Bab 20| One Day with You

695 117 0
                                        

Bab 20

One Day with You.





Aku membuka mataku melihat sekeliling, masih pagi. Aku kembali memejamkan mata, menguap selebar kudanil lalu meregangkan otot, gila nikmat banget.

Mataku mengerjap mendapati ada siluet orang di kamar ini, kukucek mata dan bukannya hilang malah makin jelas. Rasa kantuk lenyap entah kemana kini berganti ngeri. Bagaimana mungkin ada orang di kamar ini selain aku?!

"HUAAAA!"

Kontan saja aku menjerit, beringsut menjadi duduk menarik selimut tipis untuk membungkus tubuhku.



BISA-BISANYA NARESH SUDAH DUDUK DI SANA!

"Apa kau selalu begitu?" tanyanya santai.

Aku memicingkan mata curiga, "Begitu bagaimana?!"

Aku sudah benar-benar sadar sekarang. Dia ini kenapa sih? Apa sopan masuk ke kamar seseorang tanpa ijin?

"Kau.. Kau.. Kenapa pagi-pagi buta sudah berada di sini?!" lanjutku masih curiga. Aku menunduk memeriksa baju, lalu bernapas lega, aku masih mengenakan pakaian semalam.

"Pagi buta? Hei, coba lihat jendela, apa masih pagi buta?"

Aku menolehkan kepala ke arah jendela dan benar saja, ini sudah siang. Gila.. Bagaimana bisa aku bangun sesiang ini? Lalu, dimana Puri? Kenapa malah orang ini yang berada di sini?

"Masih pagi, Tuan Putri?"

Sial, aku tahu dia menyindirku.

Dengan kikuk aku menyingkirkan selimut di tubuhku, melipatnya rapi.

"Sebelumnya.. Aku tidak pernah bangun sesiang ini kok."

Karena Puri selalu membangunkan aku, lanjutku dalam hati. Mana tahu kan pagi ini malah tamu tidak diundang yang datang.

"Apa?"

Aku menoleh padanya bingung, "Apanya yang apa?"

Seakan tahu bahasa tubuhku dia melanjutkan, "Apa aku bertanya kau biasa bangun jam berapa?"

Pluk!

Napasku terengah-engah saat sebuah bantal mendarat di wajah Naresh. Aku tahu sekarang dia pasti sedang memelototiku, tapi aku tidak peduli. Ini kamarku jadi ini daerah kekuasaanku.

"Kau!" bentaknya marah.

Tapi aku tetap tidak peduli, dengan cepat aku berlari menuju kamar mandi.

"Rasakan!" teriakku sebelum menutup pintu.






...


Tubuhku sudah segar dan wangi, hm.. Kira-kira apa sih yang orang istana gunakan untuk membuat wewangian ini? Ah tidak mau ambil pusing aku membuka pintu, dan terkejut mendapati Naresh masih duduk tenang di meja riasku. Huh? Dia itu mau apa sih sebenarnya?

Aku mengabaikannya, masuk ke dalam ruang ganti, membuka jubah mandiku dan mulai sibuk memakai korset. Serius deh, korset ini membuang banyak waktuku. Modelnya itu bukan seperti kain panjang yang dililitkan di perut dan berlapis-lapis tapi yang berbahan karet dan dicatokkan di belakang.

Aku berdecak, sial kenapa susah sekali sih. Berkali-kali aku harus menoleh ke cermin untuk memastikan aku tidak salah saat mencatokannya, tapi tak kusangka aku akan kesusahan begini. Lagipula dimana sih Puri itu? Tidak biasanya dia datang terlambat.

Aku menolehkan lagi kepalaku ke cermin, susah banget karena kepalaku tidak bisa berputar 360 derajat. Entah kesialan apa lagi tapi jumlah catokan itu banyak sekali dan kecil-kecil pula!

Kira's Time TravellerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang