30. Pengkhianat Harus Mati

168 16 0
                                        

Happy Reading🍃🍃🍃

.
.
.

V baru saja keluar dari ruang bawah tanahnya, dia baru saja latihan menembak. Dan dia keluar dengan sangat senang dan bersemangat.

"Oppa bukannya Sowon bersamamu tadi ?" Tanya seseorang.

"Dia sudah mati"

"Kau membunuhnya ?" Penasarannya.

"Aku menjadikannya target diruang tembak" sahut V santai.

"Karena dia pengkhianat ?"

"Penghkianat harus mati" jawab V lalu menimum air mineral dari botol dikulkas yang dia buka.

"Bunuh pengkhianat lain malam ini" lanjut V sambil melirik gadis itu dan dia mengeluarkan smirk nya.

.
.
.

"Hyung aku ingin bebas" kata Jimin menghadap V.

"Baiklah... kau boleh pergi"

Jimin keluar dari ruangan V, dia merasa sangat lega karena sesuai perjanjian di saat dia belum 6 bulan bergabung dengan V dia bisa bebas dan Jimin sangat senang malam ini.

"Jimin... Kau ingin pergi ?" Tanya Sinb saat Jimin baru membuka pintu utama.

"Nde, dan aku tak akan kembali ketempat ini"

"Bagaimana dengan minum bersama ?" Tanya Sinb.

"Untuk perpisahan" lanjutnya.

"Baiklah, ayoo" dan mereka berdua keluar.

"Aku ikut...." teriak Yuju mengejar Jimin dan Sinb.

"Yuju, ayo" kata Jimin dia menyukai Yuju selama disini.

Mereka bertiga sampai disalah satu club, Sinb masuk terlebih dahulu dan Yuju dengan Jimin masuk setelahnya.

"Jangan mabuk" bisik Yuju dan Jimin meliriknya bingung.

"Ini muslihat mereka, kau ingat bukan" bisik Yuju lagi lalu dia menghampiri Sinb yang sudah duduk dimeja bar.

Flashback on.

"Aku akan membunuh Sowon hari ini, dia sudah tak berambisi membunuh setelah targetnya tepat sasaran" kata V pada Vernon dan Yuju tidak sengaja mendengar itu.

Yuju lalu menuju kamar Umji dan menemukan bahwa Umji sedang bersama Jimin.

"Hentikan aktifitas kalian, ada yang ingin aku bicarakan" kata Yuju dan iya dua makluk itu melepas ciuman mereka satu sama lain.

"Dimana Jungkook dan Eunha ?" Tanya Yuju.

"Jungkook pergi dengan DK, kupikir V punya klien dan menyerahkannya pada mereka" kata Umji sambil membenarkan bajunya.

"Kalian ingin keluar bukan ?" Tanya Yuju.

"Bebas dari sini ! Sowon sudah mati dan kurasa V menargetkan salah satu dari kalian setelah ini"

"Sinb ingin membunuhmu, tak ada yang bisa lepas dari kastil V hidup-hidup. Mereka akan membunuhmu, jangan percaya mereka" kata Yuju pada Jimin.

"Tapi aku akan bilang untuk berhenti nanti malam"

"Aku akan ikut dan menghabisi Sinb" kata Yuju lalu dia pergi.

Flashback off.

Sinb minum banyak tapi dia tak mabuk sedikitpun, diam-diam Yuju memberinya minuman berisi sianida dan ketika Sinb meminumnya dia mulai sakit perut, wajahnya mulai pucat lalu pingsan.

"Aku hanya memberinya sedikit, ayo pergi bawa dia" kata Yuju.

"Orang-orang akan mengira dia mabuk biasa" dan setelah itu Jimin menggendong Sinb.

Mereka membawa Sinb kesebuah rumah, Sinb sudah tak bernafas sepertinya diperjalanan dia meninggal karena sianida yang dia minum.

"Bawa kebagian belakang" ujar Yuju dan Jimin menurutinya.

"Rumah siapa ini ?" Tanya Jimin setelah dia sudah meletakan Sinb ditanah.

"Ini rumahku dulu" kata Yuju dia lalu mengambil sebuah botol terisi minyak tanah dan menyiramkannya keseluruh tubuh Sinb.

"Membakarnya ?" Kaget Jimin.

"Sianida akan bertahan lama ditubuh, satu-satunya cara untuk menghilangkan buktinya adalah membakarnya menjadi abu, ambil kayu itu dan tutupi mayatnya"

Jimin menurutinya dan setelah tubuh Sinb tertutup kayu Yuju kembali menyiram bensin di tangannya dan menyalakan api.

"Selamat tinggal, penghkianat" kata Yuju lalu membakarnya, Jimin melihat itu tidak sadar bahwa Yuju mengeluarkan pistolnya dan menembak kepalanya dan Jimin langsung tumbang ke api itu juga.

"Bagus... Yuju.... kau menyelesaikannya" tepuk tangan V sambil menghampiri Yuju dan merangkulnya akrab.

"Mereka semua bodoh" kata Yuju dan dia tersenyum.

.
.
.

14-07-20.

My Only One KeyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang