Chapter 16

159 17 1
                                        

Allahhuakbar...allahhuakbar...

Azan shubuh telah berkumandang mentaripun mulai memancarkan sinarnya, namun Ica masih saja meringkuk dibalik selimut pink nya.

Rara yang sudah rapih memakai mukena putihnya bingung melihat Ica yang masih saja tidur karna tak biasanya Ica begitu, biasanya Ica yang selalu bangun pagi untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

"Kok Ica masih tidur sihh..jangan jangan dia sakit lagii"ucap Rara.

Rara mendekati Ica yang masih bersembunyi dibalik selimutnya.

"Ca.. Bangun caa.. Udah subuh caa.. Ayoo solat caa" ucap Rara sambil menggoyangkan tubuh Ica agar Ica terbangun.

Ica menggeliat dan Rara yang terkejut melihat Ica begitu pucat.
"Lohh ica badan lo panas banget, lo demam yaa gw bawa lo ke UKS umum ya, lo tunggu disini sebentar" ucap Rara yang langsung melepaskan mukenanya.

>>>>>>>>>>

Egy yang masih sibuk dengan aktivitas paginya, yaa seperti biasa ia harus memandikan baby Ree yang kini sudah mulai mengerti dan sudah mulai merespon gerak gerik yang dilakukan oleh ayah pandanya itu, ya karna sudah hampir sebulan baby Ree dirawat oleh Egy dan mungkin baby Ree sudah mulai nyaman hidup bersama Egy.

Egy yang terlihat sangat gembira saat melihat moment moment dimana ia menjadi seperti layaknya seorang ayah muda yang baru mempunyai bayi dan merawatnya seperti memandikan dan membuatkan bubur instan untuk bayinya itu.

"Sayaanggg kita mandi dulu yaaa biar ganteng kaya dady pandaa.. Wkwwk" ucap Egy sambil mengangkat tubuh Baby Ree yang hanya memakai handuk kecil.

"Eee gik kau sudah cocok jadi bapak eee.." goda Firza.

"Sudah pantas kah? Bisa saja kau zahh.. Aku ini sudah biasa merawat bayi sama seperti dulu aku merawat Adikku afiah" ucap Egy sambil mulai memandikan baby Ree dengan air hangat.

"Iya iya aku paham.. Yasudah aku mau ke dapur umum dulu eee mau makan aku ini lapar kali" ucap Firza.

"Nanti aku masakkin nasi goreng za buat kau makan, tak usah lah kau makan didapur umum, buang buang uang saja kau!" ucap Egy.

"Halah masakkan kau asin macam air laut!" ucap Firza yang bergegas pergi dengan ransel Hitamnya.

"Dasar butet!" pekik Egy.

"Oakkk..."

"Ehh dede Ree udahan yuu nanti masuk anginnn... Udah yaa abang pakein bajuu duluu" ucap Egy seraya membaringkan tubuh Baby Ree ke ranjang dan membalurkan minyak telon agar tubuh baby Ree hangat.

"Akhirnya selesai juga... Ree tunggu yaa abang mau masak nasi goreng dulu.. Baru kita pergi ke rumah Bi ratmi.. Oke.. Cupp.." ucap Egy sambil mencium pipi gembul milik Baby Ree.

Egy yang tidak terbiasa masak kali ini harus biasa memasak, karna tuntutan waktu yang harus memaksakan Egy memasak sendiri.

"Bawang.. Ada..
Cabai ada..
Kecap ada... Komplit lah sudah" ucap Egy mengabsen bahan - bahan yang ingin ia masak.

Tak butuh waktu lama Egy memasak ia hanya membutuhkan waktu 15 menit dan ia langsung bergegas berangkat kesekolah untuk mengikuti kegiatannya yaitu MPLS hari kedua.

"Baby Ree kita kerumah bi ratmi yaa" ucap Egy menggendong Baby Ree.

Setelah Egy mengunci pintu, ia melangkahkan kaki kerumah bu ratmi yang terletak di belakang asrama putra.

Egy memang dikenal sebagai murid laki laki yang rajin, serta selepas kejadian ia membawa bayi ke dalam lingkungan sekolah ini membuat para siswi siswi diSKO terpanah oleh ketampannya, wajah tampan yang Egy punya dan keramahan hati serta tanggung jawab yang membuat banyak siswi siswi memujanya namun ia hanya membalasnya dengan senyuman, karna baginya hanya cinta dari seseorang disana lah yang teramat berarti untuknya, Dini yaa cinta pertamanya yang kini entah kemana sudah 1 bulan Egy tidak bertemu bahkan tak ada kabar dari Dini sang kekasih yang pernah berjanji untuk setia menunggunya.

"Miss you Egy" (HIATUS)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang