Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

27. Rencana Kedua

198 16 0
                                        

Happy Reading🍃🍃🍃

.
.
.

"Sowon lihat aku" kata Umji.

Umji mendekati Jungkook dan menyuruhnya berbaring, lalu menarik rambutnya kebelakang dengan senapang ditangan satunya dan meletakan dibawah dagu Jungkook, jika dia menembaknya sudah jelas peluru senapang buru yang panjang itu akan memasuki kepala Jungkook.

"Arahkan keatas, dan kepalanya akan langsung hancur" ucap Umji.

Sowon memperhatikan Umji dan dia mengerti sekarang bagaimana cara melumpuhkan targetnya dan membunuhnya dengan anggun.

"Bangunlah" lepas Umji dan bangkit diikuti Jungkook yang mengelus kepalanya, rambutnya ada sedikit yang tercabut karena tarikan kuat Umji.

"Kau bisa ? Kau akan melihat wajahnya saat kau membidiknya, apa kau siap... kau berani menghabisinya ?" Tanya Umji menyerahkan senapang itu pada Sowon.

"Dia telah membunuh bayiku jadi aku tidak akan mengkasihaninya" tegas Sowon.

"Dia pantas membayar nyawa yang dia hilangkan dengan nyawanya" sahut Jungkook.

"Jungkook dia targetmu juga" kata V tiba-tiba.

"Maksudmu ?" Bingung Jungkook.

.
.
.

"Dia yang memerintakan kalian membunuh ayahku ?" Tanya Jungkook saat dia duduk berdua dengan V.

V menyalakan rokok tapi dia tak menghisapnya dan memberikannya pada Jungkook, Jungkook sebentar berpikir tapi setelah itu dia mengambilnya dan mengihsapnya kuat mengelurakan asapnya dari hidung dan mulutnya dan V juga melakukan hal yang sama.

"Bukankah ini manis ?" Tanya V.

Jungkook mengembulkan asapnya lagi dan mengangguk pelan sambil membuang baranya ke asbak didepan mereka dia sangat menikmati rokok yang dia jepit di jari tengah dan telunjuknya saat ini.

"Dia membunuh ayahmu, apa yang akan kau lakukan ?" Tanya V pelan.

"Membunuh ayahnya" sahut Jungkook.

"Lakukan akhir pekan ini juga sama seperti tim Sowon untuk membunuh Kim Min Gyu, timmu adalah Umji, Sinb, dan Vernon. Rencananya mudah Tn. Kim ayahnya Mingyu setiap malam akhir pekan selalu mengunjungi kuil seorang diri sesudah olahraga ringan. Yuju akan mengurus cctv seluruh bagian kuil, saat dia didepan kuil Sinb akan menyambutnya dengan menawarkan air suci dari para biksu dan menyuruhnya minum kau hanya cukup mengikutinya dengan Umji, setelah 2 menit minuman itu akan berekasi dan membuatnya tertidur. Beraktinglah kalian sedang berdoa juga di kuil dan keluar 1 menit setelah Tn. Kim tumbang" jelas V rokoknya sudah habis separuh.

"Apa minumannya beracun ?" Tanya Jungkook.

"Hanya sedikit racun"

"Lalu bagaimana aku bisa membunuhnya ? Hanya begitu, dia mati karena racun ? Aku ingin mengoyak tubuhnya" marah Jungkook sambil membuang rokoknya yang tinggal sedikit.

"Kau akan melihat dia kesakitan dan itu akan membuatmu senang, kalau kau ingin mengulitinya kau harus siap untuk masuk penjara setelah itu karena dia orang terpandang. Percaya padaku cukup melihatnya kesakitan didepan matamu kau pasti merasa senang dan menikmatinya" kata V juga membuang sisa rokoknya yang tinggal 2 cm.

"Ayo lakukan..." kata Jungkook mengelurkan smirknya sambil menyalakan sebatang rokok lagi.

.
.
.

"Umji..." panggil Jimin.

"Nde ?"

"Kau bilang aku boleh masuk kamarmu malam ini ?" Tanya Jimin.

"Berapa tembakan yang tepat ?" Tanya Umji.

"Kurasa 4" pikir Jimin.

"Ayo 4 ronde" kata Umji dan dia menarik Jimin kekamarnya.

"Bisakah aku dapat bonus ?" Goda Jimin.

"Tidak !" Jawab Umji membuka pintunya dan mereka masuk bersama.

"Aku yang akan selalu diatas" kata Jimin.

"Jika kau kuat"

"Aku kuat"

"Aku akan senang jika aku yang melayanimu"

"Kalau begitu kau yang diatas nona" kata Jimin dan setelah itu suara desahan mulai terdengar.

.
.
.

12-07-20.
Sorry for typo...

Apa kalian mulai lelah memgikuti ini. Bersabarlah dah mau end nih...

My Only One KeyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang