Jimin tidak menjawab, ia hanya diam saja dari tadi
Chae merasa ia salah menanyakan hal ini, karna sepertinya gadis tadi pasti masa lalu jimin, chae dapat melihat tatapan kecewa yang jimin tunjukkan saat bertemu gadis itu tadi.
Chae menyerah menunggu jawaban jimin, ia memalingkan wajahnya dan menatap kosong kearah jalanan.
Jimin tersadar dari pikirannya tentang seulgi. Ia menatap wajah chae dari samping. Jimin merasa sakit hatinya masih belum hilang,tapi mulai sekarang ia harus menghilangkan rasa sakit hatinya itu karna ia sudah mulai sangat mencintai chae.
Bagaimanapun juga jiminlah yang terlebih dahulu memulainya dengan membawa chae kerumahnya dan jimin cukup peka kalau sebenarnya chae sudah mulai menyukainya. Tetapi dengan kedatangan seulgi,jimin merasa hatinya kembali goyah.
Ya dahulu jimin sangat sangat mencintai seulgi,sampai jimin mengetahui kalau seulgi hanya memanfaatkannya pun jimin masih ingin memberi kesempatan. Tetapi seulgi menolak mentah-mentah kesempatan itu dan lebih memilih bersama taehyung.
Sakit memang tapi itulah jimin, ia tidak mudah melepaskan wanita yang sudah menjadi miliknya. Ya mungkin itu berlaku juga untuk chae sekarang.
........
"Chae".
Chae menoleh pada jimin.
"Miyane.......aku sudah memaksamu tinggal dirumahku dengan mengancam soal uang yang kuberikan pada jongin". Jimin menatap dalam mata chae.
"Aniya, aku sudah tidak memikirkan itu lagi". Ucap chae dengan senyum tipis
"Benarkah?, apa kau tidak marah karna aku selalu mengancammu soal itu?". Tanya jimin
Chae mengangguk sambil tersenyum.
"Apa kau tidak mengerti jimin-ah, aku menyukaimu". Ucap chae dalam hati.
"Baiklah, apa kau lapar chae?". Tanya jimin
"ah ne". Sahut chae masih dengan senyumnya
"Ayo kita makan diluar". Ajak jimin
....
Mereka berdua pergi untuk makan direstoran.
"Eoh jimin-ah". Panggil seseorang dari arah belakang jimin.
Jimin menoleh dan mendapati seulgi yang tersenyum kearahnya.
Seulgi menghampiri meja chae dan jimin.
"Ah bolehkah aku duduk disini juga kebetulan aku datang sendiri kesini". Ucap seulgi masih dengan senyumannya.
Chae melirik jimin untuk melihat reaksinya tetapi jimin dari tadi hanya diam.
Seulgi yang tahu situasi canggung karna kedatangannya mulai menatap chae yang duduk dihadapan jimin.
"Eoh apa kau temannya jimin?". Tanya seulgi pada chae.
Chae hanya mengangguk
"Aku seulgi,mantan kekasih jimin". Ucap seulgi dengan percaya dirinya dan mengulurkan tangannya pada chae.
Chae memang dari awal sudah menduga kalau wanita bernama seulgi ini mantan kekasih jimin.
Saat chae hendak membalas uluran tangan seulgi, ia langsung ditarik jimin pergi.
Chae terkejut dan berusaha melepas tangannya dari jimin. "Waeyo?" Tanya chae bingung dengan sikap jimin
Jimin menghela napas kasar, ia sangat benci harus berhadapan lagi dengan seulgi.
"sebaiknya kau jauhi dia chae!". Ucap jimin memerintah
"Wae? Apa karna dia mantan kekasihmu? Diakan hanya mantan kekasihmu lalu kenapa, apa kau masih menyukainya? Tanya chae dengan wajah kesal
Jimin bingung melihat chae yang kesal hanya karna ia menyuruh untuk menjauhi seulgi.
"Chae kenapa kau kesal?" Tanya jimin
"Aishhh lupakan saja!". Chae berlalu meninggalkan jimin.
Jimin tersenyum melihat tingkah chae yang menggemaskan.
Chae berjalan cepat meninggalkan jimin yang masih diam ditempatnya
"Dia bahkan tidak mengejarku, apa dia akan kembali bersama seulgi........apa dia akan meninggalkanku begitu saja,lalu sejak awal kenapa dia memaksaku tinggal dirumahnya...... aishh kalau sampai seperti itu aku menyesal sudah menyukainya". Gerutu chae sambil terus berjalan tanpa tahu tujuan.
Karna sibuk dengan pikirannya chae berjalan tanpa melihat sekitarnya, akhirnya ia menabrak seorang lelaki yang membuatnya jatuh terduduk
To be continued....
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.