★Princess Arrogant 3★

567 30 0
                                        

-Happy Reading!💋

"Ayo Lis, naik" seru Lian menatapku.

Aku hanya bersedekap menatap sebal kepada Lian. Dia memintaku untuk menaiki motornya?? Yang benar saja, Aku tidak akan mau menaikinya.

"Heh! Tunggu apa lagi, ayo naik!"

"Gue nggak mau!" ketusku.

"Duh, udah deh... Turunin dikit ego Lo, ayo naik keburu telat nih" geram Lian. Aku menggeram kesal menatapnya.

"Lo mau buat wajah Gue rusak karena debu jalanan hah?!" seruku menggebu. Terlihat cengiran yang sangat menyebalkan tercetak diwajah Lian.

"Ooh iya ya... Elo kan alergi debu. Bisa bisa entar wajah Lo bentol bentol dan meringis gatel gatel" ejek Lian dengan menggaruk garuk wajahnya. Aku yang merasa gregetan dengan tingkah tuh anak langsung aja Aku jambak rambutnya kencang kencang.

"Dasar ogebbb! Berani banget Lo ejek Gue!" teriakku dengan tangan semakin mencengkram rambut Lian.

"Lisa aduh. Lepasin!"

Lian melepas tanganku dari rambutnya. Padangan kami sama sama menajamnya. Sedari kecil hingga besar Dia selalu saja membuat Aku merasa kesal dan juga jengkel. Ingin rasanya Aku cakar cakar wajahnya tampannya itu. Eh tunggu! Tampan?? Lian tampan?? Ooh tidak... Aku pasti udah gila dengan berpikir kalau Cowok tengil ini tampan. Wajahnya yang dekil saja terasa membuatku ingin muntah.

"Gue ganteng ya?"

Sontak saja mataku melotot dan menghempaskan kasar tanganku dari tangannya. OMG! Tanpa sadar ternyata dari tadi Aku gandengan tangan sama Dia???? Aaaaa hancur reputasi Aku kalau ada yang lihat.

"Jijik Gue dengarnya!" ketusku. Lian malah melempar cengiran bodonya.

"Udah deh, Gue mau naik mobil aja" kataku sambil berlalu melangkah menuju dimana mobilku terparkir. Aku membuka pintu mobilnya, namun dengan gerakan cepat Lian menutupnya dan merebut kunci mobil dari tangan Aku.

Saat hendak protes Lian langsung saja menutup bibirku dengan jari telunjuknya.

"Gue yang bawa mobilnya. Dan yah... Gue nggak nerima penolakan, hari ini Lo udah janji bakal berangkat bareng sama Gue" ucapnya. Dan entah mengapa Aku merasa terhipnotis dalam pesona mata hitam yang tajam itu. Warna matanya hitam pekat dan besar, apalagi bulu bulu mata yang lentik, yang semakin membuatnya terlihat sangat mempesona.

"Kita berangkat sekarang" katanya lagi dengan menepuk pundakku, dan jelas Aku langsung tersadar dari lamunan bodoh sementara itu. Aku langsung aja berjalan mengitari mobil dan segera masuk kedalam. Mendudukkan diriku dengan senyaman nyamannya. Namun selang beberapa detik Lian tak kunjung menyalakan mesin mobilnya. Dan benar saja Aku langsung menoleh kearahnya dengan sorot bertanya.

"Lo mau kita telat?" tanyaku dengan menaikkan satu alisku. Wajahnya datar menatapku. Dia maju mendekatiku, dan tentu Aku langsung mundur karena pergerakkan. Lian menarik sabuk pengaman disampingku dan memakaikannya. Tanpa sadar Aku menahan napas karena jarak antara Gue dan Lian cuman sejengkal aja. Setelah selesai Dia kembali ke posisi awal dengan senyum kecil mengembang diwajahnya.

"Kenapa?" tanyanya. Dan Aku hanya diam tak merespon, senyum Lian semakin melebar dengan tangannya yang sudah memutar kunci mobil.

"Harus ya Lo lakuin itu?" tanyaku saat mobil hendak bergerak.

"Lakukan apa?" tanya Lian tanpa menoleh kearah Aku karena ia fokus dengan mengendara mobil.

"Makaiin sabuk pengaman, Gue bisa sendiri"

One Love [complete]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang