★Princess Arrogant 2★

964 35 0
                                        

-Happy Reading!💋

Otak, mata, dan juga jari jariku. Kini tengah terfokus pada laptop yang ada di pangkuan ku. Aku duduk di sofa ruang keluarga bersama dengan Mamaku.

"Duh Leka, kenapa kamu harus repot-repot begitu..."

Terdengar suara Mama yang tengah memuji anak Babu yang sedang membawakan minum untukku dan juga untuk Mama.

"Nggak repot kok Tante. Ini Leka buatin Jus Durian kesukaan Lisa, supaya Lisa makin semangat belajarnya"

"Duh Kamu ini perhatian sekali sama Lisa... " ujar Mama sambil terkekeh pelan. Sedangkan Aku? Aku bahkan tidak melihat kearah mereka sama sekali.

"Lihat tuh Lisa... Leka aja baik sama kamu, masak kamu enggak" sindir Mama yang membuatku tersenyum miring namun tak menghentikan aktifitas Ku.

"Yang Dia lakukan itu kewajiban, bukan kebaikkan. Sudah sepantasnya Dia melayaniku dan keluargaku... Karena Dia hanya seorang Pembantu di sini" kataku santai. Tak perduli dengan raut wajah protes yang Mama lontarkan kepadaku.

"Lisa, jangan bicara seperti itu Nak" tegur Mama yang membuatku mendongak dengan wajah bertanya.

Leka terlihat tersenyum seperti biasanya, seperti tidak terjadi apapun. Seakan ia adalah Cewek terkuat dengan menunjukkan senyum andalannya itu.

"Sudalah Tante. Leka tidak apa apa jadi jangan marahi Lisa" ujarnya sok bijak yang membuatku semakin muak mendenganya. Leka pun pergi dengan membawa nampan di tangannya.

"Lisa, Mama mohon kamu jangan bersikap seperti itu sama Leka Nak. Kasihan kan Leka kalau harus di hina setiap hari... Apa kamu nggak kasihan sama Dia?"

"Enggak" kataku spontan dengan menatap Mama lekat lekat. Sorot mata Mama terlihat menurun seakan sedang meredahkan emosinya.

"Mama kenapa sih selalu bela Leka? Anak Mama kan Aku, bukan Leka" kataku yang membuat Mama menghela nafas panjang.

"Leka dan ibunya sudah Mama anggap seperti keluarga sendiri Lisa. Mereka sudah mau mengabdikan hidupnya untuk melayani keluarga kita, dan sebagai balas budi... Kita harus bersikap baik kepada mereka" tutur Mama untuk yang kesekian kalinya.

Aku mulai mengemasi labtop dan buku buku ku.

"Sudahlah Ma... Mama selalu mengucapkan kata kata itu untuk membela Leka..." ujarku seraya beranjak pergi.

Kesal. Itu yang ku rasakan saat ini. Semua selalu memebela Leka karena mereka pikir Dia itu baik. Aku nggak harus menunjukkan kalau diriku juga baik, dengan hanya bersikap baik kepada semua orang seperti apa yang dilakukan oleh Leka.

"Lisa!"

Aku menoleh kearah belakang. Di sana ada Kakakku yang tengah tersenyum sembari berlari kecil menghampiriku yang tengah berdiri di Puncak anak tangga.

"Heh, kok mukanya cemberut gitu?? Habis berantem lagi sama Mama hm?" tanyanya yang hafal dengan cekcok yang selalu terjadi antara Aku dengan Mama. Aku hanya mengangguk jujur kepada Kak Mico. Ia terlihat tersenyum kecil sembari mengelus Puncak kepala Ku.

"Adek Kakak kacian banget siihhh" serunya dengan nada di buat buat untuk menghiburku. Ia memeluk bahuku, menuntunku untuk duduk di sofa ruang tengah yang ada di lantai dua.

"Sini sini... Cerita sama Kakak, apa yang membuat Kamu bertengkar dengan Mama" katanya setelah kami duduk beriringan. Aku menyandarkan punggungku pada sofa, dan menidurkan kepalaku di bahu Kak Mico.

"Apalagi yang di permasalahkan kalau bukan si Biang Kerok itu" kesalku yang tanpa sengaja mengerucutkan bibirku.

"Leka?"

One Love [complete]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang