-Happy Reading!💋
"Kakak kenapa bengong?" tanyaku pada kak Mico yang terlihat suram. Dia menoleh dan menggeleng pelan.
"Ih... Kakak kenapa? Kalau ada masalah itu dibagi sama Lisa dong kak"
"Nggak ada apa apa Lisa..." seru kak Mocp sambil mencubit gemas pipi kiriku. Hari ini aku menghantar kakakku untuk ke kampus nya. Karena tadi pagi mobilnya sempat ada kendala, dan dari pada Dia terlambat ngampus mending aku antar Dia. Tapi entah kenapa dengan hari ini, kakak tercintaku terlihat sangat suram tidak seperti biasanya. Berbagai pertanyaan muncul dikepalaku. Dan berkali kali aku bertanya apa yang terjadi pada kak Mico tapi, Dia selalu saja bilang tidak apa apa. Kan jadi males tanya kalau begitu.
"Ooh ya Li, bagaimana dengan sekolahmu?" tanya kak Mico.
"Maafnya beberapa hari yang lalu kakak nggak bisa temani kamu belajar. Jadwal kuliah kakak padat banget" keluhnya dan aku hanya tersenyum.
"Nggak apa apa kok kak. Santai aja, Lisa bisa handle sendiri tentang sekolah Lisa. Justru Lisa khawatirnya sama kakak... Karena jadwal kuliah kakak yang padat, kakak jadi sampai nggak pulang kemarin"
"Hmm... Mau gimana lagi, kakak harus bisa mendapatkan nilai yang bagus. Supaya Papa Mama nggak rugi menyekolahkan kakak sampai setinggi ini" kata Mico dengan nada lelah, tapi dalam sorot matanya ada semangat yang begitu besar.
"Niat kakak bagus. Tapi Lisa harap, jangan sampai karena hal itu kakak menjadi terbebani. Dan parahnya lagi kalau kakak sampai lupa akan kesehatan kakak sendiri. Lisa tahu kalau kakak sangat berambisi untuk dapatkan nilai tinggi"
Kak Mico mengusap kepalaku dengan senyuman yang terukir diwajahnya.
"Iya iya... Kakak akan jaga diri kok" jawabnya dengan di seringai oleh kekehan kecil. Aku menoleh sekilas dengan menggelengkan kepalaku.
Aku menghentikan mobilnya tepat didepan gerbang Universitas Manoban. Suasana dalam kampus terlihat begitu ramai, padahal ini masih jam enam pagi.
"Makasih ya udah mau anterin..."
Aku mangut mangut. Kak Mico langsung keluar, dia sempat melambaikan tangannya sebelum aku pergi. Aku pun tersenyum membalas lambaian tangan itu. Dan setelah itu aku segera putar balik dan langsung melajukan mobilku menuju sekolah.
Sesampainya di sekolah aku langsung bergegas menuju kelas. Dengan menghiraukan semua tatapan yang selalu tersorot kearahku.
"Pagi Lisa..."
"Makin cantik aja Lis"
"Morning Lisa..."
Sepanjang jalan seperti biasa ada banyak murid yang selalu menyapu. Bahkan tak jarang dari mereka merayuku denga kata kata gombal yang terdengar begitu alay ditelingaku. Terkadang juga aku harus sampai menahan tawa geliku saat mendengar gombalan gombalan alay itu.
"Lisa Lisa!! Tunggu!"
Aku sedikit memelankan langkahku dengan menoleh kearah belakang. Terlihat Arra tengah berlari menghampiriku.
"Huh! Huh!"
Aku berhenti dan mengernyit menatap Arra dengan dahi mengernyit.
"Kenapa Lo?" tanyaku dengan menatap Arra dari atas hingga bawah.
"Bareng kekelas" ucap Arra yang masih dengan ekspresi ngos ngosan. Aku berdecak pelan sambil menggelengkan kepala. Kami pun sama sama pergi kekelas. Pelajaran disekolah hari ini dibilang nggak padat soalnya ada salah satu Guru di Sekolah yang meninggal dunia. Yang otomatisnya banyak Guru meninggalkan kelas karena harus melayat.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
Novela JuvenilTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)