Bab 29| Nakal

824 129 18
                                        

Bab 29

Nakal.




Dulu waktu aku masih menginjak bangku SD aku sering ketahuan melakukan hal-hal memalukan. Aku pernah kepergok kentut di jam pelajaran oleh kawan sebangkuku, saat aku SMP pernah dihukum berdiri di depan kelas, bahkan kebiasaan itu masih aku lakukan sampai aku SMA khusus di kelas Bu Maryam. Tentu saja aku malu, tapi aku tidak pernah semalu ini karena mengintipi pria mandi! Yang paling parah ketahuan pula!

Rasanya aku ingin mengganti wajahku! Sial.

Aku pura-pura sibuk merapikan barangku atau apapun yang penting terlihat sibuk. Saat mendengar langkah kaki mendekat, jantungku berdegup kencang. Bagaimana aku harus menghadapi Yoda? Apa dia akan mengejekku?

Tuhaaaaannn...

Aku semakin menundukkan wajah saat tidak lagi terdengar langkah cowok itu, kurasa dia tengah berdiri di belakangku. Aku tahu karena rasanya punggungku panas ditatap terus menerus.

Gerakanku terhenti melihat tidak ada apapun lagi yang perlu aku bersihkan, aku menelan ludah gugup. Apa aku perlu pura-pura menghitung debu?

"Kau sedang apa?"

Aku berjengit saking kagetnya. Dari nada suaranya yang tampak santai apa aku boleh berharap Yoda tidak berfikiran macam-macam tentangku dan bersedia melupakan kejadian memalukan itu karena dia sudah terbiasa mendapat hal semacam itu.

Diintip gadis saat mandi apakah itu hal yang wajar?

"Hei?"

Kini aku betulan terjengkang andai saja Yoda tidak menggapai tanganku. Ya bagaimana? Pemuda itu tiba-tiba saja sudah berada di depan hidungku! Bagaimana bisa aku nggak sadar sama sekali?!

"Kau melamun? Pagi-pagi begini?" tanyanya masih dengan posisi yang sama, berjongkok.

Cepat aku melepaskan tanganku yang masih digenggam Yoda, "Aa-aku tidak sedang melamun kok!" bantahku melawan gugup seraya mundur memberi jarak. Mataku memandang was-was saat Yoda malah memilih duduk di sebelahku.

Lalu senyum menyebalkan tercetak di wajahnya, "Apa kau sedang membayangkan sesuatu yang nakal?" tanyanya sembari menopang dagu. Menaruh fokusnya padaku.

Aku melotot mendengar ucapannya yang frontal, "Kau pikir tubuhmu sebagus itu sampai aku harus membayangkannya?!" ucapku benar-benar senewen.

Yoda membulatkan matanya pura-pura terkejut, "Aku tidak mengatakan bahwa yang ada di bayanganmu itu aku, aaaahh jadi betulan kau yang mengintip saat aku mandi?" tanyanya dengan senyuman nakal yang sumpah aku benci banget!

"Hei!" Aku kehabisan kata untuk membalasnya, rasanya wajahku panas karena menahan malu.

"Apa?"

"Beraninya kau menuduhku! Aku tidak mengintipmu!"

"Kau mengintip." Putusnya keras kepala.

"Aku tidak melakukannya!"

"Kau melakukannya."

"Sudah aku bilang, aku tidak sengaja melakukannya! Kau pikir aku gadis mesum yang suka mengintip seseorang mandi?!"

Dadaku naik turun saat mengatakannya. Aku benar-benar kesal padanya, iya si kurasa aku memang mengintip tapi kan itu nggak sengaja. Lagipula tubuhnya itu nggak ada bagus-bagusnya kok. Hnnggg... Sekonyong-konyong bayangan punggung tegap itu melintas di benaku. Sial, itu punggung terbaik yang pernah aku lihat.

Lalu tawa di sebrang sana membuyarkan lamunanku. Cepat kutolehkan wajahku ke sana dan mendapati dia sedang tertawa terbahak-bahak. Sebentar, dia menertawakanku ya?!

Kira's Time TravellerCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang