"Nonu... daddy ga bisa.." Mingyu sengaja memundurkan langkah nya agar tidak terlaly dekat sang anak.
"Please-hh daddy!" Wonwoo merangkak mendekat ke arah Mingyu. Bagian bawahnya sangat sakit. Dia tidak pernah mengenal rasa sakit itu.
Wonwoo menitikkan air mata nya, perih dan panas. Semua rasa sakit menimpa nya. Dia sengsara dan tidak tau bagaimana menyembuhkannya.
"Daddy! Panggil dokter daddy... hiks.. nonu sakit daddy.. hikss sakitt ahhhh" Wonwoo terus menangis dan menekan perut dan bagian bawahnya.
Melihatnya begitu menderita, Mingyu langsung menggendong nya ke ranjang. Membuka seluruh pakaian yang masih tersisa di tubuh Wonwoo.
"Dad..please ahhh help me!" Wonwoo terus mendesah kesakitan. Juniornya begitu tegang, sakit sekali.
"Daddy minta maaf sayang.." setelah mengucapkan kata tersebut, Mingyu lalu mengulum junior Wonwoo. Ia memasukkan junior Wonwoo ke dalam mulutnya, menjilatnya lalu mengocoknya dengan pelan namun teratur.
"Aaahhhh~ daddy ahhh pleasee"
Wonwoo mendesah antara kesakitan dan kenikmatan.
"D-daddy lagi..ughhhh"
Mingyu mengocok dengan kencang sambil mengulumnya.
"Ahhhh ahhh daddd ahhhhhh"
Mingyu kemudian menjilat bagian dalam paha nya dan terus mengocoknya dengan tangan kanan nya. Wonwoo mendesah semakin kencang, sekarang tanda kenikmatan yang ia rasakan.
"Ughhh daddd~ gelii ahhhh hhhhh hmmm"
Mingyu kemudian menggigit selangkangan nya lalu mengulum juniornya lagi.
"Dadddd nonnuu ahhh hhhhghhh nonu mau pipisss aaaaaah~"
Wonwoo mencapai klimaks nya, dia terbaring lemah. Wajahnya memerah dan berkeringat.
"Hhhh dadd...nonu.. ughhh"
"Sst...tidurlah.." Mingyu mengelus lembut kepala Wonwoo lalu mengecupnya.
Wonwoo yang sudah lemas kemudian memejamkan matanya dan tertidur.
Setelah beberapa menit, Mingyu kemudian membersihkan tubuhnya dan memakaikan kaos putih miliknya tanpa celana. Wonwoo seksi sekali, dia terlihat seperti model di majalah gay. Putih bersih mulus dan wangi.
.
.
.
Setelah restoran tutup, Mingyu kembali ke atas dan mengecek Wonwoo. Apakah anaknya itu sudah bangun atau masih terlelap dalam mimpi indahnya.
"Nonu...." Mingyu melangkahkan kaki pelan ke dalam kamarnya.
Ternyata Wonwoo masih tertidur. Kelihatan lelap sekali. Mingyu kemudian berbaring di sebelah Wonwoo sambil mengelus rambutnya.
"Nghhh" Wonwoo menggerakkan badannya ke arah Mingyu lalu menidurkan kepalanya di dada Mingyu.
"Sayang..sudah bangun?" Mingyu bertanya dengan pelan.
Tidak ada jawaban dari Wonwoo. Mungkin hanya mengigau.
Mingyu mengelus kepalanya dengan lembut, penuh kasih sayang. Kemudian memeluknya dan mencium keningnya.
Jika ada yang melihat ini mereka semua akan berpikir bahwa mereka adalah sepasang kekasih.
Rrrrrrrrr
Rrrrrrrrrrrrr
"Yeobosseyo.."
"Ada apa seok?" Ternyata Seokmin yang menelepon.
"Wonwoo tidak apa-apa?"
"Sedang tidur, wae?"
"Tidak, hanya saja tadi dia meminum darah golongan darah O. Itu punyaku."
"Haaahhh....Akan kubayar.."
"Bukan!! Darah O itu manis, mungkin Wonwoo menyukai darah yang manis."
"Seok! Kalau bisa lbh baik dia ga minum darah seperti kita"
"Why? Mingyu...dia itu half blooded! Tentu saja dia akan menyukai darah seperti kita."
"Ssstt! Dia sedang disampingku.."
"Oh? Mianhe~ tapi suatu saat kamu harus memberitahunya! Umur 17 adalah waktu yang pas!"
"Seok..dia itu masih kecil. Jangan sampai dia mulai memburu.."
"Selama persediaan masih ada, dia tidak akan memburu gyu!"
"Tapi......ahh sudahlah!"
"Mungkin untuk beberapa hari ini jangan kasih sekolah dulu gyu! You-know-why!"
"Hm..yes thanks.."
"Take care, jangan terlalu nafsu! Hahaha!"
"Stfu! Bye!"
Mingyu lalu menutup telepon, menghentikan percakapan dengan sahabatnya yang mulai ngawur itu.
To be continued....
KAMU SEDANG MEMBACA
My Vampire Daddy (Meanie)
Hayran Kurgu"Daddy..Nonu itu siapa?" "Milik daddy.." 🚫 WARNING 🚫 RATED M Mereka milik Pledis, cerita milik saya ENJOY!! :) © 2020 Cinnawonroll
