part 6

81 24 0
                                        

Sabtu malam atau yang biasa disebut dengan malam Minggu merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh pasangan kekasih. Mereka akan apel kerumah pacar ataupun jalan-jalan keliling kota menghabiskan waktu bersama. Berbeda dengan Anindita malam minggu tidak ada bedanya dengan hari-hari lainnya. Tidak ada yang spesial, mungkin yang spesial karena hari minggunya libur jadi bisa beristirahat dirumah seharian.

Saat ini Anindita atau biasa dipanggil Dita sedang melakukan chatting via grup wa dengan teman-temannya.

Grils Squad

Anindita
Send a picture (30 foto)

Meita

Buset banyak amat dah. Mana alay semua
Disya
Kamu aja keles yang alay
Ellen
Eh sadar dong sya. Difoto kamu yang teralay

Anindita
Sudahlah nak memang kalian semua alay

Disya
Mentang mentang kamu ga ikut foto ya dit seenak jidat ngatain orang alay
Meita
Huu Dita huuu. Kamu juga yang ngusulin gaya yang aneh-aneh

Anindita
Iya deh iya. Sorry guys

Ellen
Oke kami maafkan. Kita semua ini alay dan mengejar cinta cogan SMJ

Meita mengubah nama grup dari Grils Squad menjadi mengejar cinta cogan SMJ

Meita
Nah tuh baru benar nama grup kita
Disya
2
Meita
999++

Anindita
SEMERDEKA KALIAN

Meita
Caplocknya jebol Bu

Saat sedang asik chattingan di grup yang mereka miliki tiba-tiba Bryan masuk kamarku

"Mba lagi sibuk ya?" Tanya Bryan

"Engga. Kenapa?"

"Temenin aku ke kota yuh. Ada barang yang aku cari" ajak Bryan.

"Oke. Mba ganti baju dulu" aku mengiyakan ajakan Bryan

"Aku tunggu diluar ya mba" Bryan keluar dari kamarku

Memang dilingkunganku cewek yang keluar malam akan gimana. Tapi keluargaku sendiri tidak melarangku keluar malam asal bersama keluarga. Ya lebih seringnya aku keluar malam bersama Bryan, dan itu tidak menjadi masalah. Karena warga disini juga tahu bahwa Bryan adikku.

Saat aku sudah siap, aku menemui adikku diteras.

" Yuk dek berangkat sekarang, nanti kemalaman"

"Helm nya mba jangan lupa"Bryan mengingatkanku soal helm. Setiap kemanapun baik itu jarak dekat maupun jarak jauh aku selalu membawa helm. Karena aku tau dan sangat paham fungsi helm itu

Perjalanan dari rumahku ke pusat kota cukup jauh. Bisa memakan waktu ±40 menit dan itu menggunakan kendaraan pribadi. Kami berdua pergi ke kota dengan menggunakan motor dan tentu saja Bryan didepan.

Kami menuju salah satu supermarket yang ada di kota kami. Supermarket disini bisa dibilang tidak terlalu besar hanya memiliki 3 lantai. Lantai 1 untuk kebutuhan rumah, lantai 2 fashion, lantai 3 peralatan sekolah. Kami menuju lantai 3 yang menyediakan peralatan sekolah dan elektronik.

Bryan memilih barang-barang yang dibutuhkan. Tidak lama Bryan dalam memilih barang-barang yang diperlukan, karena cowok kalau belanja tidak akan lama. Mereka akan mengambil barang yang mereka butuhkan dan tidak perlu repot-repot melihat-lihat barang lain yang tidak dibutuhkan. Setelah Bryan mengambil barang dan membayarnya dikasir kami keluar dari supermarket tersebut dan beristirahat di alun-alun kota.
~~~~~~~~~~~~~💟💟💟~~~~~~~~~~
Aku dan Bryan duduk di rumput alun-alun kota dengan beralas sebuah tikar. Kami memesan wedang ronde dan Siomay goreng yang biasa kami beli jika kami mengunjungi alun-alun.

Saat ini suasana alun-alun sangat ramai dari anak kecil hingga dewasa ada disini. Dari yang pergi bersama teman, pacar maupun keluarga juga ada. Aku salah satu yang pergi dengan keluarga
Tak sedikit orang-orang yang melihat ke arahku dan Bryan. Mungkin mereka kira aku dan Bryan sepasang kekasih. Karena usia kami yang tidak terpaut jauh dan tinggian Bryan sehingga banyak yang mengira Bryan adalah pacarku. Aku tak ambil pusing masalah itu, biarkan orang berpikir apa karena mereka hanya melihat dari luar tanpa mencari tahu kenyataan sebenarnya.

Bryan izin sebetar ke toilet. Aku menunggu Bryan dengan memakan siomay yang begitu lezat. Saat sedang asik menikmati siomay dengan bumbu kacang yang begitu pas dilidah ada seseorang yang bicara padaku

"Sendirian aja?" Tanya orang itu

Aku menengok keasal suara dan mendapatkan Tristan duduk disebelahku seorang diri

"Engga. Sama adikku, dia lagi ke toilet" jawabku

"Masih ingat sama aku?" Tanyanya penuh harapan

"Masih Tristan yang waktu itu pinjam earphone ku kan?" ya aku memang masih ingat Tristan, saat itu Tristan pinjam earphoneku di taman belakang. Tak mungkin aku bilang 'Tristan yang disukai Disya kan?' bisa habis aku Nani dihajar Disya

"Iya" jawabnya dengan senyuman kecil tetapi raut wajahnya seperti kecewa. Entahlah kecewa akan hal apa itu

"Yasudah, aku kesana dulu ya. Ditunggu sama temen-temen" pamit Tristan

Bryan kembali saat Tristan hendak pamitan padaku. Bryan membayar siomay dan wedang ronde yang telah kami pesan. Kami akan pulang karena mengingat hari semakin malam dan rumah kami yang jauh dari pusat kota.
~~~~~~~~~~~~~💟💟💟~~~~~~~~~~
Hello guys gimana nih ceritanya?
Author akan up cerita kalau author ada waktu luang ya
Kalau author sempat akan up setiap hari. Jika tidak author akan up kalau author tidak sibuk.Tenang aja ga akan lama koh

Mulai pada penasaran ga nih dengan apa yang terjadi pada Anindita? Kalau penasaran tunggu kelanjutan ceritanya ya

See you

ANINDITA (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang