Ellen POV's
Sudah dua minggu berlalu dan Araya masih sibuk dengan pekerjaannya yang membuat ia tidak kunjung pulang. Komunikasi kami menjadi semakin buruk setelah kejadian itu. Dia benar-benar menyebalkan.
Sejujurnya aku mengaku salah bahwa aku sudah bersikap keterlaluan padanya. Tapi, aku hanya kelepasan mengungkapkan isi hatiku.
Satu minggu lagi adalah hari jadi pernikahan kami. Katanya kita akan pergi ke Bali. Hah, aku tidak berharap hal itu terjadi. Bisa bisa dia lupa tentang hari itu karena saking sibuknya.
Aku semakin merasa kesepian. Dirumah aku mengurus Ell seperti biasa. Dan dia juga sibuk setiap hari.
Jadi aku putuskan untuk menyetujui ajakan Ethan untuk pergi ke Puncak. Kami pergi berdua saja. Dan sudah 3 hari aku bersamanya. Dua hari kemarin, ada teman-teman Ethan yang ikut bergabung. Tapi, mereka sudah kembali ke ibu kota tadi pagi.
Malam semakin gelap. Ku pandangi langit diatas sana daru jendela yang sengaja Ethan buka. Sambil menyadari perselingkuhan ku dengan Ethan. Namun, perlahan rasa ku memang tumbuh pada pria ini. Meski tak sebesar dengan Araya. Aku menyayangkan kenapa Araya harus terlahir sebagai wanita.
"Honey. Aku kira kamu udah tidur" Kata Ethan yang baru kembali dari kamar mandi. Aku memutar bola mata karna ia telanjang bulat tanpa apapun yang menutupi penisnya yang bergelayut disana.
"Duh bisa gak sih gak porno gitu" Kata ku. Ia hanya tertawa lalu menyibak selimut yang menutupi tubuh telanjangku.
"Honey. One more" Katanya saat duduk diantara kedua kakiku yang terbuka.
"Ya ampun. Kita baru aja selesai 15 menit lalu"
"Itu salah kamu. Selalu buat aku horny"
Aku terkekeh dan mengalihkan pandanganku.
"Ahhh" Aku tercekat saat Ethan memasukkan penisnya kedalam vagina ku tiba-tiba.
"Ohhh mmhhh" Desah ku lagi kala Ethan mulai memaju mundurkan pinggulnya disana.
"Ohh i love your pussy honey. Make me so crazy" Katanya.
Seketika ingatanku tentang Araya dan Cindy kembali muncul. Demi apapun ingatan itu tak bisa ku lupakan hingga detik ini dan sering kali menghantui ku. Bahkan rasa cemburuku tentang beberapa hal sejak kami menikah.
Aku mencumbu bibir Ethan. Dan dia semakin gencar memasuki diriku. Rasanya benar-benar membuatku lupa daratan.
"Ohh honey"
"Yeahhh mmmhhh fast honey"
"Ssshhh yahhh oohhh mmmh"
Desahan kami bersahutan memenuhi ruangan ini. Rasa nikmat yang Ethan ciptakan bersatu dengan rasa benciku pada Araya dan wanita-wanita yang ada dihidupnya, kecuali Ibu dan Bibinya. Membuatku semakin membuka diri untuk Ethan yang terus menghujamku.
Ethan membalikkan tubuhku. Dan aku berpegangan pada sandaran ranjang. Tapi sesaat kemudian, ia menarik kedua tanganku dan terus memasukkan penisnya. Sesekali ia meremas payudaraku yang bergerak bebas.
Aku bisa merasakan nafsu Ethan yang semakin meninggi sehingga aku kerepotan menyandinginya.
"Ethan ohhhh shit aaaaaaahhh"
Ethan menghempaskan tanganku begitu saja dan melepas penisnya. Ia berdiri dan menarikku agar herdiri. Ia memojokkanku di dinding dan mengangkat kaki kiriku. Lalu ia kembali memasukkan penisnya. Tangan lainnya mencengkram rahangku lalu ia mencumbuku dengan penuh nafsu.
Tak lama Ethan mengangkat kedua kakiku dan ia menggendongku tanpa melepaskan penisnya. Aku berpegangan pada bahunya.
Cukup lama lalu ia kembali membaringkanku. Gerakannya semakin cepat dan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Araya 2
RandomManusia tidak akan tau filosofi cinta. Sampai ia merasakan perpisahan yang membekas, pahitnya bersabar dan rindu yang menyesakkan. Maka berdamailah dengan dirimu sendiri, hingga dirimu benar-benar kuat saat nanti kamu akan terjatuh lagi. Karna rasa...
