Kakak kelas #16

1.3K 47 11
                                        

"Aku mohon, kita gak usah janji kalau pada akhirnya kita nyakitin satu sama lain. Aku cuma minta kamu terus disini sama aku." –Lisa Yadisari.

∆∆∆

Lisa berjalan dengan Angga namun keduanya saling terdiam, kini Lisa tak tau harus apa, Lisa yang jahat atau memang Lisa tak tahu malu karna sudah merebut gebetan sahabatnya sendiri.

"Lo gak salah" Ucap Angga tiba-tiba.

Lisa menatap Angga dengan bingung, "Lo baca pikiran gue?"

"Gak. Tapi dari raut wajah Lo, lo merasa salah banget"

Lisa kembali diam dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

"Gue punya tempat yang bagus banget, Lo mau ikut gak?" Tanya Angga.

"Boleh"

Angga menggenggam tangan Lisa dengan erat, Lisa hanya diam. Pikirannya masih kacau.

"Udah dong jangan cemberut mulu, terlalu larut dalam kesedihan gak bagus loh" Ucap Angga mencoba menghibur Lisa.

Lisa masih enggan bicara, "nih tempat nya" Ucap Angga.

Saat Lisa menaikan kepala nya sedikit, "wahh bagus banget, Lo tau darimana tempat kayak gini? Sumpah bagus banget, gue dari dulu pengen punya rumah pohon" Ucap Lisa dengan wajah yang sangat bahagia.

Bikin Lo bahagia gampang ya, pake cara sederhana aja udah bahagia banget -Batin Angga.

"Oiya sebentar Lo duduk di bangku itu gue mau ambil sesuatu"

Lisa mengiyakan ucapan Angga, ia duduk sambil melihat pemandangan di depannya sangat indah bahkan Lisa melupakan masalah yang ada di hidup nya.

"Nih" Angga datang dengan dua cup eskrim.

"Ini rasa apa?" Tanya Lisa yang menunjuk eskrim berwarna kuning kecoklatan.

"Itu Caramel khusus buat Lo" Jawab Angga.

"Serius? Ihh makasih, kok Lo tau si gue suka Caramel"

"Tau lah,"

"Lo tau gak?" Tanya Angga.

"Gak"

"Gue berharap banget kalo ada orang yang selalu nemenin gue, hibur gue, dan selalu ada di saat gue susah maupun senang" Ucap Angga sambil menatap Lisa.

"Dulu gue pernah punya pacar, dia cantik, lucu sama kayak Lo" Lisa mulai tertarik mendengarkan cerita dari Angga. "Tapi, dia pergi begitu cepat dia ninggalin gue tanpa pemberitahuan apa pun" terlihat jelas di wajah Angga yang sangat sedih itu.

"Emang dia kemana? Kok Lo sampe sedih gitu?" Tanya Lisa.

"Dia beda alam sama gue"

"Maksud Lo meninggal?" Tanya Lisa kaget.

"Iya" Jawab Angga dengan suara serak karna harus menahan rasa sedih nya.

"Dia meninggal karna apa?" Rasa ingin tahu Lisa muncul lagi.

"Karna sakit leukemia stadium 4, dan dia gak pernah kasih tau gue tentang penyakitnya, gue ngerasa gak bener jagain dia, seharusnya gue ada pas dia lagi melakukan operasi, tapi gue malah sibuk nongkrong sama sahabat-sahabat gue, gue bego banget kan Lis" Penjelasan dari Angga membuat hati Lisa jadi tak tega karna yang ia pikirkan Angga adalah orang yang tak pernah kehilangan seseorang.

"Jangan sedih gitu ah, ntar nambah jelek" Ucap Lisa dengan nada meledek.

"Kok songong?"

"Kan Lo Ndut haha"

"Dasar bocil"

"Lo gak punya penyakit kan?" Pertanyaan Angga membuat Lisa diam mendadak.

"Emang kenapa?" Tanya Lisa gugup.

"Seandainya Lo punya Lo harus kasih tau gue biar gue tau apa yang harus gue lakuin" Jawab Angga.

"Ohh gitu, oh ya btw udah sore nih, mau pulang sekarang atau nanti?" Tanya Lisa.

"Bentar gue mau bikin janji dulu"

"Gue gak suka janji"

"Kenapa?" Tanya Angga bingung.

"Karna janji hanya menghasilkan penghianatan atau bisa juga di sebut ingkar" Jawab Lisa.

"Gue janji akan terus setia sama Lo, dan akan selalu ada di sisi Lo" ucap Angga tersenyum hangat.

"Aku mohon, kita gak usah janji kalau pada akhirnya kita nyakitin satu sama lain. Aku cuma minta kamu terus disini sama aku."

"Iya sayang" ucap Angga sambil mengelus kepala Lisa dengan lembut.

∆∆∆

"Woy! gue galau" Teriak Rey di balkon rumah nya, tepat sekali rumah Rey berada di depan rumah Lisa karna kemarin baru saja ia pindah rumah tanpa memberi tahu Tetangga nya itu. Ya, maksud dari tetangga itu adalah Lisa.

"Heh tetangga! Kalo galau tuh jalan-jalan Sono sama lonte, jangan ganggu orang tidur!" Teriak Lisa dari arah balkon rumahnya.

"Sakit hati aa, neng Lisa, tega sekali dirimu menyuruhku pergi dengan lonte"

"Yah drama, Sono deh Lo pindah rumah lagi, gue mau tidur bye!"

"Good night Lisa" Teriak Rey dan untuk yang sekian kali nya.

Jantung Rey berdetak lebih cepat lalu ia memegangi dada nya, "wahai jantung mengapa dirimu ini berdetak lebih cepat, apakah ada hantu di sana"

Rey senyum-senyum sendiri gak jelas, "gila ini gue kayak nya"

"Emang Abang gila kan" seseorang menyahut dari arah belakang Rey. Ia menengok dan menemukan seseorang, "Setan!" Orang itu hanya cengengesan.

"Ini aku, bang" Ucap anak kecil yang berada di hadapannya, itu adalah adik Rey yang bernama Cila.

"Bukan setan?" Tanya Rey.

"Bukan lah, punya Abang kok bego banget" celetuk Cila.

"Belajar dari mana kamu ngomong kayak gitu" Tanya Rey marah.

"Ihh jangan marah, ntar Cila bilangin mamah nih" Adu Cila.

"Ngapain kamu kesini? Ganggu aja"

"Tadi Cila denger bang Rey ketawa-ketawa sendiri karna Cila takut bang Rey kesurupan jadi Cila ke kamar bang Rey deh"

"Dih songong banget"

"Biarin wleee" Dan Cila pun langsung lari meninggalkan kamar Rey.

Rey hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum, "untung adik gue Lo, coba kalo bukan gue sumpel kaos kaki si"

-

-

-

-

-

#maap jrg update huhu:" jgn lupa vote and komen yaw:* see you♡

KAKAK KELAS [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang