Hehe maap keun baru up:v
Author udah ingkar janji nih ye:"
Kan author udah janji mau up kemarin, but ada something jadi nggak sempet ngetik deh:)
Happy Reading!!!
Malam pun tiba,dan kini lenata dkk seeing bersiap-siap untuk ke acara prom night!
Lenata yang berada di kamarnya begitupun kedua sahabatnya. Siapa lagi kalo bukan Dian dan Audrey.
Lenata yang sedang menata rambutnya, terkejut karena handphone nya berbunyi.
Ting!
Ia pun mengambil dan melihat handphonenya. Ternyata sang kekasih tercintanya yang mengirimkannya pesan.
Mine👻
Aku jmput. In udah di Jon, bentar lagi nyampe. See u😘
Lenatalia
Iya. See u to
Send.
Sedangkan dilain tempat, Audrey dan Dian pun mendapat pesan yang sama. Dan itu dari Dhio dan Calvin.
Dhio yang ingin menjemput Audrey dan Calvin yang menjemput Dian.
Lenata keluar dari kamarnya dan turun ke lantai dasar. Dan bertepatan ia menginjakkan kakinya di anak tangga terakhir Au dan Dian yang keluar dari kamar mereka dengan muka merah. Hah? Merah? Lenata mengedikkan bahunya acuh. Mungkin blush on mereka kebanyakan kali! Hahah
"Lah napa muka lo pada?kebanyakan blush on ya?" Ujar lenata yang tidak tau apa-apa. Sedangkan mereka berdua mengulum senyum mereka.
Ting nong....ting nong....
Bell mansion lenata berbunyi.
Mereka bertiga saling pandang.
Lenata yang tahu itu Devan segera berjalan menghampiri pintu dan diikuti Dian dan Au.
Lenata membuka pintunya dan tampaklah Devan yang tampan di balik tuxedo hitam yang di gunakannya. Dan itu sama warna dengan gaun lenata. The best couple.
Sedangkan Dian dan Au, mereka mendesah pelan. Mereka kira itu jemputan mereka.
Dan tak lama kemudian muncul Dhio dan Calvin. Dian dan Au yang melihat langsung merekahkan senyuman mereka sedangkan Lenata dan Devan hanya mengeryit tanda heran? Devan yang berpikir kenapa temannya ada disini padahal mereka sudah janjian ketemuan disana. Sedangkan Dhio dan Calvin menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali. Hanya untuk meredahkan kegugupan mereka.
"Lah ngapai lo berdua?" Tanya Devan yang sudah menggenggam tangan lenata.
"Em.. Anu.. Kit.. Kita ma-" Ujar Dhio terpotong oleh Devan
"Napa lo gagu gitu?gue kan cma nanya" Potong Devan.
"Gue di jemput Dhio" ujar Audrey dengan muka malunya. sedangkan Dhio menghembuskan nafas lega karena Audrey sudah menolongnya. Sedangkan Devan hanya mengangkat satu alisnya dan lenata yang sudah menahan tawanya agar tidak pecah. Jadi ini yang ngebuat muka mereka berdua merah tadi?hahaha. Batin lenata terkekeh.
"Kalo lo?" Tanya Devan ke arah Calvin yang diam dari tadi.
"Ya.. ya ya sama kaya Dhio" Ujar Calvin
KAMU SEDANG MEMBACA
LENATA
JugendliteraturLENATA NATALIA Seorang perempuan yang kehidupannya tidak selayak dengan usianya Tidak mendapatkan kasih sayang orang tua sejak kecil hidup mandiri Tetapi perlahan semua berubah,dia kembali mendapatkan kasih sayang orang tua yang sebenarnya ,dan memo...
