Bab 30| Setelah ini Apa Selanjutnya

1K 166 30
                                        

Bab 30| Setelah ini Apa Selanjutnya




Dunia ini benar-benar kejam!

Baiklah, mungkin semua orang beranggapan bahwa aku hanya gadis kepo nan manja yang bisanya hanya bertindak sesuka hati, ceroboh, suka mengeluh, dan segudang aura negatif yang langsung menguar begitu aku melangkah. Gadis yang suka mencari masalah tanpa bisa memperbaikinya. Aku tidak akan menyangkalnya tapi kurasa itu tidak begitu benar. Sedikit.

Setidaknya pada masalah ini aku masih sempat berpikir untuk meminta maaf pada laki-laki di depanku. Aku berusaha kan? Tapi, apa harus dia marah-marah padaku seperti tadi? Menunjuk-nujuk seolah aku adalah sumber kesialannya? Dia datang menolongku memang aku yang memanggilnya bahkan memohon untuk menyelamatkanku sehingga dia sampai mendapat luka. Jadi, harusnya aku tahu diri dengan nggak usah banyak menuntut dan turuti saja semua titahnya?

Ugh.

"Ekhem.." dehemku memecah keheningan hutan ini.

Ngomong-ngomong aku rasa Yoda membawa kami masuk lebih dalam ke hutan aku tidak tahu kenapa rasanya tidak selesai-selesai, maksudnya kenapa dari kemarin rasanya tidak ada jalan keluar? Tanpa sadar aku menelan ludah gugup. Apa ini akan baik-baik saja? Bisakah aku mempercayakan hidupku padanya?

Oh sial. Suaraku tadi rupanya hanya dianggap angin lalu. Yoda masih terus berjalan tanpa mau menoleh sedikitpun.

"Ekheeeemm." dehamku lebih panjang.

Aku berjalan dua kali lebih cepat, melirik Yoda dari arah samping dia benar-benar tidak tersentuh. Apa kesalahanku sefatal itu? Tapi aku kan memang sering bersikap menjengkelkan, kenapa dia baru marah sekarang hanya karena aku memaksa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi?

Atau, suasana hatinya saja yang sedang buruk?

"Y-yoda." Sapaku mencicit. Aku nggak tahu kenapa suaraku seperti itu sumpah!

Aku mendelik karena Yoda sungguhan mengabaikanku!

Aku memejamkan mata, menahan sabar. Baiklah orang ini.

"Hei Kisanak! Tunggu!" teriaku cepat. Aku benar-benar kehilangan akal supaya Yoda tidak mengabaikanku. Aku berlari menyusul pemuda itu, mendahuluinya dan berdiri di depannya. Menghadang jalan cowok yang mendadak bisu itu.

"Tuan Yoda aku sungguh minta maaf atas perbuatanku!" aku memejamkan mata tapi terus melanjutkan, "aku mohon maafkan aku, aku berjanji mulai detik ini aku akan mematuhi semua perintahmu dan menjauhi segala laranganmu, t-tapi aku mohon jangan abaikan aku!" aku menangkupkan tangan tanda sungguh-sungguh meminta maaf.

Aku menggigit bibir merasakan dia membuang napas panjang sembari menggumam, "Apalagi ini..."

"Hei, kau pikir aku Dewa sampai kau harus mematuhi segala perintahku dan menjauhi laranganku?!" katanya tidak santai.

Perlahan aku memberanikan diri mendongak, mengerucutkan bibirku, "Ya pokoknya aku minta maaf."

Yoda menyeringai tipis, "Jadi sudah tahu letak kesalahanmu?"

Sial. Jadi pemuda ini marah betulan? Dia... merajuk?!

Tapi demi membuktikan aku bersungguh-sungguh aku mengangguk mantap, "Sudah, aku berjanji akan selalu mendengarkanmu tanpa membantah dan banyak tanya. Tapi jangan diam begini."

Pemuda di depanku menaikan sebelah alisnya dan bertanya, "Kenapa?"

"A-aku hanya tidak suka-"

"Apa aku harus memahami kau suka atau tidak?" potongnya sengit.

Sabar Kira..

"Tidak. Tidak perlu." Ucapku mengalah. Setidaknya aku harus mendapatkan kembali moodnya.

Kira's Time TravellerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang