Tiga puluh Lima

3.6K 135 21
                                        

Udah seneng belom, author up? Hehe, happy reading!!!!



Kini lenata berada di aprtement nya, ia meratapi nasibnyaa. Kenapa orang yang dia sayangi selalu saja pergi?

Tidak cukupkah keluarganya? Ayah nya? Bundanya? Abangnya? Bahkan kembarannya sendiri?

Kenapa? Kenapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat? Dari sekian jutaan bahkan milyaran orang di luar sana, kenapa musti lenata? Kenapa?

Seakan ingin memprotes kepada Tuhan, kenapa nasibnyaa seperti ini. Tapi apa boleh buat? Manusia hanya mengikuti alurnya saja,menikmati suka Dan duka yang datang silih berganti.

Kini lenata, tidak mengeluarkan Satu saja airmatanya, ia pikir untuk apa menangisi hal yang sudah terjadi Dan berlalu? Itu hanya membuang tenaganya saja.

Ia sudah kebal. Bahkan lebih Dari ini ia sudah dapatkan. Hidupnya kembali ke Hitam Putih, tak lagi berwarna.

Lenata berjalan ke arah meja riasnya, ia melihat pantulan dirinya sendiri. Satu gambaran untuknya saat ini, MAYAT HIDUP.

Ia mengusap wajahnya. Ia tidak boleh terus terusan seperti ini, Ia harus menunjukkan bahwa Ia bisa.

Ia berjanji Akan membuktikannya pada mereka yang sudah mencampkkan dirinya! Bahkan menghianati kebaikannya!

Ia pun tertidur lelap, Ia hanya berharap bahwa setelah ini kebahagiaan yang Ia dapatkan.

Seperti pepatah bilang, Setelah hujan pasti akan timbul pelangi..

..............

Jam menunjukkan pukul setengah tujuh pagi. Seorang perempuan bangun dengan kepala yang berdenyut sakit, dan mata yang perih.
Siapa lagi kalau bukan lenata?

Ia akan bersiap-siap untuk menghadiri konferensi pers. Ia akan menunjukkan dirinya didepan publik, bahwa Ia adalah CEO perusahaan nomor 1.

Tapi sebelum Ia menghadiri acara itu, Ia akan rapat bersama petinggi-petinggi perusahaan, dan juga Ia kedatangan tamu pilot dari divisi penerbangan, Ia akan bekerja sama dengan divisi penerbangan.

Ia pun Bangkit dan berjalan menuju kamar mandinya bersiap-siap. Setelah 20 menit menghabiskan untuk membersihkan dirinya, kini Ia berjalan ke arah walk in closet nya. Ia memilih baju yang pas untuk hari ini.

Dan stelannya jatuh pada tank top putih dengan celana panjang kain yang memperlihatkan lekuk kakinya dan celana itu terbelah di bagian bahwa sampai di atas lutut, dan memakai blazer merah maroon untuk menutupi tank top, dan Ia pun memoles sedikit makeup natural untuk menghilangkan wajah yang kusam sehabis meratapi nasibnyaa kemarin. Hehe

Ia juga mengurai rambutnya dan dibuat curly di bagian bawah rambutnya. Dan dengan Sentuhan terakhir, Ia memakai high heels dan tas branded berwarna merah maroon.

Setelah rasa sudah siap, Ia pun berjalan keluar ke depan lobby, karena saat ini Ia tidak akan menyetir mobil sendiri, tapi di supirin.

Setelah 35 menit menempuh perjalanan dari apartment nya sampai di kantor, kini Ia sudah sampai di depan kantornya.

Ia keluar dari mobil itu setelah sang security membukakan pintu mobil nya.

Ia berjalan, dan semua mata tertuju padanya. Ia pun menaikki lift khusus dirinya, dan menuju ke lantai ruangannya.

Ia keluar dari lift, dan di sambut hangat oleh sang sekertaris.

"Selamat pagi nona, selamat kembali ke Indonesia, dan selamat kembali ke kantor anda" Sapa rylia

LENATATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang