKUKAN PADA KESARA?! HAAA!

Dan dia punya panggilan kesayangan dengan Kesara begitu? Sera? Kenapa kedengarannya manis sekali ya?

Aku menarik nafas panjang, "A-aku harus kembali se-sekarang."

Crap! Kenapa suaraku jadi bergetar begini? Dengan kikuk aku berbalik meninggalkan Naresh di depan pintu kamarku.

"Sera,"

Aku menoleh padanya, "Y-ya?"

"Bolehkah aku bermalam di sini?"

Aku melotot, bahkan aku dapat melihat kerlingan matanya memandangku jahil. "Tidak!"

Berani-beraninya dia menggodaku! Dan bagaimana dia melakukan semua ini dengan wajah datar seperti itu? Huh!

Blam!

Aku menutup pintu kemudian bersandar tanpa sadar merabah dadaku yang berdetak tak karuan.

Sialan! Mantra apa sih yang Naresh berikan padaku?!


....




"Putri.. Putri Kesara.. bangun Putri.."

Kira's Time TravellerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang