Kalau ada typo bilang ya,
biar aku langsung betulin okee....
Happy Reading!💋
Aku memasuki kelas dengan menunggingkan senyum kecil diwajahku. Aku merasa senang sekali setelah berbaikkan dengan Lian. Apalagi setelah aku memberi kesempatan untuk Lian, nggak ada salahnya juga untuk aku membuka hati buat Lian. Menurutku Lian pantas mendapatkannya, lagi pula aku juga tidak memberi kesempatan kepada orang asing. Aku memberikan kesempatan kepada teman masa kecilku. Aku mengenalnya sudah dari kecil hingga sekarang, semoga saja Lian berhasil untuk membuatku jatuh Cinta kepadanya.
“Pipi kamu kenapa merah gitu, Lis?” aku menoleh pada Arra yang bertanya. Spontan aku menutup kedua pipiku dengan mata melebar.
“Bohong Lo, m-mana mungkin pipi Gue merah” kataku yang dengan bodohnya jadi tergagap.
“Yee... Dibilangin kok nggak percaya sih” aku hanya diam, “lagi pula kamu mikirin apa sampai mukanya bersemu semu hm?” sambung Arra.
“Kok Lo jadi kepo sih? Gue mikirin apa itu urusan Gue. Bukan urusan, Lo” jawabku dengan ketus. Yah meskipun aku sudah mengenal Arra sejak lama, dan Dia memang cewek baik. Tapi tetap saja aku selalu cuek kepada Arra. Namun setahuku Arra tak pernah merasa sakit hati atas segala tindakanku. Malahan setiap naik kelas, Arra selalu menawariku untuk duduk bersamanya. Karena Arra tahu jika aku tak pernah bergaul dengan murid siapapun termasuk dikelasnya. Jadi selama aku masuk SMA yang aku kenal hanya Arra, Leka, dan sekarang juga ada Lian.
“Iya deh iya....” jawab Arra sambil tersenyum.
“Emm, Lis” panggil Arra pelan. Aku hanya meliriknya tanpa menjawab.
“Aku boleh minta bantuan nggak?”
“Apa?” tanyaku dengan dingin.
“Em, aku kan hari ini nggak bawa motor, karena motornya lagi dibengkel. Terus dompet aku juga ketinggalan—“
“Nggak usah bertele tele deh, Lo mau apa?? Duit?” selaku cepat karena tak ingin mendengar cerita Arra. Arra terlihat menggelengkan kepalanya.
“Enggak, aku nggak minta uang” katanya dengan lugu.
“Terus?”
“Lis, kamu mau nggak anterin aku pulang??” tanya Arra takut takut dengan menunjukkan cengirannya. Aku terdiam beberapa saat, menimang nimang apa aku akan membantu Arra atau tidak.
“Oke” jawabku akhirnya, Arra langsung menghela napas leganya.
Sesuai permintaan Arra. Setelah bel kepulangan dibunyikan, aku akan mengantar Arra pulang. Dan kini aku tengah mengemudikan mobilku untuk mengantar Arra kerumahnya.
“Ini masih lurus ya, Ra?” tanyaku sambil memperhatikan jalan kompleks yang sepi.
“Iya, itu yang pertigaan belok kanan”
Aku mangut mangut mendengar penjelasan Arra.
“Makasih banget ya, Lisa. Kamu baik banget mau nganterin aku pulang” ujar Arra setelah mobilku berhenti tepat didepan rumah Arra. Setelah melihat anggukan sekaliku, Arra pun bergegas keluar dengan menyempatkan untuk melambaikan tangannya. Setelah itu Arra masuk kedalam rumahnya. Dan saat aku nginjak pegasnya, tiba tiba aja terdengar suara gebrakan yang cukup keras. Aki terpelonjak kaget dan langsung menoleh kearah rumah Arra. Terlihat seorang Cowok keluar dari rumah Arra dengan muka memerah. Aku diam ditempat sampai Cowok itu pergi, setelah itu aku baru keluar mobil dan langsung lari menuju rumah Arra.
“Arra” panggilku yang merasa khawatir. Arra terduduk diruang tamu dengan tertunduk. Seisi rumah berasa seperti kapal pecah, semua barang berserakan tidak beraturan. Arra menoleh kearahku kala aku tadi memanggilnya. Dia sedang menangis dengan pipinya yang merah dengan cap tangan tercetak jelas di pipi putihnya itu. Aku berjalan mendekat dan jongkok didepan Arra.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
Teen FictionTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)