-Happy Reading!💋
Rasanya kesal sekali saat orang yang sangat kita sayangi lebih menyayangi orang lain. Hati ini terasa teriris, sakit, dan juga sangat pedih. Aku berlutut di sebelah batu nisan yang terukirkan nama Alfin disana. Aku sangat merindukan Alfin, maka dari itu Aku berkunjung ke makam Alfin. Alfin dimakamkan disebuah permakaman yang dinamakan MAKAM BATU, yang terletak dikota Malang Jawa Timur.
"Hai... Alfin" sapaku menatap batu nisan itu dengan memberi usapan pada batu nisannya.
"Bagaimana kabar kamu di surga sana? Aku harap kamu mendapatkan tempat terbaik ya, Alfin... " rilihku dengan tersenyum tulus.
Aku dan Alfin berteman sangat dekat, Aku bahkan lebih dekat dengan Alfin dari pada dengan Lian. Kami bertiga tumbuh besar di Kota yang sama, yaitu Kota Malang yang terletak di provinsi Jawa Timur. Bagiku, Alfin sangat baik dan juga sangat pengertian dari pada Lian. Dan oleh sebab itu Aku lebih suka pada Alfin dari pada sama Lian. Dulu, Lian sangat nakal kepadaku. Dia selalu saja mengejek dan mengerjaiku. Tapi Alfin, Dia selalu membelaku dan selalu menyelamatkan Ku dari Lian. Mengingat masa masa kecil kami dulu, membuatku tersenyum senyum. Masa dimana Aku merasa sangat bahagia dengan kehidupanku. Masa dimana Aku berlimang kasih sayang dan Cinta dari orang yang ada disekitarku.
"Aku senang sekali saat mengingat ingat masa kecil kita... Semua terlihat sangat Indah... " kataku pada makam Alfin.
"Jika kamu juga merindukan Aku, Aku harap kamu mau menemuiku didalam mimpiku nanti malam" kataku dan kemudian Aku berdiri. Memandang makam itu dengan senyum sedih.
Aku mencintaimu, Alfin. Batinku.
Aku beranjak pergi dari Pemakaman Batu. Setelah menemukan jalan raya, Aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Jujur, Aku tidak mempunyai tujuan mau pergi kemana. Hari sudah mulai sore tapi Aku masih enggan untuk kembali kerumah. Dirumahku sendiri Aku merasa sesak. Sesak melihat adanya Leka, dan lebih sesak jika Mama jauh lebih dekat dan lebih percaya pada Leka. Aku pikir... Apa gunanya Aku pulang, jika didalam keluargaku tak ada satupun yang menanti kehadiranku dan tak ada yang pernah percaya dengan perkataanku. Aku tahu diri kalau Aku memanglah Arrogant. Tapi apakah itu salah? Menajdi seorang Gadis arrogant bukanlah keinginanku, tapi karena keadaanlah yang membuatku menjadi Gadis berhati batu dengan sikap arrogant.
Aku menghela napas lelah. Akupun mulai melangkah disepanjang trotoar dengan pandangan kosong namun otak terus berputar. Diriku yang saat ini jauh lebih baik dari pada yang kemarin, dan Aku yakin akan itu. Hingga langkahku terhenti kala mendengar suara azan ashar dikumandangkan. Aku bergerak mendekati suara itu, dan tak butuh waktu lama Aku menemukan mushola disana. Aku pun berniat untuk melaksanakan kewajibanku sebagai seorang muslim. Aku ingin mencari keberkahan dalam hidup ini, yang insyaallah dengan melakukan sholat. Sedikit demi sedikit beban dalam hidup ini akan sedikit ringan.
★★★
Tak terasa hari sudah gelap, dan Aku masih terduduk manis diteras mushola yang sudah kutempati untuk sholat ashar, magrib, dan isyak.
"Kamu belum pulang, Nak?"
Aku mendongak kala mendengar pertanyaan itu. Seorang ibu ibu paruh baya tampak tersenyum hangat kepadaku, Aku hanya membalas pertanyaan ibu itu dengan tersenyum simpul. Ibu itu beranjak dan duduk disebelahku, mengamati baju sekolah yang masih melekat pada tubuhku.
"Maaf sebelumnya kalau Ibu boleh bertanya, Sehabis sekolah kamu tidak langsung pulang?" tanya Ibu itu. Pandanganku sempat menurun lalu mengangguk, mengiyakan ucapan Ibu itu.
"Kenapa?" tanya Ibu itu lagi.
"Malas..." jawabku jujur sembari menautkan jari jariku. Ibu itu mangut mangut mengerti.
KAMU SEDANG MEMBACA
One Love [complete]
Genç KurguTidak ada yang berubah dari Lisa. Sifat angkuhnya tetap bertahan hingga ia dewasa. Hingga Lian kembali pulang ke Indonesia pun sifat Lisa tidak berubah. Akankah Lian mampu menaklukkan hati Lisa yang sudah mengeras? mungkinkah Cinta Lian akan di bala...
![One Love [complete]](https://img.wattpad.com/cover/208758922-64-k490673.jpg)