"Apa tidak ada sarapan?" keluh Ayla jengkel karena Auden terus mengurung dirinya di dalam kamar, dan pria itu seolah tidak pernah puas. Sial!
"Memakan tubuhmu lebih nikmat dan bikin kenyang," jawab Auden yang membuat Ayla memasang wajah datar.
"Ayo, mandi."
Dengan cepat Auden menyeret tubuhnya menuju kamar mandi, membuka perlahan satu persatu pakaian sang pembantu. Ayla hanya berdiri kaku sambil menutupi area private miliknya, karena malu.
"Aku sudah lihat semua, apa lagi yang kamu tutupi?" Pertanyaan Auden membuat wajah Ayla kian memerah, gadis itu hanya menggeleng sambil menggigit bibir.
"Berbalik!" perintah Auden. Dengan telaten pria itu menyabuni tubuh sang pembantu yang membuat seluruh tubuh Ayla merinding luar biasa, setiap sentuhan lembut di kulitnya kembali membuat gejolak aneh yang membuatnya menggigit bibir kuat.
Saat Ayla berbalik seluruh wajah Ayla kian memerah saat melihat tubuh telanjang sang majikan, dengan susah payah dia menelan ludah kasar.
"Cepat berbalik!" geram Auden.
"Tuan, saya kelaparan!" Ayla tak berbohong jika dia kelaparan sekarang, tapi yang lebih membuatnya malu tak enak pada orang tua Auden. Apa yang akan orang tua itu katakan jika dia sekarang jadi tak tahu diri dan beperan sebagai nona beneran?
Dengan cepat Auden membalikkan tubuhnya membuat Ayla menganga, saat bibir pria itu menyentuh bibirnya dia hanya menutup mulut. Ketika lidah sang majikan merangsang masuk dan menyapa lidahnya. Sekarang lidah keduanya saling berbelit berbagi rasa, perasaan bersalah Ayla kian menghantam dada keras.
Saat tangan Auden menyentuh perutnya dia merasa seluruh tubuh merinding. Ada makhluk di sana, berkali-kali otak Ayla memberi sinyal dan gadis itu tak percaya dengan apa fakta ini.
Bayi rahasia yang tak seorangpun boleh tahu, saat besar anaknya tidak akan tahu siapa ayahnya.
"Eunghhhh!" Bibir Ayla bergetar saat sambil melenguh ketika jari-jari panjang sang majikan menyentuh bagian sensitifnya.
Milik Auden kembali membelah miliknya yang membuat keduanya mendesah berbagi kenikmatan di dalam kamar mandi dan melewatkan sarapan.
Rasanya Ayla sudah tak punya muka lagi, khawatir jika Ibu Auden menganggap dirinya terlalu agresif dan pada akhirnya orang-orang menuduh jika dia yang menggoda sang majikan, bukan karena dia korban pemerkosaan.
______
Ayla masih memasang wajah jengkel sedangkan sang majikan berlalu begitu santai.
Pria itu membawa makanan keduanya meletakkan di depannya. Sarapan yang begitu telat, hampir menuju makan siang.
Saat selesai dengan urusan keduanya akhirnya mereka keluar untuk mencari makan, karena Ibu Auden sudah pergi hingga rumah terasa sepi.
Di depan mereka sudah ada bubur ayam, telat sarapan tapi ya setidaknya ada makanan masuk karena energi terkuras habis digempur terus-terusan.
"Buka mulutnya!" perintah Auden. Ayla masih menutup mulutnya, sebenarnya dia malu luar biasa, tapi saat sendok plastik itu menyentuh bibirnya mau tak mau dia membuka mulut sedikit menerima suapan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
BENIH MAJIKAN DI RAHIMKU (END)
Romance"T-tuan, jangan." Sang gadis terisak sambil menggeleng. "Diamlah, Sayang. Malam ini aku sangat horny dan ingin memakan semua tubuhmu yang nikmat," bisik sang pria dengan nada serak menahan gejolak hasrat yang bergelora. Malam panas itu menghasilkan...
