Bab 26
Bebas.
Sedikit menyipitkan mata aku mengamati siluet tubuh seseorang yang berdiri diam di depan sel penjaraku ini. Dia hanya berdiri menyenderkan tubuhnya pada tembok dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada tampak bosan.
Aku mengerjap, ini masih subuh. Siapa orang yang datang subuh-subuh begini? Jika dilihat seksama pakaian yang dikenakan pun berbeda dari para sipir atau yang lain. Putih, dia mengenakan pakaian putih.
Tiba-tiba saja dia mengalihkan tatapan beralih menatapku membuatku terkejut.
"He Pencuri!" sapanya seolah tahu aku sudah terjaga.
Suara itu....
Segera aku turun dari dipan dan beranjak mendekat padanya. Tidak pernah aku selega ini hanya melihat seseorang.
Dia datang.
"Yoda, kaukah itu?" tanyaku memastikan.
Dia beralih dari gaya sebelumnya, berdiri di depanku, sedikit membungkuk mensejajarkan wajahnya pada wajahku, membuatku membulatkan mata terkejut, "Kau memanggilku, Pencuri?"
Aku memutar bola mata malas, "Bisakah kau lupakan kejadian itu? Aku sama sekali bukan pencuri!"
"Baiklah baiklah," Yoda mengangkat kedua tangan tamda menyerah, "kau memanggilku, ada apa?"
Yoda kini berdiri seperti biasa, membuatku harus mendengak karena dia tinggi menjulang.
Aku memandangnya tak percaya, ayolah apa ada orang yang lebih menyebalkan dari pada dia? "Ada apa? Kau.. buta? Aku sedang dikurung disini dan aku butuh bantuanmu,"
"Kenapa aku harus membantumu?" Yoda menaikkan sebelah alisnya mengejek.
Aku terperangah mendengarnya. Ingin sekali aku memakinya, tapi aku tahu itu ide buruk. Aku memghembuskan napas sebal kembali bicara, "Kau bilang saat aku butuh bantuan aku bisa memanggilmu!"
"Eh? Benarkah aku pernah menawarkan bantuan secara percuma?" kini Yoda makin tersenyum mengejek.
"Apa maksudmu?"
"Kau berani membayarku berapa?"
Kini aku betulan menganga takjub, uang? Uang?! Jadi ini semua karena uang?! Aku bersumpah kalau aku tidak terpaksa seperti ini tidak akan aku meminta bantuan cowok pamrih ini!
"'Ha? Apa kau pikir aku punya uang untuk membayarmu?" aku menatapnya jengkel.
Yoda memajukkan bibir bawahnya dan mengendik tidak peduli, "Baiklah, kita akhiri saja. Aku ada banyak sekali urusan yang lebih penting dari ini. Sampai jumpa!"
Aku melotot melihatnya benar-benar beranjak dari sana, astagah? Dia sungguhan?
"Hei! Kau bersungguh-sungguh dengan ucapanmu?" teriakku saat Yoda sudah lima langkah menjauhi selku.
Ini bahaya! Ayo Kira pikirkan sesuatu untuk menahannya!
"Kenapa?" dia berbalik, "Ah! Kau bisa membayarnya dengan tubuhmu kalau begitu." Yoda tersenyum nakal.
Dasar mesum! Tidak punya otak!
Aku mencengkeram besi sel ini dengan keras dan berteriak padanya, "Hei! Kau pikir aku menjualnya!"
"Emmm.. " Yoda mengetuk-ngetuk telunjuknya pada bibirnya tampak berpikir, "Tidak. Kau tidak punya modal untuk itu." Katanya sembari memandang tubuhku yang mengenakkan pakaian serba kebesaran ini.
"Kau! Bi—" ucapanku terpotong oleh suara gesekan sepatu para sipir. Gawat mereka datang!
Aku memandang Yoda sekali lagi, dan aku bersumpah akan menonjoknya saat melihat dia hanya tersenyum miring sembari menaikkan sebelah alisnya. Sialan!
KAMU SEDANG MEMBACA
Kira's Time Traveller
FantasíaAda banyak hal di dunia ini yang Kirana benci. Tapi, posisi nomer satu diambil oleh Pelajaran Sejarah juga Bu Maryam guru sejarahnya, lantaran Kira selalu kena hukum. Pokoknya Kira benci Sejarah. Selain Sejarah, nomor kedua yang dibencinya adalah Ma...
