★ Princess Arrogant 23★

148 14 3
                                        

-Happy Reading! 💋

Qinar dan Dika datang ke kantor polisi untuk meminta bantuan atas hilangnya Lisa. Namun dari pihak kantor polisi tidak bisa berbuat banyak sebab kasus hilangnya Lisa belum sampai dua puluh empat jam.

“Tante”

Qinar yang tengah duduk sendiri di kursi teras kantor polisi sedang bercucuran air mata menoleh kala mengenal suara yang tidak asing itu.

“Leka?”

Leka menghampiri Qinar, “Tante, apa benar Lisa di culik?” tanya Leka. Qinar menghapus air matanya.

“Leka, jawab dengan jujur” Qinar bangkit dari duduknya dan memegang pundak Leka, “Apa kamu terlibat dengan penculikan ini?? Jawab jujur sama Tante, Leka. Seburuk apapun sijap Lisa ke kamu, kamu nggak ada hak buat mengancam ke selamatan Lisa! Ingat, Lisa itu anak Tante!” peringat Qinar. Leka bergetar mendengar suara Qinar yang berat penuh emosi itu.

“A-aku... Aku—“

“Jawab, Leka!” teriak Qinar dengan mengguncang tubuh Leka.

“Sayang, lepasin Leka. Jangan seperti ini, kamu menyakiti Leka” ujar Dika yang beru datang dan berusaha melepas cengkraman Qinar terhadap Leka.

“Leka jawab, Tante!! Kamu akan menerima akibatnya jika main main dengan keselamatan Lisa!” teriak Qinar frustasi. Dika memeluk Qinar dengan erat, karena ia tidak ingin dalam ke adaan kacau ini Qinar bisa melukai Leka.

“Leka menjauhlah!” perintah Dika. Namun Leka bergeming di tempatnya sambil memandang Qinar.

“Selama ini saya rela membesarkan kamu tanpa ada rasa benci. Saya yakin jika kamu dan ibu kamu berbeda, tapi saya salah!  Benar kata orang. Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Dan kamu mewarisi sikap buruk dari Ibumu! Kalian berdua sama saja, selalu menghalalkan segala cara agar keinginnan kalian terpenuhi” emosi Qinar muntab ke pada Leka. Anak yang dia besarkan dengan kasih sayang tanpa membedakan anak kandung ataupun anak orang lain.

“Tante...” rilih Leka meluncurkan air matanya.

Qinar menggeleng tegas, “kamu nggak bisa membodohiku lagi dengan air mata palsu mu” Qinar memalingkan wajahnya dan menangis memeluk Dika.

★★★

“Lo yakin ini tempatnya, Kak?” tanya Lian dan Mico mengangguk.

“Gue yakin ini tempatnya, coba lihat itu mobil Lisa” tunjuk Mico pada Mobil Lisa yang terparkir di halaman sebuah Villa yang besar.

“Gue rasa yang menculik Lisa adalah orang dekatnya, karena jika itu penculik sungguhan. Tidak mungkin menculik sampai bawa mobilnya” ujar Mico.

“Gue rasa juga begitu” jawab Lian.

“Terus kita gimana nih, langsung masuk atau gimana?” tanya Arra yang duduk di kursi belakang.

“Jangan dulu. Terlalu beresiko, lihat di sana ada sekitar empat sampai lima preman yang berjaga” tunjuk Mico sambil melihat keamanan yang ketat di sana.

“Gue udah hubungi Om Dika buat kasih tahu polisi tentang keberadaan Lisa, kak. Mungkin sekarang mereka dakam perjalanan menuju ke mari”

★★★

Perkataan Qinar terus tering riang di otak Leka. Ia merasa kacau sebab di tuduh yang tidak tidak oleh Qinar. Tapi Leka juga tidak menyalahkan Qinar, sebab dia sadar diri. Jika selama ini hubungannya dengan Lisa memang tidak pernah baik. Leka juga selalu memiliki niat buruk terhadap Lisa, tapi is juga tidak pernah terpikir untuk menculik Lisa. Leka masih tahu diri dan batasan.

One Love [complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang