Happy Reading🍃🍃🍃
.
.
.
Vernon menuruni tangga dengan sedikit kesal, dia baru saja keluar dari kamar Eunha dan melihat pemandangan yang sedikit membuat dia merasa panas dingin.
"Sinb ayo bermain, aku sudah tak melakukannya beberapa bulan karena peluru sialan itu" ajak Vernon dia menghampiri Sinb yang duduk di sofa ruang tamu menonton film horor.
"Aku sedang datang bulan"
"Kau harus mencari orang lain" sahut DK yang duduk di sofa bagian lain.
"Haruskah kupanggil wanita itu ?" Gumam Vernon.
"Jangan coba-coba lagi menghubungi wanita bodoh itu, atau kita semua akan masuk penjara bersama" tegas Sinb.
"Salahmu menakutinya dengan senjata, dia hanya seorang psk kelas teri"
"Salahmu membawa wanita gila itu masuk, seharusnya dia mengerti pekerjaan kita dan membiarkannya bukan malah melaporkannya. Dia juga melakukan pekerjaan kotor. Untung V hyung cekatan dan tak terjadi apa-apa setelah wanita gila itu melapor pada polisi" jelas DK.
"Untung V oppa tidak menghabisinya dan membiarkannya keluar dengan selamat" ikut Sinb.
"Padahal aku sudah ingin menghabisinya" lanjut Sinb geram.
Ting Nong...
Suara bel rumah ini berbunyi dan membuat DK langsung bangkit dari duduknya lalu berjalan arah pintu utama dan melihat monitor disamping pintu utama itu yang memperlihatkan seorang wanita berdiri didepannya dengan wajah sendu.
"Baru saja dibicarkan"
"Ada apa dia kemari lagi ?" Bingung DK lalu membuka pintu itu.
"Noona... ada apa ?" Tanya DK.
"Dimana V aku harus bertemu dengannya"
"V hyung sudah mengusirmu dan membiarkanmu hidup"
"Tapi aku ingin menemuinya lagi" tegas wanita itu.
"Sowon noona" ujar Vernon yang menghampiri mereka berdua.
"Aku ingin bertemu V" ujar Sowon pada Vernon.
"Dia sedang tidak bisa diganggu, kau bisa datang lagi besok" kata Vernon.
"Tapi aku ingin sekarang !"
"Untuk apa wanita bodoh ini datang lagi, kurasa tak ada yang memesanmu disini" kata Sinb yang ikut dalam pembicaraan mereka.
"Aku ingin bergabung dengan kalian, menjadi pembunuh bayaran dan mengahasilkan banyak uang" tegas Sowon.
"Apa ini tipuan ? Dulu kau sangat menentang pekerjaan kami setelah kau tahu bukan ? Kau bahkan hampir membuat semua penghuni rumah ini mati. Dan sekarang kau datang untuk bergabung, apa sudah tidak ada yang mau membayar tubuhmu lagi ?" Kata Sinb sambil mengelus pipi sampai leher Sowon.
"Aku butuh banyak uang"
"Karena uang... uang... dan uang...." ujar Sinb sambil menarik tambut belakang Sowon dan membuatnya mengenadah keatas dengan kesakitan.
"Biarkan dia masuk" ujar Umji yang melihat itu dari kejauhan membuat Sinb melepas tarikannya dan pergi.
"Masuklah..." ujar Vernon dan dia mempersilahkan Sowon duduk disofa dengan Sinb juga Umji.
"Kau ingin bergabung ?" Tanya Umji dan itu membuat Sowon mengangguk pelan.
"V oppa akan datang sebentar lagi" lanjut Umji yang berjalan menuju dapur.
"Sinb... bantu aku siapakan sarapan" teriak Umji dan tinggallah Sowon diruang tamu dengan Vernon juga DK.
.
.
.
Semua orang duduk di ruang makan dengan saling diam, dihadapan meja makan bermuatan 10 orang itu sibuk dengan makanannya masing-masing kecuali Sowon yang hanya diam.
"Makanlah" ujar V dan membuat Sowon menatapnya.
"Aku ingin bergabung dengan kalian, menjadi pembunuh bayaran" kata Sowon.
"Ini meja makan, tempan untuk makan. Bukan untuk bicara omong kosong" kata V sambil menaruh sendok dan garpunya dipiring dengan keras membuat Sowon terkejut dan takut.
"Ikut denganku" tarik V pada lengan Sowon dan membawanya pergi dengan kasar.
"Apa yang akan terjadi pada wanita itu ?" Tanya Jimin pada Yuju yang duduk dihadapannya.
"Hanya 2 kemungkian" sahut Yuju santai.
"Hidup atau mati" ikut DK.
"Hidup jika V hyung menerimanya bergabung" kata Vernon.
"Mati jika V oppa menolaknya" teruskan Sinb.
"Apa dia akan dapat latihan tahap pertama juga ?" Penasaran Eunha.
"Dia berbeda, dia seorang pengkhianat" sahut Yuju.
"Pengkhianat ?" Bingung Jimin juga Eunha.
"Eunha bagaimana perasaanmu setelah latihan tahap pertama tadi malam ?" Tanya Vernon.
"Aku ?" Kaget Eunha dan dia melirik Jimin juga Jungkook.
"Aku tak pernah merasakan milik V oppa" kata Sinb sambil bangkit dari duduknya dan menatap Eunha.
"Bagaimana perasaan kalian setelah latihan tahap pertama ?" Tanya Sinb pada Jungkook, Jimin dan Eunha.
"Apa otak kalian sudah menikmati permainan kotor, kalian akan lebih bergairah setelah membunuh seseorang. Seperti kenikmatan saat klimaks" ujar Sinb dengan smirknya dan pergi.
"Jungkook, Eunha, Jimin ikut aku" ujar Umji dan mereka bertiga mengikuti Umji tanpa tahu tujuan mereka.
"Kalian yang terakhir bersihkan ini semua, aku ingin pergi keluar" kata Yuju bangkit dan meninggalkan meja makan.
"Berdua ?" Tanya DK pada Vernon.
"Kau saja" lari Vernon dan DK hanya pasrah.
"Selalu aku" ujar DK kesal dan mulai mengambil piring-piring kotor itu.
.
.
.
08-07-20.
Mian for typo...
KAMU SEDANG MEMBACA
My Only One Key
Fanfic-Disaat Jungkook yang kesepian bertemu dengan Yewon yang perhatian.... "Setidaknya aku masih punya satu kunci kebahagian yaitu dirimu, untuk membuatku membuka pintu kegelapan yang sudah sejak lama tertanam"....rintangan akan itu hanya satu yaitu Tae...
