Bab 28| Mengintip?

802 131 13
                                        

Bab 28

Mengintip?









Kami harus melanjutkan perjalanan, hari sudah semakin siang mungkin jam 2? Aku tidak tahu, tapi Yoda tidak mengijinkanku beristirahat lama. Tadi kami sudah makan sedikit, Yoda masih sempat mencari beberapa buah-buahan untuk mengganjal perut, aku tidak berani mengeluh karena keadaannya sendiri lebih mengenaskan dari pada aku. Setelah tahu aku sudah cukup istirahat Yoda tidak ingin membuang waktu terus berada di gubuk itu dengan peluang kami akan tertangkap lebih cepat.

Apa itu tandanya pelarian ini hanya mengulur waktu kami tertangkap? Semoga tidak.

"Akan kemana kita?" tanyaku di belakangnya.

"Entahlah, jalan saja dulu."

Aku menghela napas berat, "Sepertinya kau sudah hafal jalan di hutan ini," kataku memecah keheningan.

"Lumayan, kita akan segera sampai ayo cepat sebelum gelap," Yoda mempercepat langkahnya membuatku sedikit kesusahan menyusul.

Rasanya aku makin berjalan masuk ke dalam hutan, matahari semakin tidak terlihat karena tertutup rimbunnya pohon yang menjulang puluhan meter. Aku bahkan tidak tahu sudah sudah berjalan berapa lama karena tidak sampai-sampai.

"Ayo masuk," ajak Yoda yang langsung memasuki rumah itu seolah sudah biasa.

Aku menaikkan kedua alisku mengikuti pemuda itu, saat Yoda membuka pintu aku sedikit heran karena rumah itu gelap gulita, aku menunggu di bibir pintu sedangkan Yoda masuk dan sekejap aku bisa melihat ke dalam ruangan. Yoda menghidupkan lentera.

"Ini rumah?" tanyaku tanpa maksud menghina.

"Bukan, hanya tempat bersinggah."

Mendengar penjelasan Yoda tadi, aku perlahan mengikuti kemana cowok itu pergi dan tersentak saat Yoda berhenti tiba-tiba, untung saja aku bisa menge-rem sehingga tidak menabrak punggungnya, "Itu," tangannya menunjuk sebuah bilik di sebelah kiriku, "ambil keperluanmu di sana, aku ada di samping. Ambil seperlunya dan cepat. Mengerti?"

"Ohhh, baiklah." Aku menerima lentera yang diberikan Yoda dan masuk seperti perintahnya.

Oh, ternyata ini adalah sebuah kamar, hanya ada satu dipan dan meja, di bawah meja ada beberapa lembar baju dan kain. Aku mengamati kamar ini, dan menemukan sebuah tas dari kain lalu  mengambilnya dan memasukkan beberapa kain untuk mengganti luka pemuda itu, di pojok ruangan ada beberapa senjata seperti pisau, belati, parang, pedang, dan tongkat.

Melihat kondisiku yang mengenaskan dengan baju sobek-sobek, aku memutuskan untuk berganti baju terlebih dahulu dan menghela napas sebal saat tahu baju yang kupakai sekarang lebih besar dari pada sebelumnya.

Aku berjalan ke pojok ruangan tempat beberapa senjata tajam berkumpul, aku memilih senjata mana yang pas, lalu mataku tertuju pada belati dengan ukuran kecil dan memasukannya ke dalam tas. Kurasa ini cukup kan? Aku keluar dan beralih ke meja yang berada di pojok ruangan. Di sana ada berderet minuman aku memasukkan dua botol ke dalam tas dan meraih kendi lalu menuangkan pada gelas yang terbuat dari bambu.

Astagah, segarnya.

"Sudah?"

Sebuah suara dari arah belakang membuatku menoleh, Yoda keluar dari sana. Dengan baju berbeda.

"Kau sudah mengganti perbanmu?" tanyaku yang hanya dijawab anggukan.

"Baguslah." Aku kembali menuangkan air di gelas bambu itu diikuti Yoda.

Aku hanya melirik saat pemuda itu langsung menenggaknya dengan kendi tanpa gelas.

"Kita tidak bermalam di sini?" aku bertanya saat melihat ke luar hari sudah mulai petang.

Kira's Time TravellerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang