27. Datang akan pergi

4.7K 735 39
                                        

Semenjak insiden menangis secara tiba-tiba tadi, Hayam Wuruk benar-benar tidak melepas tanganku barang sedikit pun.

Kecuali jika aku ingin ke kamar kecil. Berani dia tidak melepas tanganku, ku botaki dia.


"Kudengar, kamu berkelahi."

Ucap Hayam Wuruk yang akhirnya membuka suara. Dia sedari tadi hanya menenangkanku sembari menepuk pundakku.

Dan berkata, "tak apa."

Kau tau betapa bermaknanya kata-kata tersebut untuk orang-orang sepertiku?


"Mm."

Gumamku pelan, lalu ia kembali mengeratkan pelukannya. Aku saat ini berada dalam pangkuannya.

Mau menangis lagi, tapi kurasa air mataku sudah habis.

Hayam Wuruk meletakkan kepalanya di bahuku. Kurasa beberapa kupu-kupu mulai beterbangan di perutku


"Aku benar-benar tidak bisa meninggalkanmu barang sekali saja memejamkan mata."

Hayam  kembali mengangkat kepalanya dan mengelus pelan rambutku membuatku kembali menangis. Terlalu banyak hal yang terjadi hari ini.

Bukan hari ini, tepatnya tahun ini.


"Mau beristirahat sejenak? Kamu tidak lelah menangis seharian?"

"Aku masih merindukanmu."

Hahaha sepertinya kegilaanku sudah menembus kromosom. Bagaimana bisa aku berkata seperti itu?


"Aku tidak akan pergi, tidak akan untuk saat ini. Saat ini aku akan menjadi rumahmu."

Lalu Hayam Wuruk menuntunku untuk tidur di sampingnya. Ia kembali mengelus pelan kepalaku seperti sebelumnya.

Makhluk Tuhan mana yang tidak akan baper jika diperlakukan seperti ini?


"Aku datang terlambat ya?"

Ucapnya sambil mengelus kepalaku pelan.

"Tidak kok. Setidaknya, kamu tetap datang."

Lalu Hayam menarikku kedalam pelukannya. Pelukan hangat yang kurindukan.


"Sst, tidurlah. Kamu sudah melakukan yang terbaik, kamu aman bersamaku."

Malam itupun aku tertidur di kamar Maha Raja.

Mari kita pikirkan cara untuk mengabaikan para admin lambe turah esok pagi.

Aku hanya ingin tidur tenang.


***


Aku melihat hamparan bunga yang sangat luas. Ini seperti di taman istana, tapi lebih luas lagi.

Aku melihat seorang perempuan duduk di tengah-tengah hamparan bunga itu.


"Nertaja?"

Yang dipanggil menoleh karena kaget. Tapi itu bukanlah Nertaja.

The Past [MAJAPAHIT] ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang