-Happy Reading!💋
Byurr.
Aku terjingkat kaget akibat siraman air yang menerpa wajah ku. Mata ku yang semula terpejam pulas dalam tidur kini terbuka lebar lebar.
“Hai, Lisa. Selamat pagi” sapanya dengan wajah tersenyum lebar.
Aku menatap tajam Cewek di depan ku. Semalaman aku di sekap di kamar ini dengan tangan terikat.
“Lepasin Gue!” pintaku dengan suara serak. Bisa di lihat saat ini Dia tengah mengangkat sudut bibirnya dengan wajah penuh ke licikan. Dia adalah Ayu, teman dekat Leka sekaligus teman sekelasku. Entah atas dasar apa Dia melakukan ini semua.
“Jangan Buru Buru, Lisa. Permainan kita saja belum di mulai”
“Lepasin Gue, kalau enggak Lo akan tahu akibatnya!” ancamku sungguh sungguh. Ayu semakin melebarkan senyum liciknya. Dia duduk di pinggiran ranjang sambil mengusap usap kepalaku.
“Lisa... Terserah Lo mau ngomong apa. Yang jelas Gue nggak akan takut sama Lo...” ucapan tangan Ayu terus menari nari di atas kepalaku. Aku meronta atas perlakuannya yang kurang ajar terhadapku.
“Lo mau apa sih?!”
“Mau Gue?”
Ayu bangkit dari duduknya lalu berkata, “Mau Gue simple kok... Gue mau, Lo menderita!”
★★★
“Lisa nggak ada di sini” kata Arra untuk kesekian kalinya. Namun tetap saja, Mico dan Lian terus celingukan mencari Lisa di pemakaman ini.
“Mending kita lapor polisi aja” usul Arra. Dan membuat Lian mengentikan langkahnya.
“Belum dua puluh empat jam, percuma kita lapor polisi. Endingnya juga nggaka akan di terima laporannya”
“Kita cari aja di parkiran. Mungkin kita dapat petunjuk di sana” kata Mico yang langsung melangkah pergi menuju parkiran. Lian dan Arra pun langsung mengikuti Mico tanpa di komando.
“Parkirannya kosong” gumam Arra. Sedangkan Lian dan Mico sudah menelusuri setiap sisi parkiran demi menemukan petunjuk. Arra menoleh ke arah samping dan menemukan seorang bapak bapak yang tengah berjalan ke arahnya dengan membawa peralatan kebersihan.
“Pak, permisi” ujar Arra menghampiri bapak itu.
“Iya, Dek. Kenapa?”
“Bapak ini tukang kebersihan di makam ini ya?” tanya Arra untuk memastikan.
“Iya, Saya bertugas jadi tukang kebersihan di sini. Ada apa ya, Dek?”
“Eh, begini, Pak. Saya mau bertanya, apa kemarin sore sekitar jam empat, Bapak melihat perempuan seumur saya dan setinggi saya ada di makam ini?”
Bapak itu nampak diam terlihat sedang berpikir, “Rambutnya panjang bukan?” tanya si bapak.
“Ah, iya Pak. Benar” jawab Arra cepat.
“Kemarin saya memang lihat ada Perempuan seperti ciri ciri itu. Tapi kemarin Saya lihat Cewek itu pingsan, dan teman laki lakinya langsung menggendongnya dan di bawa ke mobil. Setelah itu mereka langsung pergi” penjelas Bapak tukang ke bersihan.
Teman laki laki?. Ucap Arra berbatin.
“Ooh, begitu... Baik, Pak terimakasih informasinya”
Bapak itu mengangguk lalu pergi. Sedangkan Arra bergegas menghampiri Mico untuk memberi informasi ini.
“Kak Mico” panggil Arra. Tidak hanya Mico yang menoleh, Lian pun juga menoleh dan menghampiri Arra.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
Teen FictionTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)