"Disaat orang berkata cinta itu buta, itu tidak berlaku untukku. Aku mencintai karena melihatnya, melihat kelebihan maupun kekurangan yang membuatku jatuh cinta. Hey! He's mine." ~ Denira
"Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk aku mencintainya tap...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hidup itu singkat, jangan membuat hidupmu rumit dengan memkirkan hal yang tidak perlu. Apalagi jika kamu sibuk memikirkannya dan kamu tau, dia sibuk memikirkan yang lain.
Happy Reading..
***
Sudah satu jam Denira berkeliling mall, belum juga mendapatkan hadiah yang cocok untuk Arga. Alhasil gadis itu membeli ice cream lalu duduk di bangku dekat pembatas tidak jauh dari Timezone. Denira menghela napas, kini tatapannya lurus ke depan, sembari memakan ice creamnya dengan pun berpikir kira-kira apa yang harus ia berikan pada Arga nanti. Arga sudah memiliki segalanya, jam tangan, sepatu, tas semua barang milik Arga dari brand ternama, di tambah lagi ia memiliki distro sendiri.
"Nyusahin lo, Ga." Gumam Denira bermonolog. Padahal Arga tidak memintanya, Denira nya saja yang terkadang memusingkan diri sendiri.
Tepat di suapan terakhir ice cream, ponselnya bergetar satu kali pertanda jika pesan telah masuk. Denira membuang gelas plastik bekas ice cream itu ke tempat sampah yang kebetulan tidak jauh darinya lalu membuka ponselnya melihat nama Maura berada pada barisan paling atas di aplikasi whatsapp-nya.
Mora🐽 : dimana lo?"
Tanpa menunggu lama, Denira langsung membalas pesan sahabatnya itu.
Denira tidak membalas, ia memilih untuk mendengarkan music dari ponselnya melalui headset untuk menunggu kedatangan sahabatnya itu. Sesekali Denira mengetuk-ngetukan sneakers nya ke atas lantai, mengikuti ketukan lagu. Ya, saat ini lagu dari grup band nya lah yang tengah ia dengarkan.
Apalagi jika bukan 5 Seconds of Summer yang berjudul Old me.
Di lagu ketiga yang hampir selesai, barulah ia melihat berjalan ke arahnya. Gadis itu melambaikan tangannya dengan senyuman lebar yang ia tampilkan, tapi fokus Denira malah memperhatikan kedua mata sahabatnya itu.