★ Princess Arrogant 15 ★

194 17 6
                                        

-Happy Reading! 💋

Untuk kesekian kalinya aku menyerka air mataku. Aku mengendarai mobilku tak tentu arah. Otakku sibuk berkecambuk dengan masalah masalalu yang seakan terus berputar putar dikepalaku. Dadaku sesak, tentu sangat sesak!. Kehancuran itu lagi lagi menimpa diriku, lagi lagi aku harus terjatuh.

Cittt!!!

Decitan suara ban dengan aspal yang menyaring efek aku mengerem dadakan, aku dikejut dengan seeroku kucing yang menyeberang jalan. Nafasku memburu dengan tangan bergetar, air mataku kembali mengalir dengan bebasnya di pipiku. Aku menempelkan kepalaku pada setir mobil, aku mulai terisak disana. Sebelumnya aku tidak pernah berpikir akan pergi dari rumah.  Tapi Aku juga tidak merasa menyesal sedikitpun dengan keluar dari rumah. Aku pikir, semua tindakanku sudah benar. Aku sudah tidak nyaman dengan rumahku sendiri, lantas apa yang membuatku untuk bertahan lagi??. Dan sekarang aku bingung... Bingung mau kemana. Nenek sudah tiada, rumah saudara jauh. Aku menghela napas panjangku.

Tok. Tok. Tok.

Aku menoleh karena jendela mobilku ada yang mengetuk. Aku menghapus air mataku lalu menurunkan kaca mobilku, dan mataku melebar menatapnya.

“Arra?” panggilku pelan. Arra tampak menatapku dari luar mobil. Aku pun membuka pintu mobilku dan keluar.

“Lisa kamu kok disini?” tanya Arra setelah aku keluar. Arra menatapku senang, lalu berikutnya ia mengernyit. “Kamu habis nangis?” tanya Arra, dan aku segera mengusap usap wajahku.

“Hei... Kenapa Lis?” tanya Arra lagi, dan aku menggeleng.

“Lo sendiri malam malam kenapa ada disini?” tanyaku, tanpa membalas pertanyaan Arra. Arra menatapku sejenak, lalu mengangkat kresek yang ada ditangannya.

“Beli nasi goreng disitu” jawab Arra dengan menunjuk gerobak nasi goreng dengan dagunya. Dan aku pun mangut mangut. “Aku tadi tidak sengaja lihat mobilmu, dan saat ku dekati. Eh, ternyata memang benar kalau itu kamu”

“Kamu mau kerumahku?” tanya Arra. Aku menaikkan satu alisku, rumah? Aku menoleh kekanan dan kiri. Ooh ya, ini adalah jalan dekat rumah Arra. Karena terlalu sedih aku jadi tidak sadar mengendarai mobilku kemana.

“Em, memangnya nggak ngerepotin?”

Arra menggeleng, “Ya enggak, justru aku seneng” girangnya. Aku menatap Arra dengan heran, baru sore tadi dia terlihat sangat kacau. Tapi malamnya... Dia sudah kembali seperti biasa. Cewek periang dan murah senyum. Aku mengangguk pada Arra, Arra langsung tersenyum lebar.

“Yuk!” aku pun pergi kerumah Arra dengan menaiki mobilku. Saat diperjalanan, Arra menatapku lalu menatap kearah bawah, menatapku menatap kebawah. Begitu seterusnya.

“Lo kenapa, Ra?” tanyaku akhirnya. Arra hanya menoleh lalu meringis.

“Lis” cicit Arra.

“Hm” jawabku sambil membelokkan mobil kearah kompleks perumahan Arra.

“Kamu kabur dari rumah ya?” tanya Arra takut takut. Aku pun menoleh pada Arra lalu menatap koperku dari spion.

Sepertinya Arra melihat koper itu. Batinku.

“Enggak kabur kok. Aku emang pergi dari rumah” jujurku, lalu menghentikan mobilku karena sudah sampai. Arra menoleh padaku dengan mata membola, tapi dia hanya diam tidak bertanya. Kami pun keluar dari mobil.

“Em, Lis”

“Ya”

“Kamu bisa bawa kopermu kedalam”

Aku mengernyit, “Untuk apa?”

“Kamu pergi dari rumah bukan. Dan... Malam malam begini kamu mau pergi kemana? Sebaiknya kamu tinggal disini dulu”

One Love [complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang