"Chae apa kau baik-baik saja?" Tanya jimin yang khawatir melihat chae hanya diam saja sejak kedatangan chanyeol.
Chae tersentak, "hah?" Wanita itu terlalu menunjukkan raut kagetnya. "Pabo chaeng." Batin chae.
Dia kemudian berusaha tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.
"Oppa apa di sini ada toilet?" Lisa merengek pada jimin.
"Eoh itu di sana sepertinya ada toilet. Ayo kuantar." Ucap jimin pada lisa.
Lisa langsung menarik jimin segera ke toilet dan meninggalkan chae dan chanyeol berdua.
"Ehmmm." Chanyeol membuka suara.
"Chaeng apa kau ingat aku?"
Chae langsung menoleh pada chanyeol dan mengangguk.
"Apa kau marah padaku chaeng?" Tanya chanyeol.
Chae hanya menggeleng sebagai jawaban." Ohh apa ini dia bahkan masih ingat panggilan chaengnya itu padaku" Ucap chae dalan hati.
"Apa kau tidak mau bicara lagi padaku?" Tanya chanyeol dengan nada lirih.
"Aniyaa." Jawab chae cepat.
"Aku hanya tidak tahu harus bicara apa padamu." Chae menunduk.
"Miyane chaeng. Aku telah berani menyakitimu. Miyane, aku memang pecundang." Chanyeol menunduk malu.
Chae hanya diam, dia sangat gelisah sekarang. Disatu sisi dia masih menyimpan rasa pada chanyeol dan disisi lain dia sudah mencoba melupakan lelaki ini dan membuka hati untuk jimin yang telah menyelamatkannya.
Chanyeol adalah kekasih chae, dia juga cinta pertama chae tapi lelaki itu tiba-tiba pergi menghilang tanpa sebab.
Hal itu membuat chae harus berusaha menghidupi dirinya sendiri yang sebelumnya chanyeol lah yg memberinya uang karena memang hubungan mereka sudah ditahap serius. Tapi hal itu malah membuat chae sangat bergantung pada chanyeol.
Hingga akhirnya chae mulai kehabisan uang untuk menghidupi dirinya yang memang sebatang kara karena ditinggal orang tua nya pergi ,dan malah menyerahkannya pada jongin yang katanya akan memberinya pekerjaan.
Tapi hal itu ternyata hanya jebakan jongin. Dia bukannya ingin memberi chae pekerjaan melainkan ingin menjualnya pada lelaki bejat dengan harga yang tinggi.
Dan beruntungnya chae malah diselamatkan oleh lelaki baik seperti jimin. Dijaman sekarang mana ada yang gratis. Tentu semua harus dibayar kembali.
Chae cukup mengerti maksud jimin membayar kembali itu adalah dengan menjadi kekasihnya tapi mana mungkin chae bisa langsung jatuh hati tiba-tiba pada orang asing. Percayalah semuanya butuh proses.
Jackpot!! Apa lagi sekarang. Takdir sepertinya mempermainkan chae. Chae malah dipertemukan lagi pada cinta pertamanya disaat dia sudah mulai membuka hati untuk jimin. Semua ini membuat chae frustasi.
🌹🌹
Hari ini chae mendapat banyak kejutan. Tadi dia bertemu mantan kekasihnya sekarang dia harus tinggal seatap dengan mantan kekasihnya. Sepertinya memang benar takdir sedang menguji seorang park chaeyoung.
Yang benar saja, lisa meminta chanyeol untuk tinggal bersama di rumahnya ini. Dunia benar-benar sempit.
Chae mengurung dirinya di kamar agar tidak berpapasan dengan chanyeol. Dia pikir pasti akan canggung.
sekarang chae mendengus pasrah karena, air di kamarnya habis sedangkan tenggorokannya kering saat ini. Chae terpaksa turun untuk mengambil air minum. Dia mengendap agar tidak ada yang mendengarnya. Dia seperti maling saat ini.
Saat sampai di dapur chae langsung menuang air kegelasnya dan meneguk habis air itu tanpa sisa.
Tiba-tiba sebuah tangan melingkari perut chae yang sontak membuat chae tersedak.
Chae menegang. Dia merasakan lehernya yang dicium dan diendus oleh lelaki yang sedang memeluknya ini.
Entah mengapa badan chae seolah kaku. Dia tidak dapat bergerak. Menolak pun tak bisa,chae hanya pasrah menikmati setiap sentuhan dari seseorang yang memeluknya. Chae tahu siapa pelakunya.
Tubuh chae kembali menegang saat seseorang itu berbisik ditelinga sambil sesekali menggigit cuping telinga chae.
"Aku merindukanmu chaeng!"
To be continued......
