Epilog
Seperti sebuah drama, pemuda itu membuat skenario yang begitu rumit untuk gadis itu. Dengan sangat apik, ia membawa gadis itu ke dalam kisahnya, membuat gadis itu jatuh sejatuh-jatuhnya padanya. Dan ketika gadis itu telah sampai pada lubang terdalam, sadar jika tak ada tempat lagi untuk pergi, dengan senang hati ia menghancurkan gadis itu. Membuatnya terluka sedalam luka yang ia sendiri meliki dan sedalam gadis itu padanya.
Skenario itu menjijikan, bahkan dunia akan menghujatnya jika tahu apa yang akan ia lakukan hingga akhir.
Skenario itu benar-benar brengsek, bahkan Tuhan pun akan mengutuknya karena telah mempermainkan apa yang telah Ia siapkan.
Tapi, sekalipun Tuhan akan menempatkannya pada dasar neraka, ia akan tetap menyelesaikan semuanya, seperti apa yang telah ia tulis pada sekenario itu. Skenario yang ia beri nama ‘Skenario Cinta’.
Seperti sebuah drama, sebuah kisah memiliki awal dan akhir. Pemuda itu memang menulis sebuah skenario untuk gadis itu. Yang tanpa disadarinya, skenario itu tak hanya menghancurkan gadis itu. Tapi juga menghancurkannya lebih dari sebelumnya. Ia membuat gadis itu jatuh, tapi nyatanya ia jatuh lebih dalam dari gadis itu. Gadis itu terluka, tapi dirinya terluka lebih parah dari gadis itu.
Karena pemuda itu lupa menulis akhir dalam skenario itu. Ia lupa menulisnya skenarionya dengan benar dan lupa meletekan titik pada akhir kalimatnya. Alhasil, skenario itu berlanjut—namun bukan ia lagi yang menulisnya. Tuhan telah mengambil kembali pekerjaan itu dan membuatnya mendapat akhir yang tak pernah ia pikirkan sebelumnya.
Skenario menjijikannya yang dihujat dunia, telah memiliki penulis yang seharusnya.
Skenario brengseknya telah Tuhan ubah menjadi kisah indah dengan luka sebagai pelengkap jalan cerita. Dan luka itu adalah nereka yang Tuhan berikan dalam skenario yang entah apa namanya saat ini.
SELESAI
Dear Reader...
Dear Readers Love Scenario yang terkasih....
Setelah sekian lama dan melalui begitu banyak waktu, akhirnya, LS sampai juga di Epilog ini.. Huaaa, setelah kupikir-pikir, ini salah ceritaku yang paling lama jalannya. Hampir dua tahun ternyata. Aku ingat cerita ini mulai kutulis antara Killing Me atau Goodbye Road dirilis. 2018 dan sekarang udah 2020. Huhuhu, maafkan aku teman-teman...
Hhhhhhh,,, lama banget ya? Tapi, emang benar sih.. heheh..
Dah ah...
Di akhir LS ini, aku mau ngucapin....
Terima kasih sebanyak-banyaknya buat kalian semua yang sudah setia mengikuti cerita ini dari awal... Terima kasih untuk dukungan kalian, vote dan komentar kalian. Terima kasih udah mau nunggu lama karena aku emang suka ngaret up-nya. Terima kasih untuk semua dukungan dan kesetiaan kalian itu... Aku sayang kalian...
Aku juga mau minta maaf, kalau selama work ini berjalan, aku sering bikin kalian kesel karena up-nya suka lama, bahkan aku sempet ngilang lama banget. Maaf kalau ceritanya gak sesuai ekspektasi kalian. Maaf juga buat typo yang bertebaran di mana-mana. Maaf juga karena gak bisa balas semua komen kalian..
Hehehe...
Apa lagi ya?
Hehehe, gak ada deh...
Sekali lagi terima kasih banyak dan maaf yang sedalam-dalamnya ya...
Salam sayang dari keluarga besar Love Scenario dan Yoa...
Sampai ketemu di karya Yoa selanjutnya...
Bye....
04042020
yooamaria
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Scenario
FanfictionKim Sohyun membenci Kim Hanbin dengan sepenuh hatinya dan dengan segenap hidupnya. Apa yang pemuda itu lakukan padanya, membuat ia kehilangan segalanya dan merasa bahwa kematian adalah hal terbaik baginya. Tapi di sisi lain, ia merasa mati bukanlah...
