part 21

36 4 0
                                        

Hari ini di sekolahku akan diadakan HUT SMJ. Berbagai rangkaian acara dilakukan untuk memeriahkan HUT SMJ.

Seperti lomba futsal Akbar yang mengundang SMA/MA/SMK se kabupaten, pentas seni, colour fun, dan mengundang artis papan atas.

Hari ini hari pertama dilaksanakan futsal Akbar. Ajang cuci mata bagi para cewek melihat pemain yang main dilapangan.Pertandingan final futsal yang sedang berlangsung SMJ melawan Smania.Smania merupakan sekolah unggulan dikabupatenku, terkenal dengan segudang prestasi. Disusul oleh SMJ yang tak kalah dengan segudang prestasinya, mampu menunjukan sinarnya walaupun berdiri disebuah desa

Tristan ikut bertanding dalam futsal. Banyak cewek-cewek yang histeris dibuatnya.

Rambutnya yang lumayan panjang, membuatnya bergerak kesana kemari. Keringat yang bercucuran diwajahnya membuat tingkat kegantengannya meningkat, sehingga banyak cewek-cewek yang terpukau.

Futsal berlangsung dilapangan outdor. Aku bersama sahabatku duduk dipinggir lapangan. Cuaca yang panas mudah membuat tenggorokan kering. Untung saja tadi aku membawa botol airku kelapangan. Aku mengguyur tenggorokanku dengan air yang aku bawa. 

Saat aku akan menutup kembali botolku, tiba-tiba ada yang merebutnya dariku.

Glek glek glek. Jakun orang yang merebut botolku naik turun saat meminum air dari botolku. Tandas sudah air dibotolku, dia mengambil tutup botol yang masih dipegang olehku, menutup botol itu lalu menaruh kembali disebelahku.

Dia juga mengambil tisu disebelahku, sehingga jarak kami begitu dekat. Setelah menghabiskan airku dan mengambil tisu dia mengucapkan terimakasih dan langsung berlari kelapangan, karena pertandingan babak 2 akan berlangsung.

Aku terbengong dibuatnya. Kaget saat seseorang mengambil botolku. Aku mendongak melihat orang itu. Saat aku melihat wajahnya aku melihatnya tanda berkedip.

"Dit sadar" Disya menjentikkan jarinya didepan mataku

"Hah kenapa?" Tanyaku yang terbangun dari bengong

"Liatin Tristan biasa aja kali mba. Sampai ga kedip begitu" Meita menyindirku yang bengong melihat Tristan.

Ya orang yang tadi merebut botolku adalah Tristan

"Sampai jadi bahan tontonan orang selapangan dit" aku yang mendengar ucapan Ellen menengok sekitar, dan benar saja masih banyak orang yang menatap tak suka kearahku.

Untuk menghindari tatapan orang-orang, aku izin ke toilet

"Guys aku ke toilet dulu ya" izinku pada mereka

"Butuh temen ga?" Tawar Ellen

"Ga usah kalian sini aja. Pertandingan lagi asik-asiknya. Aku duluan guys" aku pergi meninggalkan mereka menuju arah toilet terdekat.

Aku masuk kesalah satu bilik toilet. Ketika aku hendak keluar dan membuka pintu, pintu ga bisa dibuka. Aku harus gimana, mana toilet sepi. Semua murid SMJ pasti sedang dilapangan semua.

Aku merogoh saku rok, mencari keberadaan hpku. Sial aku meninggalkannya di lapangan tadi. Aku harus bagaimana ini. Aku berusaha teriak sekeras-kerasnya. Namun usahaku sia-sia, suaraku kalah dengan suara speaker dari lapangan. Yang hanya bisa kulakukan menunggu teman-temanku datang sambil berusaha teriak siapa tau ada yang mendengar teriakanku.

Dilapangan

"Dita koh lama banget ditoilet ya? Ngapain aja tuh anak satu ditoilet" Meita mulai curiga akan Dita yang belum kembali dari toilet

"Lah iya tumben banget Dita lama di toilet. Biasanya kalo udah kelar langsung balik" Disya pun mulai khawatir akan keberadaan Dita. Karena Dita ga pernah seperti ini sebelumnya

"Kita susul aja Dita ke toilet" Ellen langsung berdiri disusul oleh ke tiga temennya. Berlari kearah toilet dengan terburu-buru

Pertandingan futsal baru saja selesai. Pertandingan dimenangkan oleh SMJ. Tristan yang baru keluar dari lapangan melihat sahabat Dita lari terburu-buru tanpa keberadaan Dita disisi mereka, dia merasa ada yang aneh. Dia mengikuti sahabat Dita dari belakang

Para sahabat Dita mencari keberadaan Dita ke toilet terdekat. Ada tulisan toilet rusak dengan pintu digembok dari luar. Aneh sekali,padahal sebelumnya toilet ini bener dan ga ada kerusakan apapun. Membuat para sahabat Dita curiga

"Dita kamu didalam" teriak Meita sambil menggedor-gedor pintu toilet

"Hiks hiks.. iya aku didalam. Tolong, aku ga keluar" suara Dita terdengar melemah, kelelahan berteriak terus menerus tapi tidak membuahkan hasil

Disya yang mendengar suara Dita merasa kasian. Dia berlari keluar toilet untuk mencari bantuan. Betapa terkejutnya dia menemukan Tristan didepan toilet

"Ada apa?" tanya Tristan tiba- tiba yang melihat Disya keluar dari toilet dengan panik

"Dita. Dia terkunci ditoilet" terang Disya
Tanpa aba-aba Tristan masuk ke toilet. Betapa terkejutnya dia melihat keadaan didepan toilet

"Shitt. Kalian cari batu, palu, linggis atau apalah yang bisa buka pintu. Cepat" teriak Tristan, dia khawatir akan kondisi Dita di dalam.
Ellen menemukan paving blok diparkiran deket toilet yang terlepas dari tempatnya dan memberikannya pada Tristan

"Dita, minggir dari pintu" teriak Tristan agar Dita mendengar suaranya. Tristan berusaha membuka gembok/memutuskan rantainya dengan paving blok. mungkin terdengar hal yang mustahil dan perlu waktu yang lama.

Namun Tristan mengerahkan seluruh tenaganya membukanya. Hingga akhirnya pintu kamar mandi dapat terbuka

Tristan masuk ke kamar mandi. Dia khawatir akan Dita. Dita terisak ketakutan. Tristan berusaha menenangkan Dita, membawa Dita kedalam pelukannya

"Tenang nin. Ada aku disini" ucap Tristan sambil mengelus kepala Dita yang ditutupi oleh jilbab

Setelah merasa Anin tenang, mereka membawa Anin ke taman belakang.

"Nih minum dulu" Tristan memberikan sebotol air mineral pada dita agar dia tenang.

"Udah ga usah nangis lagi. Kamu aman sama kita dit"
~~~~~~~~~~~~💖💖💖~~~~~~~~~~~
Hello guys gimana keadaan kalian?
Ikutin anjuran pemerintah untuk melakukan sosial distancing dan lockdown ya
Dan jangan mudah panik. Jaga kebersihan kalian
Stay safe semua💖

ANINDITA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang