5. New world

15.1K 1.8K 213
                                        

Kamar yang dingin tanpa pendingin udara

Alas tidur yang terasa empuk namun tak se-nyaman kasur

Udara yang masih jernih


"AAAAAAHHHHHH"

Aku terkejut dan menyadari bahwa aku memang tidak tidur di kamarku sendiri. Baiklah, sekarang aku dibawa ke hotel mana?


Tiba-tiba terdengar suara berisik di luar. Suara derap kaki yang mengarah ke kamarku.

Hawa hawa nya ga enak nih.


"DUK DUK DUK"

Suara nyaring pintu kamar yang terbuat dari kayu itu diketuk. Tapi ngetuknya sambil ngegas.

"NDORO GAPAPA NDORO? KAMI IZIN MASUK YA NDORO?"

Ndoro apaan lagi alig???


Pintu kamar pun terbuka lebar dan menampilkan muka khawatir dari para.. dayang-dayang?

Aku melongo melihat mereka masuk seperti regu pramukaku pada saat kelas 10.


"Ada yang bisa kami bantu ndoro?"

"Ndoro mau mandi?"

"Apakah ndoro lapar?"

Ini ga ada yang mau nanya "Apakah ndoro gila?" gitu?

Padahal jelas-jelas pakaianku masih lengkap pramuka dan tasku? Tas ku ternyata tepat di sebelahku. TAPI KENAPA MEREKA MENYEBUTKU DENGAN SEBUTAN NDORO?!


"Tolong, tinggalkan saya sendiri."

Mereka lalu menunduk hormat dan bergegas keluar kamarku serta menutup pintu kamar.


Aku benar-benar di masa lalu?

Semua media sosialku tidak bisa terhubung karena tidak ada jaringan, sama sekali.

Aku menjeduk-jedukkan kepala ke dinding. Sakit, rasanya sakit. Aku sedang tidak bermimpi.


"Kamu sedang apa?"

"HUAH!"

Aku kembali terkejut karena mendengar suara laki-laki secara tiba-tiba ada di dekatku. Bagaimana tidak terkejut? Kan tadi aku sendiri.

"Kepalamu memerah."

Aku memegang dahiku karena bagian itulah yang terbentur dengan kayu berkali-kali. Namun tiba-tiba ia menangkup lenganku dan mengarahkan tubuhku ke suatu tempat.

Cermin

Dan yang memerah tidak hanya dahiku. Namun mukaku secara keseluruhan!


"Apa kamu sakit?"

Lalu manusia yang aku masih tidak tau asal usulnya ini memegang dahiku. Tuhan, apakah aku dihipnotis?

"Tidak, lalu mukamu kenapa memerah?"

Aku tersadar dan langsung mengambil tasku serta beranjak keluar. Aku harus ke Candi Bajang Ratu secepatnya. Aku ingin pulang!


"Kamu mau kemana?"

Ia menahan lenganku dan membuatku terhenti. 

The Past [MAJAPAHIT] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang