-Happy Reading!💋
Drrttt... Drrttt...
"Emm... "
Aku meleguh dan menggeliat didalam selimut tebal ku. Tangan kananku bergerak meraih handphone disebelah bantalku dan mematikan alarm yang sedari tadi terus bergetar. Mataku menatap kearah jam dinding yang menunjukkan pukul setengah lima. Aku pun beranjak dari tidurku dan langsung memasuki kamar mandi. Setelah mandi dan melakukan wudhu, Aku keluar dan berlanjut melaksanakan sholat subuh.
Dalam sholatku, Aku hanya berdoa agar mendapatkan ketenangan hati. Memberikan ketentraman dalam fisik maupun psikisku. Aku terdiam dengan masih menggunakan mukena. Menatap kosong kearah jendela yang tadinya sempatku buka. Kenangan kecil terlintas begitu saja.
Flashback on
"Lisa!" suara kecil nan lucu itu menyerukan namaku. Aku terbangun dari tidurku sambil menguap lebar.
"Lisa!"
Aku pun langsung berjalan menuju jendela dan membuka jendelanya lebar lebar. Dibawah sana ada Alfin yang tengah melambai lambaikan tangannya. Aku menatapnya sambil mengusap usap mataku.
"Baru bangun ya?" tanya Alfin dan Aku mengangguk.
"Ayo mandi Lisa, aku mau ajak kamu lari pagi" katanya dengan senyum terimut. Aku pun mengangguk dan langsung menuruti ucapan Alfin.
Flashback off
Cerita singkat yang tak pernah aku lupakan. Aku berjalan kearah jendela dengan tatapan nanar. Ku tatap kearah bawah sana, disana tak ada siapun. Alfin sudah pergi... Dan tak akan pernah kembali lagi.
"Huft! Gue nggak boleh lemah lagi. Gue harus bisa bangkit! Harus!" tekanku pada diriku sendiri.
Aku pun langsung bergegas pergi keluar kamar, setelah berpakaian kaos oblong warna abu abu yang bernada dengan celana hitam. Aku sempat menoleh pada pintu kamar yang di tempati Lian, pintu itu tertutup dan sepertinya Lian masih tertidur. Tanpa buang buang waktu aku segera melangkah menuruni anak tangga dengan hati hati. Mataku langsung menangkap Mama yang tengah berada didapur.
"Mama..."
"Eh, Lisa. Tumben keluar kamar sepagi ini?" tanya Mama. Aku mendekat kearah Mama.
"Mau lari pagi, Ma..."
Mama yang mendengar jawabanku pun hanya mengangguk kecil.
"Mama yang buat teh? Kenapa nggak Leka aja. Kan Dia pembantu disini" kata ku sambil menoleh kanan kiri mencari keberadaan Leka. sebenar sih pembantu dirumah ini ada dua, ada Leka dan Bi Darmi. Tapi yang tinggal dirumah ini hanya Leka, sedangkan Bi Darmi selalu pulang pada sore hari dan akan kembali pada keesokan harinya.
"Yaampun sayang... Jangan bilang Leka pembantu dong Nak. Dia kan sudah seperti keluarga bagi kita" kata Mama dengan enteng.
"Enak aja keluarga, pembantu ya tetap pembantu dong Ma" kataku cepat, karena tak terima dengan perkataan Mama.
"Jangan sebut Dia pembantu" kata Mama dengan sabar.
Dahiku mengerut mendengarnya.
"Lalu apa? Budak?" tanyaku polos. Dan Mama hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. Seakan ucapanku itu sangat salah.
"Sudahlah... Lisa mau lari pagi aja" ujarku yang lalu meraih tangan Mama dan mencup singkat telapak tangannya. Aku langsung keluar tanpa melihat Mama. Sampai diteras depan rumah aku malah melihat Leka yang sedang duduk asik di Gasebo halaman depan bersama dengan Lian.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
Ficção AdolescenteTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)