Happy Reading 🍃🍃🍃
.
.
.Ini sudah hampir 3 jam Jungkook dan Jimin hanya duduk-duduk sambil mengemil keripik udang yang tadi Jimin beli bersama air putih yang sudah setengah diteguk olehnya sambil memainkan ponsel pintar digenggamannya.
Sedangkan Jungkook sibuk dengan novelnya sambil sesekali memakan kripik Jimin sesukanya.
"Jungkook-ah... tunggu sini, aku ingin membeli sesuatu" dan diangguki oleh Jungkook tanpa memandangnya.
"Kau ingin makan siang apa, sekalian ku pesankan"
"Samakan saja"
Setelah mendengar suara datar Jungkook. Jimin bangkit dari duduknya dan menuju tempat pemesanan makanan. Tak lama Jimin datang dengan 2 kotak susu rasa vanilla.
"Seperti anak kecil saja" ejek Jungkook.
"Ishh kau, ini bukan untukku tapi untuk seseorang". Sanggah Jimin.
"Keponakanmu... si botak Somi ?" Asal Jungkook.
"Yakkkk kau ini, sembarangan sekali dia bukan bayi botak lagi kau tahu dan kuyakin kau akan berterima kasih padaku nanti" Teriak Jimin.
"Suara cemprengmu itu... berhentilah meneriaki ku, kau pikir aku tuli" Datar Jungkook.
"Chimiee" panggil seseorang.
Jungkook mengalihkan pandangannya pada seseorang yang tadi memanggil Jimin, berdiri tepat didepannya saat ini.
"Sudah selesai ? Ini untukmu" kata Jimin menyerahkan 2 kotak susu vanilla pada orang itu.
"Kau yang terbaik" kata Yewon manis tetapi setelah itu matanya melihat Jungkook dengan bingung.
"Ah dia Jungkook temanku... dia ingin ikut keperpustakaan". Ucap Jimin saat menggerti tatapan membingungkan Yewon pada Jungkook.
"Oh begitu... baiklah..." jawab Yewon.
🍃🍃🍃
"Kau mengajak orang yang salah keperpustakaan ?"
"Maksudmu....?"
"Kau bilang kau mengajak orang yang mau membantumu untuk mencari buku reperensi, tapi lihat dia hanya tidur"
Jimin sedang memilih buku diiringi Jungkook yang sibuk bicara dibelakangnya, dari sela rak buku perpustakaan dilihat Jimin seseorang yang sedang dibicaraan Jungkook dengan cukup jutek itu.
"Itu sebabnya aku mengajaknya" Ujar Jimin sambil menepuk bahu Jungkook lalu mengambil beberapa buku dan membawanya pergi.
"Apa benar dia Kim Yewon yang kukenal ?" Batin Jungkook sambil memandang seorang yang dilihatnya dari jauh sedang tertidur dengan lelap. Menelengkupkan wajahnya bertumpu pada tangan yang letakannya diatas meja perpustakaan yang slalu sepi.
Jungkook berjalan melalui rak-rak buku itu, menuju pada meja dihadapannya. Duduklah ia tepat didepan orang yang sedari dulu ia cari. Dilihatnya wajah seseorang itu dengan ikut bertelengkup berhadapan dengan wajah wanita itu.
"Jangan mengganggunya dia butuh istirahat" Volume suara Jimin sangat pelan pada Jungkook.
"Itu sebabnya kau membawanya, dia bisa tidur dirumah bukan ?" sahut Jungkook sambil bangkit dari posisi awalnya dan menjadikan telapak tanggannya dipipi sebelah kirinya sambil memandang Jimin.
Jimin menaruh tumpukan bukunya lalu duduk berhadapan dengan Jungkook. Ini bukan seperti Jimin biasanya, sekarang matanya bertancap tajam pada mata Jungkook seakan dia akan mengkuliti Jungkook dengan penuh kekesalan.
"Berhenti menatapku seperti itu, kau membuatku takut" Suara Jungkook pelan.
"Kau menyukainya, itu sebabnya kau tak pernah mempertemukan dia denganku padahal kalian dekat ?" Tanya Jungkook.
"Maaf, tapi ...." sambil memandang wajah tenang Yewon yang sedang terlelap.
"Tapi mungkin aku memang menyukainya, tapi demi kebaikanmu mulai sekarang aku akan belajar menyukai orang lain" pelan Jimin
"Aku kira kau menyukai sesupupuku"
"Aku hanya suka menggodanya, karena dia sangat lucu kalau sedang marah"
"Tapi aku belum yakin dia orang yang selama ini aku cari, melihatnya seperti ini seperti ada yang berbeda dalam dirinya. Dia bahkan bingung saat bertemu denganku tadi harusnya dia langsung mengenaliku bukan ?" lesu Jungkook.
"Mungkin butuh waktu" Kata Jimin bangun dari duduknya.
"Temanilah dia sampai dia bangun, palingan sebentar lagi dia bangun. Aku ingin mendata buku ini dan pulang, antarlah dia pulang saat dia sudah bangun, kau bisa mampir kekedai heottok dekat jembatan saat pulang dia suka heottok disana. Semoga beruntung" lanjut Jimin dan menyerahkan Yewon pada Jungkook.
"Hati-hati dijalan, Si pendek pasti menunggumu dirumah berbaik hati lah padanya" Dan Jimin hanya tersenyum menanggapi ucapan Jungkook.
"Kuharap Yewon tak menolakmu sepertiku, setidaknya kami masih dekat walaupun aku sudah pernah ditolak saat menyatakan perasaanku, dia sungguh baik dan tak pendendam kuharap dia orang yang kau cari, orang yang bisa membuatmu kembali bahagia" batin Jimin sambil berjalan pulang dengan tumpukan bukunya.
🍃🍃🍃
Thu, 18 June 2020.
Sorry for typo...Enjoy guys...

KAMU SEDANG MEMBACA
My Only One Key
Fanfiction-Disaat Jungkook yang kesepian bertemu dengan Yewon yang perhatian.... "Setidaknya aku masih punya satu kunci kebahagian yaitu dirimu, untuk membuatku membuka pintu kegelapan yang sudah sejak lama tertanam"....rintangan akan itu hanya satu yaitu Tae...