10. Ulang tahun

8.2K 1K 144
                                        

Sudah hampir seminggu dengan kekhawatiranku akan ulang tahunnya Kakanda. Terutama, sebentar lagi banyak orang yang akan mendiami istana ini. Apalagi peringatan ulang tahunnya Kakanda akan diadakan besok.

IYA, BESOK WOY BESOK.

Saat ini aku sedang bersama Nertaja. Menikmati teh hangat di waktu senja. Semenjak tinggal di sini aku menjadi anak senja.

Syukurnya, yang ku nikmati bukanlah kopi. Karena jika kopi, obat maag yang tanpa sengaja ikut terbawa ke masa ini akan habis dengan cepat.


"Maaf Ndoro mengganggu waktu teh nya. Tetapi Ndoro diperintahkan Yang Mulia untuk bersiap dalam rangka Hari kelahiran Maha Raja yang akan diadakan besok hari, Ndoro."

Nertaja menatap murung ke arah cangkir teh dan langsung menatapku dengan wajah sedih.


"Maaf Ratu, aku harus undur diri terlebih dahulu. Padahal aku masih mau bercerita denganmu lebih banyak lagi."

Padahal kita ga banyak ngobrol dah perasaan.

Tapi tak apa, kata orang-orang perasaan itu tidak selalu benar.


"Ehm, iya Nertaja. Santai saja jika denganku. Terimakasih juga sudah mengundangku di acara minum teh di sini. Suasananya sangat menenangkan."

Baru saja Nertaja akan berdiri, dayang-dayang tersebut melanjutkan pembicaraannya.


"Tetapi Ndoro, Yang Mulia juga memerintahkan Ndoro Ratu untuk mempersiapkan diri."

Aku speechless hingga rahangku terjatuh. Berbanding terbalik dengan Nertaja yang tampak senang dan gembira hingga loncat-loncat kegirangan.


"Jika begitu, biarkan aku merias Ratu juga. Kamu hanya perlu menyiapkan alat dan bahannya saja."

Setelah itu Nertaja menggandeng tanganku dengan senyum riangnya.

Manis banget akjdajuhedkjashdqkw---


"Kita akan merias diri di malam hari?"

"Tidak. Pertama-tama, kita harus luluran dulu."

Oke Nertaja. I stan with you.


"Kita menyiapkan semuanya di kamarmu saja ya Ratu? Ruanganku penuh dengan tugas yang menumpuk."

Entah mengapa aku meragukan penawaran Nertaja.

Hawa-hawa nya ga enak nih .3


"Iya."

Aku berjalan beriringan bersama Nertaja diiringi dengan beberapa dayang-dayang yang membawa berbagai perlengkapan di belakangnya. Sepertinya, malam ini akan menjadi malam yang panjang.


***


Sekarang aku kembali menatap ke cermin. Benar-benar terlihat bukan seperti seorang Ratu namun menjadi seperti seorang "Ratu".


"Ehm, Nertaja, apakah ini tidak berlebihan?"

"Berlebihan? Tentu saja tidak, Ratu. Penampilan ini sesuai dengan namamu, Ratu."

The Past [MAJAPAHIT] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang