-Happy Reading! 💋
Di hari senin yang bahagia ini, aku akan merubah diriku. Bukan merubah penampilan ku. Melainkan merubah sikapku menjadi sikap yang baik. Niatku untuk memiliki banyak teman akan aku wujudkan mulai dari sekarang. Pantulan diriku di cermin terlihat sangat cantik, aku akan menunjukkan senyuman cantik ini saat tiba di sekolah nanti. Rambutku menjuntai sampai pinggang dengan poni poni kecil, serta aku memakai jepitan rambut sebagai hiasan. Sejujurnya aku mengoleksi banyak sekali jepitan rambut, namun sayang aku tidak pernah memakainya. Namun saat ini, aku akan memakainya.
“Saatnya menunjukkan kepada dunia, siapa aku yang sesungguhnya!” kataku dengan semangat. Aku raih tas sekolahku lalu segera turun ke bawah menemui keluarga tercinta.
“Woah... Kamu tampil beda hari ini” takjub Mama menatapku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sedangkan di lain sisi Kak Mico menatapku sambil senyum senyum.
“Perfect!” komentar kak Mico dengan membentuk kan tangannya oke. Senyumku semakin mengembang, rasa percaya diriku meningkat drastis.
“Lihat Lo pakai baju itu Gue jadi pengen sekolah” celetuk Leka dengan cemberut.
“Lo diam dulu aja di rumah. Entar kalau Lo sekolah ribet, yang ada Gue jadi babu Lo yang harus dorong dorong kursi roda” balasku sinis. Leka hanya tertawa ringan memebalas ucapanku.
“Papa, Papa nggak mau beri komentar?” tanyaku menghampiri Papa dan duduk di sebelahnya. Usapan lembut jtuh di kepalaku.
“Papa cukup bahagia sayang, Papa sudah tidak komentar apapun untuk saat ini. Papa senang karena akhirnya kita semua bisa bersatu” ujar Papa mengembangkan senyum tulusnya. Dengan segera aku memeluk erat papaku. Papa benar, saat ini memang tidak perlu berkomentar apapun.
★★★
Tin. Tin.
Dengan sengaja aku membunyikan klakson mobil saat memasuki gerbang sekolah, supaya seluruh perhatian akan tertuju padaku. Setelah memarkirkan mobil dengan benar aku segera turun dari mobil. Pagi ini terasa sangat Indah, aku menungging kan senyumku dengan lepas. Seluruh murid menatapku dengan heran, namun itu wajar. Sebab selama ini aku selalu bermuka datar. Namun kali ini, dengan sengaja aku memamerkan senyum cantikku kepada semuanya.
Saat berjalan di koridor aku juga tersenyum kepada teman temanku sebagai sapaan. Mereka menatapku dengan takjub dan heran. Orang orang yang bahkan selama ini tak pernah aku lirik, kini justru aku menatap mereka semua.
Bruk!
Seseorang menabrakku, dan buku yang ia bawa berserakan di lantai.
“M-maf... Maaf, Lisa. Aku nggak sengaja” kata cewek itu terbata. Aku berjongkok sambil memunguti buku cewek itu, setelahnya aku berdiri dan menyerahkan buku itu kepadanya.
“Lain kali hati hati ya...” balasku sambil tersenyum. Dan dapat di lihat bagaiaman terkejutnya ekspresi cewek di depanku ini. Namun tanpa menunggunya aku kembali melangkah menuju kelas.
“Hai, Ra!” sapaku ketika sampai di kelas. Arra tersenyum senang mendengar sapaanku.
“Kamu terlihat sangat cantik”
“Terimakasih” aku duduk di sebelah Arra dengan senang. Dan tanpa aku sadari seluruh krlas cengo melihat kedatanganku dengan menyapa Arra seperti tadi.
“Semuanya menatap kamu, Lisa” bisik Arra. Aku pun menoleh kepada teman temanku yang lain. Benar, mereka semua menatapku, dengan segera aku melambaikan tanganku sebagai sapaan. Dan dengan kaku mereka membalas lambaian tanganku, aku semakin tersenyum lebar menatap kebingungan mereka.
Kini waktunya Apel pagi. Entah kenapa di hari senin kali ini upacara bendera di tiadakan. Jadi seluruh mutid berkumpul hanya untuk apel pagi. Aku dan Arra berdiri di barisan paling depan. Apel pagi hari di khususkan untuk melihat aksi dari ekstrakurikuler paskibraka. Mereka menampilkan aksinya dengan sangat rapi dan tertib. Di akhir pertunjukkan masing masing dari mereka membawa papan kotak di tangan kiri. Mereka membentuk formasi lalu menunjukkan papan kota itu. Dan yang bikin heboh adalah, papan kotak itu tertuliskan...
“I LOVE YOU LISA” seru kompak anggota Paskibraka.
