Bab 31| War

828 124 42
                                        

Haii...?

First of all, aku mau minta maaf karena cerita ini jadi terbengkalai berbulan-bulan T,T

Dan...

Aku mau bilang makasiihhhh sama dukungan kalian karena ternyata masih banyak yang nungguin Kiraaaa 😭

Aku sebenernya bingung mau lanjutin atau revisi karena setelah aku baca banyak plot hole dan point-point yang menurut aku sendiri keluar line dan itu juga salah satu faktor yang bikin aku ngadat. :((

Mungkin bakal aku beresin walaupun masih belum tau kapan, jadi daripada aku unpub dan bikin kalian bingung kalo aku revisi setengah2.. Aku mau updet ajaaa wkwkwkkw semoga ini bisa bikin kalian maafin aku yang up setahun sekali😭 sekali lagi maaf yaa!! And happy reading!! ♥♥


•••

Bab 31
War

Aku menggumam merasa terganggu, rasanya aku baru tertidur beberapa jam dan sekarang sesuatu atau seseorang sudah menggoyangkan tubuhku. Dengan malas aku mengabaikan gangguan itu dan berpindah posisi memunggunginya.

"Awsh!" jeritku nelangsa saat tulang keringku ditendang dengan tidak berperasaan.

Aku meringkuk seperti janin, mengelus kakiku yang terasa ngilu.

Aku membuka mata, melirik sinis pemuda yang dengan santainya malah menaikkan alis seolah bertanya, 'apa aku salah?'

"YAAA!" kesal aku berteriak padanya.

Dia mendengus, "Bangun," perintahnya lalu berjalan menjauh.

Aku mendengus dan dengusanku semakin ketara saat aku menyadari bahwa ini masih pagi buta! Untuk apa bangun secepat itu?! Aku menjerit tertahan dan menendang udara secara brutal dengan kakiku.

"Hey! Cepat bangun atau aku yang akan menyeretmu!" aku hanya melirik, "lagipula kau tidak perlu melakukan olahraga sepagi ini," lanjutnya.

Olahraga pagi katanya?! Aku mendengus semakin kesal.

*

Aku menguap entah yang ke berapa kalinya. Malas-malasan aku mengikuti cowok itu, yang ternyata sudah beberapa meter di depanku. Lidahku berdecak, otomatis kulangkahkan kakiku lebih cepat karena lebih baik bersama Yoda daripada harus tersesat dan bertemu hewan buas. Langkahku berubah menjadi lari, kini aku berniat untuk menyusulnya kalau perlu berjalan di depannya.

Setelah berhasil menyusulnya bahkan beberapa langkah di depannya aku tidak bisa menahan cengiranku. Aku berbalik tersenyum ke arahnya sembari berjalan mundur.

"Lihat, aku bisa kan menyusulmu?" alisku sengaja kunaik turunkan.

Yoda masih menatapku datar tampak sama sekali tidak terkesan dengan pencapaian pertamaku pagi ini.

"Kau setid—" ucapanku terpotong saat tiba-tiba dia dengan keras menarik lenganku hingga menubruk dada bidangnya.

Untuk sesaat kami berdua terdiam, aku dan pikiranku yang sedang mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi dan Yoda yang masih setia memeluk tubuhku.

Aku mengerjap saat merasakan debaran yang tak kalah kerasnya, Yoda berdebar?

Dengan kilat aku mendorongnya lalu mundur beberapa langkah dengan tangan menyilang di depan dada dan menatapnya tidak mengerti.

"Apa yang baru saja kau laku—"

Yoda mengetuk keningku, dia sedikit menunduk untuk mensejajarkan pandangan kami, "Ini tidak seperti yang kau pikirkan anak nakal." Ucapnya diakhiri dengan senyuman miring.

Kira's Time TravellerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang