Bab 5
Surat Kakek Sam untuk Anjani.
Aku galau.
Oke, kalimat barusan pasti ambigu banget buat aku yang jomblo. Tapi, aku memang sedang galau. Jomblo itu juga bisa galau tahu!
Sekarang aku sedang berada di kamar, tepatnya di atas kasur goler-goler, omong-omong setelah berkebun aku capek banget. Tapi mataku ini enggak bisa tidur lantaran penasaran setengah mati dengan buku yang aku temukan di gudang. Jadi,
Aku galau berat.
Aku penasaran tapi juga tidak bisa mengabaikan peringatan yang berada di sampul buku, terlalu terpampang nyata. Lagian, perasaanku juga jadi tidak menentu antara membukanya atau tidak. Tapi pasti ada alasannya kan mengapa ada peringatan seperti itu? Kan? Kan?
Aku mendengus kesal, lalu berbalik badan menjadi tengkurap. Aku menimang-nimang. Tanganku juga tergoda ingin membuka perekat itu. Buku ini dari pada sebagai catatan atau diary lebih mirip seperti death note alias buku kematian. Seperti sengaja dibuat untuk siapa yang berani bermain-main maka namanya akan tercatat abadi di dalam buku itu.
Aku berdecak, lagian kan itu takhayul untuk menakuti anak-anak jaman dulu. Aku ini kan Kirana, generasi milenial. Ck! Sialan, kok aku jadi kayak anak galau gini sih? Lagian apa sih isinya? Hormon adrenalinku terpacu, peduli amat kalau ini buku death note sekalipun, aku akan tetap membukanya.
Iya ayo buka cepat, Kira!
Tapi Kira, lo gak tau kan apa yang ada dibalik buku itu?
Sial kuadrat! Suara otak dan hatiku bertentangan.
Plis deh, aku kenapa jadi cupu gini sih? Ini kan cuma buku kuno yang kebetulan sampulnya hitam makannya keliatan serem kaya buku death note, selain itu ini cuma buku biasa gak lebih!
Berbekal opini di otakku yang sepertinya masuk akal, aku mengabaikan suara hatiku yang berteriak jangan.
Terlambat,
Aku sudah membukannya.
Mataku sudah takut-takut melirik buku itu, dan lihat apa yang terjadi?
Aku tersenyum meremehkan, otakku sudah sibuk menyalahkan suara hati yang katanya terlalu parno dan norak. Aku diam-diam mengangguk setuju.
Sialan! Apa sekarang aku mirip orang sinting?
Buku itu kosong pada halaman pertama, hanya kertas berwarna kekuningan dimakan usia, lalu aku buka lembar-lembar berikutnya yang membuat dahiku berkerut bingung.
JT 1470
Majapahit...
Aku kalah, karena sudah jatuh cinta padamu.
Padahal, seluruh alam semesta pun tahu, kalah tidak pernah ada dalam kamus hidupku.
Aku dan kalah, tidak akan pernah cocok untuk bersanding dalam kalimat yang sama.
Tapi, hari ini aku tahu.
Aku resmi kalah.
Olehmu, Anjani.
Sambodo.
Aku menahan napas selama membaca surat ini, jadi...
Buku ini..
Milik Kakek Sam?
Tapi, tahunnya?
1470? Bukankah ini berlebihan dan tidak masuk akal?
KAMU SEDANG MEMBACA
Kira's Time Traveller
FantastikAda banyak hal di dunia ini yang Kirana benci. Tapi, posisi nomer satu diambil oleh Pelajaran Sejarah juga Bu Maryam guru sejarahnya, lantaran Kira selalu kena hukum. Pokoknya Kira benci Sejarah. Selain Sejarah, nomor kedua yang dibencinya adalah Ma...
