Happy Reading🍃🍃🍃
.
.
."Brengsek !!!! mati saja sana" Teriak Umji pada seseorang dihadapannya.
"Sudahlah Umji, dia tak sengaja. Bukankah begitu oppa" Ucap Yuju.
"Maafkan aku jangan pukul aku. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi" Ujar DK sambil menundukan kepalanya pada Umji yang sedang duduk didepannya.
"Sialan, akan ku colok matanya itu dengan jari tanganku sendiri" Geram Umji lagi.
"Hey sudahlah chagi, bocah itu tidak akan betah diluar. Sebentar lagi dia pasti pulang" Ujar V yang tiba-tiba muncul dan duduk dikursi meja makan mereka.
Sekarang Umji, Yuju, DK dan V sedang menunggu makan malam mereka. Ini sudah jamnya makan malam dan tak lama Ny. Son membawakan banyak makanan bersama pelayan lainnya.
"Terima kasih makanannya" Ucap Yuju sopan dan setalahnya para pelayan itu pergi.
Wajah Umji masih kesal, dia sangat marah hari ini karena Sinb salah satu teman serumahnya dirumah milik V ini tiba-tiba pergi setelah mengobrak abrik isi kamarnya.
"Berhentilah marah dan cepat makan" Perintah V pada Umji dan Umji langsung menurutinya.
🍃🍃🍃
Jam sudah menunjukan pukul 23:32 KST, malam ini seakan gelap gulita karen bulan dan bintang enggan untuk menampakan dirinya dilangit malam yang begitu sepi seperti ini.
V masih terlihat duduk dikursi meja belajarnya dengan earphone bertali putih yg menyumpal kedua telinganya. Sesekali V tersenyum mendengar alunan suara yang keluar dari earphone yang bersambung pada layar didepannya tersebut.
Tok...tok...tok...
Suara ketukan didaun pintu kamarnya yang membuat dia mengerutkan keningnya sebal. Lalu melepas earphonenya dan berjalan santai untuk membukakan pintu untuk orang tersebut.
Seorang gadis dengan noda darah didress putih selututnya terlihat cukup lesu dengan wajah pucat sambil memegang sebuket bunga mawar putih dipelukannya.
"Dari mana saja kau, Umji mencarimu dari tadi ?"
"Hey apa dress penuh darah seperti itu sedang trend, kenapa kau diam saja Hwang Eun Bi ?" Lanjut V sambil menelusuri setiap inci tubuh Sinb.
"Dia meninggal didepan mataku"
"Dia menghembuskan nafasnya dipangkuanku"
"Dia telah tiada, dia sudah dikremasi tadi sore"
"Dia..." ucapan Sinb terhenti saat sebuah suntikan dikeluarkannya dari sela-sela buket yang ai peluk, dan dipegangnya tepat didepan wajahnya.
Seketika dia tersenyum melihat suntikan itu dan menghelah nafas lega.
"Aku berhasil membunuhnya oppa" sedang smirknya.
🍃🍃🍃
Pukul 07:20 KST, Sinb sedang duduk dikursi meja makan seperti biasanya. Ia menyantap sarapannya yang sudah disiapkan oleh Ny. Son beserta pelayan lainnya.
Yuju dan DK terus menatap Sinb yang duduk berhadapan dengan mereka.
"Sinb-yaa...." belum sempat Yuju meneruskan ucapannya, seketika Umji datang dan langsung memukul wajah Sinb sampai dia meringis sakit bahkan sisi bibirnya agak robek dan seketika membiru.
"Yaaakkk.... Hwang Eun Bi kemana saja kau ?" Teriak Umji.
"Kau tahu aku mencarimu"
"Dan asal kau tau kamarku sangat berantakan karenamu !"
"Kemana kau membawa obat bius dan suntikanku ?"
"Aku tahu kau pasti yang mecurinya !"
Umji terus bicara sambil tatapannya tajamnya pada Sinb.
"Ayo jelaskan.... ceritakan apa yang kau perbuat semalam sampai kau pulang sangat larut" kata Umji duduk dikursi meja makan menghadap Sinb.
Flashback on.
Sinb pov.
Dia kekasihku, perkenalkan namanya Seok Gyu dia keturunan china-india walaupun matanya sipit dan wajahnya sangat oriental tapi warna kulitnya sedikit gelap seperti khas orang Asia.
Aku menyukainya ? jelas tidak. Lalu mengapa aku mengencaninya bahkan bilang sangat mencintainya, apa karena harta ? Bukan sama sekali aku bukan gadis mata duitan yang hanya ingin harta, lalu mengapa aku mengencani lelaki yang lebih tua 2 tahun dariku itu. Itu karena aku ingin membunuhnya, karena aku ingin melihat dia mati.
Saat pertama kali bertemu dengannya 4 tahun lalu sebagai kakak kelasku aku sudah mengincarnya, mengincar untuk melihatnya mati dipangkuanku dan melihat tubuh pucatnya diranjang dingin dalam kamar mayat.
Dia anak piatu, ibunya meninggal saat melahirkannya dan ayahnya tinggal dichina. Dia hanya sebatang kara disini, dan saat itulah aku masuk untuk membuatnya sadar betapa indah hidup ini.
Dan aku merubahnya menjadi seorang yang tidak lagi kesepian, aku merubahnya menjadi seorang pemabuk dan perokok. Aku membuatnya untuk mengkonsumsi narkoba, aku ingin membuat dia menjadi seorang pecandu.
.
.
.Sun, 14 June 2020.
Sorry for typo...Enjoy guys....

KAMU SEDANG MEMBACA
My Only One Key
Fanfiction-Disaat Jungkook yang kesepian bertemu dengan Yewon yang perhatian.... "Setidaknya aku masih punya satu kunci kebahagian yaitu dirimu, untuk membuatku membuka pintu kegelapan yang sudah sejak lama tertanam"....rintangan akan itu hanya satu yaitu Tae...