Aku melihat kereta itu mulai diisi oleh sang pemilik yang bergelar Rajasanagara. Lalu ia terlihat tersenyum sedikit dan sedang mencoba mencari sesuatu.
Ketika mata kami bertemu, ia langsung menampilkan senyum giginya dan menyuruh kereta itu untuk berjalan.
Apa ini? Yang dia cari tadi itu aku?
Aku yang hanya melihat dari jendela hanya menghembuskan napas pelan. Tanpa sadar ternyata ada Laksmi di sebelahku.
"Tuh kangmas nya sudah jalan. Ojo nangis lagi ya nduk. (Jangan nangis lagi ya nak)."
Lalu aku memeluk Laksmi dengan cepat dari samping. Yang dipeluk awalnya sedikit terkejut lalu menepuk-nepuk lenganku lembut.
"Kamu tau? Berkat kalian saling menempel kemarin, banyak perempuan yang pulang."
Aku menatap Laksmi sedikit terkejut.
"Betulan? Kukira tidak ada yang melihat."
"Seluruh dunia melihat kalian. Kalian saja yang tidak melihat orang lain di dunia kalian sendiri."
Aku tertawa kecil. Aku kembali merasakan kehangatan lewat Laksmi. Anehnya, aku tidak pernah merasakan kehangatan seperti ini ketika berteman dengan Ratna.
Memang hawa-hawanya orang baik sama jahat tuh keliatan ya.
"Kalau begitu, kamu jangan pulang. Nanti aku kesepian."
Laksmi melepaskan pelukanku dan menatapku.
"Bagaimana jika aku mendaftar menjadi dayang-dayang ketika kamu naik menjadi Ratu? Jadi kita akan tetap bertemu."
"Ah, tidak mau. Dayang-dayang dan Ratu memiliki perbedaan kasta yang sangat tinggi. Jika aku sudah menjadi Ratu, kamu ku jodohkan dengan petinggi yang lain saja. Bagaimana?"
"Tidak."
Aku menatap Laksmi lekat-lekat.
"Tidak menolak maksudnya."
Aku tertawa bersama Laksmi. Kenapa ia baru berteman denganku sekarang sih?
"Laksmi! Sampai kapan kita akan berada di sini? Aku tidak kuat lagi huhuhu."
Ucapku secara random kepada Laksmi. Kurasa ia adalah tipe yang tsundere. Di luar terlihat tidak peduli padahal nyatanya ia orang yang sehangat ini.
"Kamu harus jadi sangat sopan kalau begitu. Agar keberangkatanmu dipercepat."
"Mari kita berangkat bersama."
"Yah, semoga saja kita dilepaskan bersamaan."
Aku lalu kembali memeluk Laksmi dari samping.
Ya Tuhan, bisakah orang seperti Laksmi diperbanyak?
***
Sudah lewat beberapa bulan semenjak kejadian aku dijenguk oleh Hayam Wuruk. Rasa-rasanya itu baru saja terjadi kemarin.
Saat ini aku sedang menatap kolam kecil di belakang keraton. Jika ada kertas, pasti saat ini aku sudah membuat perahu kertas.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Past [MAJAPAHIT] ✔
Fiction HistoriqueMungkin, masa lalu yang dapat menyembuhkannya Book I Start: 26 Maret 2020 End : 19 Mei 2020
![The Past [MAJAPAHIT] ✔](https://img.wattpad.com/cover/218141206-64-k616818.jpg)