“WOOOAAAAHHHH!!!” seru seisi murud sekolah. Sedangkan aku sendiri merasa terkejut dengan ini semua.
Seluruh murid dan Guru bahkan kompak bertepuk tangan dengan meriah, siulan dan teriakan mulai memenuhi lapangan. Aku menatap keseliling dengan bingung. Sedangkan Arra sudah tersenyum senyum kepadaku. Hingga pemimpin dari anggota paskibraka datang dengan membawa seikat bunga besar di tangannya. Suara ricuh semakin menjadi jadi. Saeorang cewek dari anggota paskibraka datang menghampiriku, dan menuntunku untuk meju kehadapan si ketua paskibraka.
Di sana aku merasa sangat degdegan. Inu adalah kali pertama di mana aku dilihat murid seisi sekolah dalam sesi Apel. Aku mengusp keringat dingin pipiku
Astaga, ada apa ini???. Gerutuku dalam hati. Aku menundukkan kepalaku merasa malu. Hingga aku terkejut karena pemimpin dari paskibraka itu berlutut di hadapanku sambil menyodorkan seikat bunga kepadaku. Sontak saja tingkahnya itu membuat suara gaduh dari semua orang semakin ricuh.
“Lisa!” panggilnya, aku pun menoleh. Sebenarnya aku tudak bisa melihat wajah dari pemimpin paskibraka ini sebab dia memakai topi yang terlalu menunduk hingga wajahnya tak bisa di lihat. Nan saat aku menoleh kearahnya, justru aku terkejut karena dia adalah Liandra Arunna.
“Lian??” kejutku, yang benar saja. Lian adalah pemimpin dari ekstrakurikuler paskibraka?? Kenapa selama ini dia tidak tahu.
“Lisa.... Maukah kamu menjadi pacarku?” tanya Lian yang membuatku melotot kaget.
“AAAA!!” teriak histeris dari murid murid.
“TERIMA! TERIMA! TERIMA!” seru mereka semua kompak, bahkan para guru juga bersuara demikian. Sedangkan aku menatap Lian dan menatap keselilingku dengan bingung sekaligus malu. Aku menarik tangan Lian agar dia berdiri.
“Jawabannya?” taya Lian. Aku meringis menatap Lian, jujur aku sangat malu. Mungkin wajahku kinu sudah sangat merah sekali.
“Iya, aku mau” jawabku pelan.
“Apa?? Kamu ngomong apa?” tanya Lian sok sok an budeg.
“HEI KALIAN SEMUA! APA KALIAN DENGAR DIA NGOMONG APA??!” ucap Lian kepada seluruh anggota Apel dnegan suara keran nan lantang.
“TIDAK!!” jawab kompak mereka.
Aku semakin menunduk malu, Lian benar benar membuatku merasakan malu yang sangat mendalam.
“Mereka juga nggak dengar tuh kamu ngomong apa” bisik Lian, aku menatapnya dengan sebal. Aku manarik napas dan membuangnya perlahan.
“AKU TERIMA!!!” teriakky keras. Sura gaduh pun kembali terdengar semakin keras. Aku menutup wajahku yang sudah sangat merah. Lian meraih tanganku, dia menyodorkan sebuket bunga Mawar kepadaku. Aku langsung menerimanya dengan senang hati.
Setelah itu tanpa di duga Lian meraih tangan kananku dan memakaikan cincin di jari manisku. Aku sangat terkejut melihat itu. Rasa senang dan terharu rasanya campur jadi satu.
“Lian?”
“I love you, Lisa” kata Lian. Aku hany diam tudak bisa berkata apapun. Semuanya terasa seperti mimpi terindah.
“Ayo” ajak Lian menarik tanganku.
“Kemana?”
“Meminta restu”
Huh! Tanpa di duga Lian mengajakku ke deretan para Guru dan Salim kepada mereka satu persatu demi meminta restu kepada mereka. Awalnya aku hanya diam, namun Lian menuntunku untuk mencium punggung tangan dari guru guru yang ada di sekolahku. Semua orang bertepuk tangan dengan meriah melihatku dan Lian menyalimi para guru guru.
TBC.
Yeah! Akhirnya sudah tamat ceritanya guys 😄😄😄
Akhirnya Lisa mendapatkan kedamaian dalam hidupnya... Apa hikmah yang kalian ambil dari cerita Lisa?? Kuy tulisankan komen di bawah ya😚
Semoga cerita PRINCESS ARROGANT ini dapat menghibur kalian semua 😊
Seperti biasa, jangan lupa tinggalkan Vote dan komennya 😉
Semoga saja aku segera rilis cerita baru, dan semoga saja hasil karya tulisanku akan lebih baik dari yang sudah sudah 😍
Bye bye, Guys 😘🖐️
-Regards
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
Fiksi RemajaTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)