-Happy Reading!💋
Selama jam pelajaran berlangsung aku jadi nggak fokus dengan pelajaran. Hanya tubuhku yang ada dikelas, tapi pikiranku berada ditempat lain. Setelah Lian mengatakan itu di rooftop, setelah itu juga ia tak menyapaku, bahkan melihatku pun tidak. Entah apa yang dimaksud Cowok itu, aku benar benar gak ngerti. Hingga sampai waktu menjelang pulang sekolah pun Lian tak menyapaku. Dia malah langsung pergi setelah mendengar bel kepulangan.
Tok tok tok
Aku mengetuk pintu kamar kakakku dengan pelan. Setelah itu pun pintunya terbuka dan memperlihatkan kak Mico dengan baju santai yang ia kenakan.
"Eh, Lisa?"
Aku tersenyum tipis.
"Boleh masuk?" tanyaku, dan Kak Mico langsung merespon dengan tersenyum.
"Boleh dong... Ayo masuk" katanya dengan membuka lebar pintu kamarnya. Seakan memberikanku akses untukku masuk kedalam kamarnya. Aku pun masuk kedalam dan duduk diatas ranjangnya dengan menengok kanan kiri, melihat seisi kamar Kak Mico. Dan menemukan foto Kak Meli yang terpampang diatas nakas samping ranjang.
"Aku ambil waktu Dia berada di perpustakaan" ujar Kak Mico yang sepertinya tahu akan arah pandangku. Aku menoleh dan tersenyum. Kak Mico duduk disampingku, dan aku langsung memeluknya dari samping.
"Gimana hubungan Kak Mico sama Kak Meli sekarang?" tanyaku sambil menyamankan kepalaku didada bidang kakaku.
"Tumben tanya soal hubungan kakak? Kenapa?"
Aku sedikit mendongak untuk melihat wajah Kak Mico.
"Emang nggak boleh kalau aku tanya tentang perkembangan hubungan Asmara kakakku sendiri?" tanyaku balik, dan kak Mico mencubit gemas hidungku. Aku melepaskan pelukanku.
"Aku sama Meli baik baik aja kok. Bahkan kami semakin baik saat kami mulai bersama sama lagi seperti dulu. Meli sekarang juga terlihat sangat bahagia karena bisa menemukan keluarganya" jelas Kak Mico sambil senyum senyum. Kak Mico monoleh kearahku lalu bertanya.
"Kamu lagi sibuk memikirkan apa, Lisa?"
Hatiku sedikit terhentak mendengar pertanyaan itu. Aku langsung menggeleng pelan.
"Nggak mikirin apa apa" kataku cepat, secepat gelengan kepalaku.
"Kamu mau bohongi kakak hm? Aku tahu kamu lebih baik dari Mama, dan apa sekarang kamu akan mengelak jika kamu lagi banyak pikiran?"
Aku terdiam. Yang dikatakan Kak Mico benar, Dia jauh lebih mengenalku dari pada Mamaku sendiri. Kak Mico adalah satu satunya keluargaku yang sangat mendukungku dan mempercayaiku. Keretakan hubunganku dengan Mama diawali oleh kedatangan Leka bersama Ibunya. Mereka bagaikan iblis yang telah merusak perdamaian dalam keluargaku. Mama selalu menilaiku lebih buruk dari pada Leka. Oleh sebab itu aku sangat membenci Leka, bukan karena itu saja. Karena masih ada alasan lain yang lebih kuat untuku membenci Leka. Gadis miskin yang berprofesi sebagai asisten rumah tangga di keluargaku.
Tak!
Aku tersentak saat kak Mico menjentikkan jarinya tepat didepan wajahku.
"Tuh kan ngelamun..."
Aku hanya bisa memberi ekspresi cemberut pada Kakaku.
"Kakak... Apa aku boleh bertanya?" kataku ragu ragu.
"Tentu! Kamu bisa menanyakan segalanya sama Kakak"
Aku menunduk, sambil memainkan jari jari tanganku.
"Kemarin, waktu di rooftop sekolah. Aku sedikit bertengkar dengan Lian, terus karena amarah Lian mengucapkan kata kata yang membuatku nggak ngerti" kataku mencoba menjelaskan inti insiden sewaktu di rooftop kemarin. Kak Mico terlihat mengerutkan dahinya, mencoba untuk terfokus pada setiap kata yang aku ucapkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
JugendliteraturTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)