Chapter 29

46 2 0
                                        

Sinar rembulan menyinari malam di asrama sko ragunan ini. Sejuk angin malam menemani lamunan Egy yang tengah duduk didepan kamar asramanya. Entah hal apa yang sedang menggerogoti pikirannya kali ini. 6 bulan lagi Egy, Ica dan Firza akan selesai menimba ilmu di sekolah khusus olahragawan ini, dan berpisah untuk menggapai cita - cita hidup masing - masing, Egy khawatir dengan keadaan jika harus berpisah dengan Ica.

Satu jam lalu Egy mendapat tawaran dari pelatih bola nya semasa ia bertanding di kampungnya dahulu, ia mendapat tawaran untuk menimba ilmu sepak bola di club ternama yaitu Lechia Gdansk, di Polandia. Tentu hal itu tak boleh disia - siakan oleh Egy, Karena itu adalah kesempatan emas untuknya, untuk meraih ilmu dengan beasiswa, ilmu yang ia sangat cita - citakan yaitu ilmu sepak bola bersama pelatih ternama di club tersebut.

"Gik, apa kamu mau sekolah di Polandia? Di club Lechia Gdansk, kalau kamu mau, nanti bapak yang urus paspor, sama izin untuk kesana, kamu bisa sekolah sepak bola 3 tahun, setelah itu kamu bisa ikut pertandingan bersama club Lechia 2 musim. Kamu bisa tanda tangan kontrak nya nanti, gimana kamu mau?" Ucap pak Harto pelatih Egy dari sambungan telfon.

"Alhamdulillah pak, kalau ada kesempatan seperti itu saya mau, tapi saya selesaikan sekolah SMA saya terlebih dahulu disini ya pak, setelah itu Egy pulang ke Medan terus mampir kerumah bapak untuk bicarakan hal ini pak." Egy membalas dengan wajah sumringah karena tawaran pak harto.

"Oke kalau begitu, bapak tunggu kabar baiknya ya Egy" pak Harto mengakhiri sambungan telfonnya.

Egy bersyukur dan Egy akan mengabarkan kedua orang tuanya tentang hal ini. Karena ini bukan hanya impian Egy namun juga impian terbesar orang tuanya.

"Assalamualaikum, bang Egy dapet tawaran nih bang" ucap Egy kepada kakak kandung nya Zaki.

"Waalaikumsalam, tawaran apa itu gik?" Tanya Zaki dari sambungan telfon.

"Tawaran sekolah sepak bola bang dari pak Harto bang, di Polandia, Abang taukah klub Lechia Gdansk? Yang orangnya bule bule bang haha"ucap Egy bersemangat.

"Ohiya, nanti Abang coba hubungi pak Harto ya, Abang tanyakan, pasti atau tidaknya, jadi nanti Abang bisa jemput kau dijakarta untuk pulang"

"Iya bang, nanti kabarin aku ya bangg" tutup Egy mengakhiri sambungan telepon nya.

Egy merasa sangat senang, karena sebentar lagi impiannya akan terwujud.

****

Egy hari ini memutuskan untuk mengunjungi Ica, karena baby Ree sekarang sudah berada diasrama Ica karena baby Ree telah kembali dirawat oleh Ica.

Disisi lain, Ica sedang sibuk mempersiapkan baju tidur yang akan dikenakan oleh bayi laki laki berusia 6 bulan itu. Ya Ica dan Egy memang belum ada satu tahun bersekolah di sko ragunan ini, karena Egy dan Ica mengambil sistem belajar cepat selama satu tahun untuk belajar di sko ini. Dan sekolah pun menyediakan fasilitas belajar singkat ini.

"Assalamualaikum, icaa" ucap Egy sembari memasuki kamar Ica yang sedari tadi terbuka lebar dan Egy melihat Ica sedang bersiap memakaikan baju tidur untuk baby Ree.

"Eh waalaikumsalam, Egy, sini masuk, pasti mau ajak main baby Ree kan, niihh Ree nya lagi pake baju dulu om, nanti abis itu main deh sama om Egy, hihihi"Ica menjawab salam Egy dan dilanjutkan dengan memakaikan baju tidur untuk baby Ree.

"Eh iya, Dede Ree pake baju dulu ya nanti abis itu jalan jalan sama om, kita beli bubur bayi buat kamuu" ucap Egy sembari mencubit lembut pipi Baby Ree.

"Miss you Egy" (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang